Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » PHK Tembus 79 Ribu Orang Selama 2025, Ini Kata Purbaya

PHK Tembus 79 Ribu Orang Selama 2025, Ini Kata Purbaya

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 79 ribu sepanjang 2025. Menurut Purbaya, tingginya jumlah PHK mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi. Yang membuat dari sisi demand juga melemah.

“PHK terjadi ketika demand-nya lemah sekali. Itu terjadi 10 bulan awal, 9 bulan pertama tahun lalu kan. Tahun ini 10 bulan pertama, ekonomi slow. Itulah gambaran bahwa ekonomi kita waktu itu slow,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Berdasarkan Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), jumlah PHK periode Januari hingga November 2025 mencapai angka 79.302 orang. Lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang tembus 77.965 orang.

Meski begitu, Purbaya meyakini tahun depan kondisinya akan membaik, khususnya dari kebijakan fiskal dan moneter yang lebih sinkron.

“Saya yakin tahun depan akan lebih bagus dari sekarang, karena kami lebih sinkron dengan bank sentral juga kebijakannya ke depan,” katanya.

Tidak hanya itu, Purbaya juga berupaya untuk meningkatkan geliat perekonomian, sehingga kesempatan kerja atau lapangan kerja baru bisa tercipta.

“Ketika demand naik, kalau dia nggak punya akses ke modal kerja juga nggak bisa tumbuh. Makanya saya concern itu dan ingin membantu mereka semaksimal mungkin,” ujar Purbaya.

Atas dasar itu, kata dia, pemerintah melakukan perubahan kebijakan baik di lingkup fiskal maupun moneter.

“Jadi makanya saya concern itu dan ingin membantu mereka semaksimal mungkin untuk tumbuh lagi sesuai dengan permintaan, kenaikan permintaan karena kita ubah kebijakan di sini maupun di bank sentral,” papar Purbaya.

Berdasarkan data dari portal Satu Data Kemnaker tersebut Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah pekerja terdampak PHK terbanyak. Pasalnya, 21,73% dari total kasus PHK nasional berasal dari provinsi tersebut, atau setara dengan 17.234 pekerja sepanjang 11 bulan pertama 2025.

Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan jumlah pekerja ter-PHK mencapai 14.005 orang. Selanjutnya, Banten mencatatkan 9.216 kasus PHK, disusul DKI Jakarta dengan 5.710 pekerja, serta Jawa Timur dengan 4.886 pekerja yang kehilangan pekerjaan.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang wajar di tengah perubahan kondisi pasar dan nilai tukar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masih terdapat sekitar 270 hingga 300 pabrik kelapa sawit (PKS) dari total sekitar 1.900 PKS di Indonesia yang belum melakukan penyesuaian […]

  • City Car Paling Anti Rugi: Honda Brio!

    City Car Paling Anti Rugi: Honda Brio!

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Honda Brio bekas masih menjadi primadona di pasar mobil bekas Indonesia. Meski unitnya cukup melimpah, minat masyarakat terhadap city car andalan Honda ini tidak pernah surut. Ambil contoh Brio tahun 2020, dengan kondisi yang cukup baik harganya masih bertahan di kisaran Rp120 jutaan ke atas. Itu bahkan untuk Brio tipe Satya E transmisi […]

  • Bapanas Minta Polri Usut Minyakita Dijual di Atas HET Rp15.700 per Liter di Depok

    Bapanas Minta Polri Usut Minyakita Dijual di Atas HET Rp15.700 per Liter di Depok

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Pangan Polda Metro Jaya mengusut temuan penjualan Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di Depok, Jawa Barat. Permintaan itu disampaikan setelah Bapanas melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Agung Depok pada Sabtu (21/2/2026), dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan […]

  • Makanan Segar Ini Sebaiknya Tidak Disimpan dalam Kulkas

    Makanan Segar Ini Sebaiknya Tidak Disimpan dalam Kulkas

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Salah satu hal terburuk tentang membeli buah dan sayuran segar adalah melihatnya membusuk di laci penyimpanan dan akhirnya membuangnya. Penyebabnya mungkin karena anda menyimpan buah atau sayur dengan cara yang tidak tepat, misalnya di dalam kulkas. Dalam siaran Eating Well yang terbit pada Jumat (13/3/2026), ada beberapa daftar makanan segar yang sebaiknya tidak […]

  • 8 Pantangan GERD yang Wajib Dihindari agar Asam Lambung Tidak Kambuh

    8 Pantangan GERD yang Wajib Dihindari agar Asam Lambung Tidak Kambuh

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus. Penyakit ini sering kambuh jika penderitanya tidak menjaga pola makan dan gaya hidup. Untuk mengendalikan gejala seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, dan mual, penting bagi penderita GERD mengetahui berbagai pantangan yang perlu […]

  • Brasil Gandeng Bank Dunia Kelola Dana Konservasi Hutan Senilai US5 Miliar

    Brasil Gandeng Bank Dunia Kelola Dana Konservasi Hutan Senilai US$125 Miliar

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Brasil melangkah ambisius di panggung iklim dunia. Negeri Amazon itu akan menggandeng Bank Dunia untuk mengelola dana konservasi hutan senilai US$125 miliar yang akan diluncurkan di KTT Iklim COP30 November mendatang. Pemerintah Brasil berencana menggandeng Bank Dunia sebagai mitra utama dalam pembentukan dana konservasi hutan (Tropical Forests Forever Fund/TFFF) senilai US$125 miliar. Dana […]

expand_less