Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Penerimaan Pajak Minerba Turun Tajam, Baru Terkumpul Rp 43,3 Triliun hingga November 2025

Penerimaan Pajak Minerba Turun Tajam, Baru Terkumpul Rp 43,3 Triliun hingga November 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penerimaan pajak dari sektor mineral dan batubara (minerba) pada 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan hingga November 2025 baru mencapai Rp 43,3 triliun.

Capaian tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya, ketika penerimaan minerba sempat berada pada level tertinggi. Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan DJP, Ihsan Priyawibawa, menjelaskan bahwa lonjakan penerimaan pada 2018 sempat ditopang oleh kontribusi tembaga. Namun dalam tiga tahun terakhir, tren penerimaan cenderung melemah.

“Dalam tiga tahun terakhir kita melihat kondisi penerimaan menurun setelah sebelumnya melonjak cukup tinggi pada masa pascapandemi,” ujar Ihsan dalam sebuah acara Pusdiklat Pajak, Kamis (11/12/2025).

Pelemahan ini beriringan dengan turunnya kontribusi sektor minerba terhadap total penerimaan pajak nasional. Setelah menyentuh 7,35% pada 2023, kontribusi itu menyusut menjadi 3,70% pada 2024, dan kembali turun menjadi 2,65% hingga November 2025.

Meski demikian, Ihsan menyebut bahwa penerimaan dari kelompok mineral masih lebih stabil dibandingkan batubara. Kenaikan harga global sejak 2020 menopang kinerja mineral, terutama nikel yang kini menjadi komoditas strategis seiring meningkatnya permintaan baterai kendaraan listrik dan masifnya program hilirisasi dalam negeri.

Hingga November 2025, penerimaan pajak dari mineral tercatat sebesar Rp 35,5 triliun, dengan kontribusi yang terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Semakin masifnya penggunaan baterai kendaraan listrik serta hilirisasi nikel membuat penerimaan dari mineral cukup kuat,” kata Ihsan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bos Saudi Aramco: Pasar Minyak Global Terancam Tak Normal hingga 2027

    Bos Saudi Aramco: Pasar Minyak Global Terancam Tak Normal hingga 2027

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar minyak dunia diperkirakan belum akan kembali stabil dalam waktu dekat. Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin H. Nasser, menyebut normalisasi baru mungkin terjadi pada 2027 apabila gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Dalam paparan kinerja kuartal pertama perusahaan, Nasser mengatakan bahwa sekalipun jalur pelayaran itu dibuka saat ini, pasar tetap membutuhkan waktu […]

  • Harga Emas Galeri24 Lebih Murah dari UBS, Lihat Daftarnya Disini

    Harga Emas Galeri24 Lebih Murah dari UBS, Lihat Daftarnya Disini

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian masih diangka Rp 3 jutaan. Pagi ini baik emas Galeri24 maupun UBS kembali menguat dengan nilai bervariasi. Namun harga emas Galeri24 masih lebih murah dari UBS. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Rabu (25/2/2026), menunjukkan harga emas UBS di angka Rp3.099.000 per gram. Angkat tersebut […]

  • Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Otoritas moneter menyebut posisi rupiah masih berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued di tengah tekanan global yang meningkat. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi domestik sejatinya cukup solid untuk menopang penguatan rupiah. Stabilitas makroekonomi, inflasi […]

  • Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Industri otomotif nasional bersiap menghadapi babak baru setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pasalnya, berdasarkan dokumen European Commision, bea masuk mobil asal Eropa yang tadinya 50 persen akan dihilangkan dalam lima tahun ke depan. Sehingga membuka jalan bagi merek seperti Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi untuk masuk […]

  • Program Sertifikasi Halal Gratis Dongkrak Ekonomi

    Program Sertifikasi Halal Gratis Dongkrak Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang digencarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Selain memastikan produk UMKM memenuhi standar halal, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi ribuan pendamping yang terlibat dalam proses sertifikasi di lapangan. Salah satu kisah […]

  • Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    Purbaya Bahas Peluang Industri Tekstil dengan AGTI, Sentuh Isu Perizinan dan Thrifting

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima kunjungan Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) di Kementerian Keuangan, Selasa (4/11/2025). Pertemuan ini membahas peta jalan (roadmap) peluang, tantangan, dan ancaman di sektor industri tekstil dan garmen nasional. Ketua Umum AGTI yang juga Vice CEO PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto, menjelaskan bahwa AGTI memaparkan […]

expand_less