Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » BPJPH Harmonisasi 1.060 Kode HS untuk Perkuat Pengawasan Produk Wajib Halal Jelang Oktober 2026

BPJPH Harmonisasi 1.060 Kode HS untuk Perkuat Pengawasan Produk Wajib Halal Jelang Oktober 2026

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengharmonisasikan 1.060 kode klasifikasi barang atau Harmonized System Code (HS) guna memperkuat pengawasan produk wajib halal di Indonesia.

Kepala BPJPH, Haikal Hasan, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan implementasi kebijakan wajib halal yang akan berlaku pada Oktober 2026.

“Sampai saat ini kami telah mengidentifikasi 1.060 item yang kita harmonisasikan dalam rangka pengecekan halal dan jumlahnya akan terus bertambah,” ujar Haikal di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Kode HS merupakan sistem klasifikasi barang yang digunakan dalam perdagangan dan kepabeanan internasional. Melalui harmonisasi ini, BPJPH menyelaraskan daftar kode barang dengan kategori produk yang wajib bersertifikat halal agar pengawasan terhadap produk impor menjadi lebih terintegrasi.

Menurut Haikal, pengawasan dilakukan sejak dari negara asal hingga pintu masuk Indonesia. “Ini berlaku untuk semua negara. Kita lakukan inspeksi di negara asal dan saat barang masuk ke Indonesia,” kata dia.

Kebijakan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mewajibkan seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia memiliki sertifikat halal.

Namun demikian, produk nonhalal tetap diperbolehkan beredar dengan syarat mencantumkan label nonhalal secara jelas. “Bukan dilarang, tetapi harus diberi keterangan agar masyarakat bisa memilih,” ujar Haikal.

Perluasan kewajiban sertifikasi halal akan mencakup berbagai produk mulai Oktober 2026, termasuk makanan, minuman, bahan baku, hasil sembelihan, hingga barang gunaan tertentu.

BPJPH juga mempercepat proses sertifikasi halal, dengan kapasitas penerbitan mencapai 10 ribu sertifikat per hari pada awal Mei 2026. Upaya ini difokuskan untuk mendukung pelaku usaha, terutama UMKM.

Berdasarkan data per 1 Mei 2026, sekitar 3 juta pelaku usaha telah memiliki sertifikat halal dari total sekitar 66 juta UMKM di Indonesia.

Dalam penguatan pengawasan, BPJPH turut menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Badan Karantina Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pertukaran data, pengawasan bersama, dan penegakan hukum di pintu masuk negara.

Selain itu, BPJPH juga berkolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, serta Majelis Ulama Indonesia untuk memperkuat sistem jaminan produk halal nasional.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lawan Berat! Belgia Siap Bobol Gawang Suci Spanyol

    Lawan Berat! Belgia Siap Bobol Gawang Suci Spanyol

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Big match tersaji pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Timnas Spanyol akan menghadapi Belgia di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB. Duel dua raksasa Eropa ini menjadi perebutan tiket menuju semifinal menghadapi Prancis yang lebih dulu memastikan tempat usai menyingkirkan Maroko 2-0. La Roja datang dengan kepercayaan diri […]

  • Produksi Melimpah, Klaim RI Siap Ekspor Beras

    Produksi Melimpah, Klaim RI Siap Ekspor Beras

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa Indonesia telah siap untuk mengekspor beras. Namun, pemerintah lebih memilih untuk memperkuat stok terlebih dahulu, sebelum dapat mengirimnya ke negara lain. Zulhas menyampaikan bahwa Indonesia pada dasarnya telah mencapai swasembada beras. Mengingat stok cadangan beras telah menembus empat juta ton. “Kalau ekspor saja, hari […]

  • BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia

    BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membuka exclusive presale tiket Andrea Bocelli “Romanza – 30th Anniversary World Tour” melalui tiket.com mulai Jumat (21/8/2026) pukul 13.00 WIB hingga Senin (24/8/2026) pukul 13.00 WIB. Selama periode tersebut, nasabah BNI dapat memperoleh diskon hingga 20% untuk pembelian tiket menggunakan Kartu Kredit BNI, Kartu Debit […]

  • Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan karena Curangi Pengisian BBM Subsidi Play Button

    Pertamina Blokir 394 Ribu Kendaraan karena Curangi Pengisian BBM Subsidi

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 294 ribu nomor kendaraan oleh Pertamina diblokir. Kendaraan-kendaraan ini kedapatan melakukan kecurangan dalam pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Dari sisi pengawasan sistem subsidi, kami telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kami blokir untuk mengantisipasi dan memitigasi penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU,” kata Direktur Utama Pertamina Patra […]

  • Maro Sebo Muaro Jambi Disorot Sensus Ekonomi 2026, Dari Kopi hingga Wisata Candi

    Maro Sebo Muaro Jambi Disorot Sensus Ekonomi 2026, Dari Kopi hingga Wisata Candi

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas ekonomi Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, ikut menjadi perhatian dalam Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pada 2 Juli 2026, BPS Provinsi Jambi melakukan supervisi pendataan di wilayah tersebut dan mengunjungi salah satu pelaku usaha, Pojok Kopi Dusun. Supervisi dilakukan untuk memastikan wawancara, penggunaan aplikasi dan proses pendataan berjalan sesuai standar. Kunjungan tersebut […]

  • Pagi Ini Rupiah Melemah Jadi Rp16.726 per Dolar AS

    Pagi Ini Rupiah Melemah Jadi Rp16.726 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah di awal perdagangan hari ini, Senin (17/11/2025). Rupiah dibuka melemah sebesar 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.726 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.707 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,08% ke level 99,38. Penurunan terhadap rupiah juga dialami mata uang di kawasan […]

expand_less