Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » 6,67 Persen Penduduk Jambi Masih Miskin, Ini Peta Kemiskinan Tiap Daerah

6,67 Persen Penduduk Jambi Masih Miskin, Ini Peta Kemiskinan Tiap Daerah

  • account_circle say say
  • calendar_month 16 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Persentase penduduk miskin di Provinsi Jambi kembali menurun pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Jambi sebesar 6,67 persen, turun 0,52 poin persentase dibandingkan Maret 2025 dan 0,22 poin dibandingkan September 2025. Jumlah penduduk miskin juga turun menjadi 253,73 ribu orang, berkurang 17,2 ribu orang dalam setahun.

Namun, perbaikan tersebut belum menggambarkan kondisi yang seragam di seluruh wilayah Jambi. Data kabupaten/kota terbaru yang tersedia secara lengkap dari BPS menunjukkan perbedaan tingkat kemiskinan yang cukup lebar pada Maret 2025.

Pada periode tersebut, Tanjung Jabung Timur mencatat persentase penduduk miskin tertinggi di Jambi, yakni 9,96 persen. Posisi berikutnya ditempati Tanjung Jabung Barat sebesar 9,67 persen, Batang Hari 8,27 persen, Sarolangun 8,74 persen, dan Merangin 8,07 persen. Sementara itu, Muaro Jambi mencatat tingkat kemiskinan relatif lebih rendah, yakni 4,32 persen, disusul Bungo 5,17 persen, Tebo 5,97 persen, dan Kota Sungai Penuh 3,23 persen.

Dari sisi jumlah, Kota Jambi memiliki jumlah penduduk miskin terbesar, mencapai sekitar 47,21 ribu orang pada Maret 2025. Angka tersebut berkaitan dengan besarnya jumlah penduduk Kota Jambi dibandingkan daerah lain. Sementara Kota Sungai Penuh mencatat jumlah penduduk miskin sekitar 2,87 ribu orang.

Baca Juga : Pasar Kerja Jambi Membaik, Tapi Peta Pengangguran Antarwilayah Masih Berbeda

Perbedaan tersebut penting karena jumlah penduduk miskin dan persentase kemiskinan menceritakan dua hal berbeda. Wilayah dengan populasi besar dapat memiliki jumlah penduduk miskin yang lebih tinggi meskipun persentase kemiskinannya tidak menjadi yang tertinggi.

BPS juga mencatat perbedaan garis kemiskinan antardaerah. Pada data 2024, garis kemiskinan Kota Jambi mencapai sekitar Rp757 ribu per kapita per bulan, sementara Tanjung Jabung Barat sekitar Rp575 ribu. Perbedaan ini menunjukkan bahwa biaya memenuhi kebutuhan minimum juga tidak sama antarwilayah.

Bagi dunia usaha, data tersebut menjadi indikator penting dalam membaca daya beli dan karakter pasar lokal. Penurunan kemiskinan dapat memperluas ruang konsumsi sebagian masyarakat, tetapi peluang bisnis tetap bergantung pada pendapatan, struktur pekerjaan, kepadatan penduduk, harga kebutuhan, serta karakteristik masing-masing wilayah.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Manfaat Telur Setengah Matang Ayam Kampung dan Risikonya

    Ini Manfaat Telur Setengah Matang Ayam Kampung dan Risikonya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Telur ayam kampung setengah matang dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi yang kaya dan banyak dikonsumsi masyarakat. Selain memiliki cita rasa khas dan tekstur lembut, makanan ini juga mengandung berbagai zat gizi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan utama dalam telur ayam kampung meliputi protein berkualitas tinggi, vitamin D, serta antioksidan seperti […]

  • Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar di Cilegon untuk Ekspansi Gudang

    Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar di Cilegon untuk Ekspansi Gudang

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Chandra Warehouse Cilegon (CWC), telah melakukan pembelian lahan senilai Rp 240 miliar di Kawasan Industri Krakatau I, Cilegon, Banten, untuk mendukung ekspansi bisnis pergudangan. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa pembelian tanah tersebut dilakukan pada 30 Oktober 2025 […]

  • Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit

    Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal tegas kepada bank-bank pelat merah terkait rendahnya penyerapan dana pemerintah. Dana Rp 200 triliun yang ditempatkan di lima bank BUMN akan dicabut jika tidak segera disalurkan ke sektor riil. Dalam rapat kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Purbaya menegaskan […]

  • Polda Jambi Libatkan Brimob Amankan Arus Mudik Lebaran 2026 di Titik Rawan

    Polda Jambi Libatkan Brimob Amankan Arus Mudik Lebaran 2026 di Titik Rawan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polda Jambi melibatkan personel Brigade Mobil (Brimob) untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di sejumlah titik rawan di wilayah Provinsi Jambi. Kapolda Jambi, Krisno H Siregar, mengatakan pelibatan Brimob dilakukan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. “Personel Brimob akan turut melaksanakan patroli skala besar untuk memastikan […]

  • Pertamina Operasikan SPBU Mobile untuk Percepat Layanan BBM di Wilayah Bencana Sumatera

    Pertamina Operasikan SPBU Mobile untuk Percepat Layanan BBM di Wilayah Bencana Sumatera

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan penggunaan Pertamina Mobile SPBU dan perangkat canting atau tabung mini guna mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga pasokan energi selama proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, akses energi […]

  • Rupiah Keok Lagi! Dolar AS Bertahan di Atas Rp17.600

    Rupiah Keok Lagi! Dolar AS Bertahan di Atas Rp17.600

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih tak berdaya menghadapi dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali melemah pada awal perdagangan Senin (14/9/2026). Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.614 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 3 poin atau 0,2 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.611 per dolar AS. Terkait pelemahan yang terjadi itu, […]

expand_less