Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kulit Pinang di Muaro Jambi Disulap Jadi Briket, Jadi Peluang Usaha Ibu-ibu PKK

Kulit Pinang di Muaro Jambi Disulap Jadi Briket, Jadi Peluang Usaha Ibu-ibu PKK

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kulit pinang yang selama ini hanya dibakar atau dibiarkan membusuk di Desa Kunangan, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, kini mulai memiliki nilai ekonomi. Limbah perkebunan tersebut diolah menjadi briket arang, bahan bakar alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti arang konvensional.

Inovasi itu diinisiasi mahasiswa KKN Reguler UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang melaksanakan pengabdian di Desa Kunangan. Program tersebut mendapat apresiasi saat LPPM UIN STS Jambi melakukan monitoring dan evaluasi desa-desa lokasi KKN di Kabupaten Muaro Jambi pada 26 Juli 2026.

Mayoritas masyarakat Desa Kunangan bekerja sebagai petani padi dan pinang. Bagi petani, buah pinang memiliki nilai ekonomi. Namun, kulit buah pinang yang dihasilkan setiap musim panen justru belum banyak dimanfaatkan.

Volume limbah yang cukup besar membuat kulit pinang kerap berakhir dengan cara dibakar atau dibiarkan menumpuk dan membusuk. Mahasiswa KKN kemudian melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Kulit pinang memiliki kandungan alfa-selulosa sekitar 53 persen dan dinilai sesuai untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang. Proses pengolahan dimulai dengan mengeringkan kulit pinang. Setelah kering, kulit pinang dikarbonisasi hingga berubah menjadi arang. Arang kemudian dihaluskan menjadi serbuk sebelum dicampur dengan perekat alami, seperti tapioka atau molase.

Campuran tersebut kemudian dicetak dan dikeringkan hingga menghasilkan briket yang siap digunakan. Dalam proses pengujian yang dilakukan dalam program tersebut, kadar air briket tercatat berada pada kisaran 4,82–6,36 persen.

Angka tersebut disebut memenuhi standar SNI 01-6235-2000. Kadar air menjadi salah satu faktor penting dalam kualitas briket. Semakin rendah kadar air, briket cenderung lebih mudah menyala, menghasilkan lebih sedikit asap, dan memiliki daya tahan pembakaran yang lebih baik.

Program mahasiswa KKN tidak berhenti pada pembuatan produk. Mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK Desa Kunangan agar mampu memproduksi briket secara mandiri.

Langkah tersebut diharapkan membuat inovasi pengolahan limbah kulit pinang tetap berjalan meski masa KKN mahasiswa telah berakhir.

Briket yang dihasilkan diarahkan untuk menyasar sejumlah pelaku usaha makanan, terutama pedagang sate, sosis bakar, ikan bakar, dan jagung bakar.

Produk tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif penggunaan arang sekaligus memberikan pilihan bahan bakar yang lebih ekonomis bagi pelaku usaha.

Pemanfaatan kulit pinang menjadi briket dinilai memiliki dua manfaat utama, yakni lingkungan dan ekonomi.

Dari sisi lingkungan, pengolahan limbah dapat mengurangi praktik pembakaran terbuka yang berpotensi menimbulkan polusi udara.

Sementara dari sisi ekonomi, kegiatan tersebut membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu PKK sekaligus berpotensi menambah pendapatan keluarga petani pinang.

Konsep tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah menjadi produk yang kembali memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Model pemanfaatan kulit pinang menjadi briket juga disebut telah lebih dahulu dikembangkan di sejumlah wilayah di Sumatera Utara hingga Aceh dengan hasil yang menjanjikan.

Koordinator Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM UIN STS Jambi, Mukhlis, M.Pd.I., berharap program tersebut dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

Di antaranya konsistensi produksi dan kualitas oleh ibu-ibu PKK, perluasan akses pasar, pendampingan dari pemerintah desa, dinas terkait maupun perguruan tinggi, serta dukungan peralatan produksi.

Bantuan alat cetak hingga pelatihan pengemasan dan pemasaran juga dinilai penting agar produk mampu berkembang dan memiliki daya saing.

Selain itu, standarisasi mutu perlu dijaga agar kualitas briket yang diproduksi masyarakat tetap konsisten.

Jika faktor tersebut dapat dipenuhi, briket kulit pinang di Desa Kunangan tidak hanya berhenti sebagai program pengabdian mahasiswa.

Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai tersebut berpotensi berkembang menjadi usaha rumahan berkelanjutan yang mampu mengurangi persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Februari 2026, Tertinggi Tembus Rp 2,6 Juta per Gram

    Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Februari 2026, Tertinggi Tembus Rp 2,6 Juta per Gram

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan di pasar domestik kembali mencatatkan level tinggi pada Sabtu (21/2/2026). Sejumlah gerai perhiasan, termasuk Raja Emas dan Laku Emas, membanderol harga emas kadar tertinggi mendekati Rp 2,6 juta per gram, seiring lonjakan harga emas dunia. Kenaikan harga emas global dipicu meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven) di […]

  • Karhutla Mengintai, Dampaknya Bukan Cuma Kabut Asap

    Karhutla Mengintai, Dampaknya Bukan Cuma Kabut Asap

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius setiap kali musim kemarau berlangsung. Bencana ini bukan hanya persoalan api yang membakar kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat memicu dampak berantai terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas sosial hingga perekonomian masyarakat. Karhutla umumnya dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar, kelalaian, […]

  • Kabut Asap Mengintai Jambi, ISPU Turun di Kota Jambi tapi Karhutla Masih Mengancam 11 Daerah

    Kabut Asap Mengintai Jambi, ISPU Turun di Kota Jambi tapi Karhutla Masih Mengancam 11 Daerah

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Provinsi Jambi pada Jumat (28/8/2026). Meski kualitas udara di Kota Jambi mulai membaik, potensi asap dan udara kabur masih terpantau di sejumlah wilayah. Data terbaru kualitas udara yang tersedia menunjukkan ISPU Kota Jambi berada di angka 96 atau kategori sedang pada Kamis […]

  • Harga Emas Antam Turun Tajam, Cek Lengkap Disini!

    Harga Emas Antam Turun Tajam, Cek Lengkap Disini!

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terperosok pada perdagangan Senin (27/10/2025). Emas Antam turun tajam sebesar Rp 23.000 menjadi Rp 2.327.000 per gram. Atas penurunan tersebut mengimbas pada harga beli kembali atau buyback emas Antam yang juga anjlok sebanyak Rp 23.000 menjadi Rp 2.192.000 per gram. Transaksi harga jual […]

  • Menkeu Purbaya Siapkan Legalisasi Rokok Ilegal, Target Berlaku Mei 2026

    Menkeu Purbaya Siapkan Legalisasi Rokok Ilegal, Target Berlaku Mei 2026

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan kebijakan baru untuk menekan peredaran rokok ilegal sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai. Purbaya mengungkapkan, pemerintah telah merampungkan skema legalisasi rokok ilegal yang bertujuan mendorong pelaku usaha masuk ke dalam sistem resmi dan membayar cukai sesuai ketentuan. “Pelaku usaha harus masuk ke sistem […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar  Turun 15,38%  Menjadi  Rp 55.000 per Kilogram

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar  Turun 15,38%  Menjadi  Rp 55.000 per Kilogram

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar per 27 November 2025 tercatat stabil pada hampir semua komoditas. Meski demikian, beberapa komoditas hortikultura terutama kelompok cabe mengalami pergerakan harga, baik kenaikan maupun penurunan, berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Harga beras hari ini terpantau stabil dengan harga rata-rata berada di […]

expand_less