Perak Antam Loyo, Harga Hari Ini Turun Jadi Rp36.700 per Gram
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Harga logam mulia berwarna putih keperakan tersebut terkoreksi Rp400 per gram, mengikuti pelemahan harga perak di pasar global.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini turun menjadi Rp36.700 per gram. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp37.100 per gram.
Antam menyediakan sejumlah pilihan produk perak, mulai dari perak batangan hingga perak butiran murni dengan kadar kemurnian 99,95 persen.
Untuk produk perak batangan ukuran 250 gram, harga dasar pada perdagangan hari ini mencapai Rp9.575.000. Setelah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen, total harga yang harus dibayarkan pembeli menjadi Rp10.628.250.
Sementara itu, perak batangan dengan berat 500 gram dibanderol Rp18.350.000 sebelum pajak. Setelah ditambah PPN 11 persen, harga akhirnya mencapai Rp20.368.500.
Di pasar internasional, harga perak juga bergerak melemah. Berdasarkan pemantauan laman Kitco, harga perak spot turun 0,54 persen menjadi USD53,56 per ons saat berita ini ditulis.
Pelemahan tersebut terjadi setelah pasar merespons keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan Amerika Serikat di kisaran 3,75–4,00 persen. Bank sentral AS masih menghadapi tantangan inflasi yang persisten di tengah aktivitas ekonomi yang dinilai tetap tangguh.
Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara dengan hasil 10 banding 2. Perbedaan pandangan di antara para pejabat The Fed mencerminkan ketidakpastian mengenai langkah kebijakan moneter berikutnya dalam menghadapi tekanan inflasi.
Selain kebijakan suku bunga, perkembangan geopolitik turut memengaruhi prospek harga logam mulia. Situasi di Selat Hormuz dan hubungan Amerika Serikat dengan Iran masih menjadi sumber ketidakpastian di pasar komoditas.
Ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk juga mendorong kenaikan harga minyak mentah dan menambah kekhawatiran terhadap prospek inflasi global.
Bagi calon investor, penurunan harga perak dapat menjadi momentum untuk memantau peluang pembelian. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan fluktuasi harga, biaya transaksi, pajak, serta jangka waktu penyimpanan.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
