Harga Sawit Jambi Meroket! TBS Tembus Rp3.717 per Kg, Petani Panen Cuan Akhir Oktober 2026
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Petugas memasukan TBS sawit ke bak truk.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kabar menggembirakan datang bagi petani kelapa sawit di Provinsi Jambi. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali naik menjelang akhir Oktober 2026. Untuk tanaman kelompok umur 10–20 tahun, harganya menembus Rp3.717,77 per kilogram.
Berdasarkan hasil rapat penetapan harga yang digelar Dinas Perkebunan Provinsi Jambi bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Jambi pada Kamis (29/10/2026), harga TBS pekebun mitra plasma mengalami kenaikan di seluruh kelompok umur tanaman.
Harga tersebut berlaku untuk periode 30 Oktober hingga 5 November 2026. Kenaikan tertinggi secara nominal terjadi pada kelompok umur 10–20 tahun, yakni Rp38,43 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level Rp3.679,34 per kilogram.
Penguatan harga TBS menjadi kabar positif bagi pekebun karena berpotensi meningkatkan penerimaan dari penjualan hasil panen. Besarnya tambahan pendapatan tetap bergantung pada volume produksi, luas lahan, produktivitas kebun, serta biaya pemeliharaan dan pengangkutan.
Kenaikan harga ini didukung penetapan sejumlah indikator komoditas sawit. Harga rata-rata minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp14.765,64 per kilogram. Sementara itu, harga inti sawit atau kernel mencapai Rp12.276,76 per kilogram.
Indeks K ditetapkan sebesar 93,49 persen, sedangkan harga cangkang berada di angka Rp21 per kilogram. Komponen tersebut menjadi bagian dari perhitungan penetapan harga TBS pekebun mitra plasma di Jambi.
Harga TBS Sawit Jambi Berdasarkan Umur Tanaman
Untuk tanaman umur 3 tahun, harga TBS naik Rp34 menjadi Rp3.081,68 per kilogram. Tanaman umur 4 tahun naik Rp35,16 menjadi Rp3.256,75 per kilogram, sedangkan umur 5 tahun meningkat Rp35,24 menjadi Rp3.333,16 per kilogram.
Berikutnya, harga TBS tanaman umur 6 tahun naik Rp36,21 menjadi Rp3.424,01 per kilogram. Untuk umur 7 tahun, harganya meningkat Rp36,77 menjadi Rp3.503,15 per kilogram.
Tanaman umur 8 tahun ditetapkan Rp3.556,77 per kilogram setelah naik Rp36,85. Sementara itu, umur 9 tahun naik Rp37,95 menjadi Rp3.638,17 per kilogram.
Pada kelompok tanaman yang lebih tua, harga TBS umur 21 tahun naik Rp37,98 menjadi Rp3.659,34 per kilogram. Umur 22 tahun ditetapkan Rp3.573,52 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.538,09 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.502,20 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.461,70 per kilogram.
Harga Sawit Pekebun Swadaya Ikut Naik
Kenaikan harga juga dirasakan pekebun mitra swadaya di Jambi. Untuk varietas Tenera 100 persen atau Dura 0 persen dengan rendemen CPO 20,28 persen, harga TBS naik menjadi Rp3.407,16 per kilogram dari sebelumnya Rp3.370,32 per kilogram.
Penguatan harga ini memberikan peluang tambahan penerimaan bagi petani, termasuk pekebun swadaya yang mengandalkan hasil kebun sebagai sumber pendapatan utama.
Meski demikian, petani tetap perlu memperhitungkan biaya pupuk, tenaga kerja, perawatan kebun, dan transportasi agar kenaikan harga jual benar-benar berdampak terhadap keuntungan bersih.
Perkembangan harga TBS Jambi pada awal November mendatang akan menjadi perhatian pelaku usaha perkebunan, mengingat komoditas sawit memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah dan menjaga pendapatan masyarakat di sentra perkebunan.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
