Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » PHK Tembus 79 Ribu Orang Selama 2025, Ini Kata Purbaya

PHK Tembus 79 Ribu Orang Selama 2025, Ini Kata Purbaya

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 79 ribu sepanjang 2025. Menurut Purbaya, tingginya jumlah PHK mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi. Yang membuat dari sisi demand juga melemah.

“PHK terjadi ketika demand-nya lemah sekali. Itu terjadi 10 bulan awal, 9 bulan pertama tahun lalu kan. Tahun ini 10 bulan pertama, ekonomi slow. Itulah gambaran bahwa ekonomi kita waktu itu slow,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Berdasarkan Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah PHK periode Januari hingga November 2025 mencapai angka 79.302 orang. Lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tembus 77.965 orang.

Meski begitu, Purbaya meyakini tahun depan kondisinya akan membaik, khususnya dari kebijakan fiskal dan moneter yang lebih sinkron.

“Saya yakin tahun depan akan lebih bagus dari sekarang, karena kami lebih sinkron dengan bank sentral juga kebijakannya ke depan,” katanya.

Tidak hanya itu, Purbaya juga berupaya untuk meningkatkan geliat perekonomian, sehingga kesempatan kerja atau lapangan kerja baru bisa tercipta.

“Ketika demand naik, kalau dia nggak punya akses ke modal kerja juga nggak bisa tumbuh. Makanya saya concern itu dan ingin membantu mereka semaksimal mungkin,” ujar Purbaya.

Atas dasar itu, kata dia, pemerintah melakukan perubahan kebijakan baik di lingkup fiskal maupun moneter.

“Jadi makanya saya concern itu dan ingin membantu mereka semaksimal mungkin untuk tumbuh lagi sesuai dengan permintaan, kenaikan permintaan karena kita ubah kebijakan di sini maupun di bank sentral,” papar Purbaya.

Berdasarkan data dari portal Satu Data Kemnaker tersebut Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah pekerja terdampak PHK terbanyak. Pasalnya, 21,73% dari total kasus PHK nasional berasal dari provinsi tersebut, atau setara dengan 17.234 pekerja sepanjang 11 bulan pertama 2025.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan jumlah pekerja ter-PHK mencapai 14.005 orang. Selanjutnya, Banten mencatatkan 9.216 kasus PHK, disusul DKI Jakarta dengan 5.710 pekerja, serta Jawa Timur dengan 4.886 pekerja yang kehilangan pekerjaan.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Bahas TKD dan DBH, Sejumlah Gubernur Minta Potongan Dana Daerah Dikaji Ulang

    Menkeu Purbaya Bahas TKD dan DBH, Sejumlah Gubernur Minta Potongan Dana Daerah Dikaji Ulang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam pertemuan dengan para gubernur dari berbagai provinsi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya keseimbangan fiskal nasional. Namun, sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat meninjau kembali pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) karena berpotensi menekan pembangunan di tingkat daerah. Pertemuan yang digelar di Jakarta, Selasa (7/10/2025), ini […]

  • Perak Antam Kembali Menguat, Segini Harga Terbarunya

    Perak Antam Kembali Menguat, Segini Harga Terbarunya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam terpantau kembali menguat pada Selasa (21/4/2026). Logam mulia berwarna putih ini tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, memberikan sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini melonjak sebesar Rp550 ke level Rp51.050 per gram. Angka ini menjadi patokan penting […]

  • BI Paparkan Daya Tahan Ekonomi RI pada Investor Global

    BI Paparkan Daya Tahan Ekonomi RI pada Investor Global

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia menegaskan kinerja ekonomi yang berdaya tahan di tengah berbagai krisis. Kinerja ekonomi Indonesia tersebut dinilai memperkuat kepercayaan para pelaku usaha AS yang beroperasi di Asia Tenggara. Hal itu disampaikan dalam sejumlah pertemuan Gubernur Bank Indonesia bersama Menteri Keuangan RI dengan investor global, serta pertemuan dengan US-ASEAN Business Council dan International Monetary Fund […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Turun Rp 11.000, Ini Daftar Lengkapnya!

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Turun Rp 11.000, Ini Daftar Lengkapnya!

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual Pegadaian  kompak melemah pada perdagangan Jumat (9/1/2026)ini. Pelemahan harga emas Pegadaian ini untuk dua jenis produk Galeri24 dan UBS. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 dan UBS kompak mengalami penurunan Rp 11.000 per gram. ‎Harga jual emas Galeri24 turun menjadi Rp2.588.000 per gram dari awalnya Rp […]

  • Harga Cabai Rawit Maupun Merah di Pasar Angso Duo Rp50.000 per Kilogram

    Harga Cabai Rawit Maupun Merah di Pasar Angso Duo Rp50.000 per Kilogram

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo terpantau stabil pada pembaruan 29 April 2026. Tidak ada lonjakan maupun penurunan signifikan di hampir seluruh komoditas utama. Beras medium masih bertahan di kisaran Rp15.200 hingga Rp15.400 per kilogram. Sementara beras operasi pasar Bulog berada di level lebih rendah, yakni Rp12.000 per kilogram. Komoditas protein hewani […]

  • Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

    Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap tiga keuntungan utama bagi Indonesia setelah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menurut Luhut, perjanjian tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian perdagangan global. “Perjanjian ini memastikan posisi Indonesia tetap […]

expand_less