Senin, 20 Apr 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah

Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah

  • account_circle say say
  • calendar_month 16 menit yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 5,1 persen pada 2026 dinilai belum cukup kuat untuk menahan laju peningkatan utang pemerintah. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun Institute for Strategic and Economic Action Indonesia menyebutkan, kondisi fiskal Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, terutama karena biaya utang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi.

Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang berada di kisaran 6,6 persen hingga 6,9 persen membuat biaya pembiayaan pemerintah melampaui pertumbuhan ekonomi riil.

Dalam kondisi tersebut, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) berpotensi terus meningkat, kecuali jika pemerintah mampu mencatatkan surplus keseimbangan primer.

Namun, pada 2026 Indonesia masih diproyeksikan mengalami defisit keseimbangan primer sekitar 0,6 persen dari PDB. Artinya, pemerintah masih membutuhkan tambahan utang baru, bahkan untuk menutup pembayaran bunga utang.

Laporan tersebut juga menyoroti indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bersifat debt-driven, yakni didorong oleh pembiayaan utang, bukan oleh peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.

Akibatnya, meskipun pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen, kondisi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menurunkan ketergantungan terhadap utang.

Selain itu, struktur pertumbuhan ekonomi yang masih bergantung pada konsumsi domestik dinilai rentan terhadap tekanan, terutama di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan berakhirnya berbagai stimulus fiskal pada masa pandemi.

Tanpa adanya reformasi struktural yang mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat penerimaan negara, pertumbuhan ekonomi berisiko tidak sejalan dengan kebutuhan konsolidasi fiskal.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Validasi dan Registrasi Massal NIK Pegawai di Portal NPWP 2025, Wajib Diketahui Pemberi Kerja

    Cara Validasi dan Registrasi Massal NIK Pegawai di Portal NPWP 2025, Wajib Diketahui Pemberi Kerja

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan kembali menghadirkan pembaruan besar dalam sistem administrasi perpajakan melalui peluncuran fitur Validasi dan Registrasi Massal NIK Pegawai di Portal NPWP (portalnpwp.pajak.go.id). Fitur ini tersedia dalam Portal NPWP Versi 2.1 yang mulai berlaku pada 2025 sebagai bagian dari integrasi penuh NIK–NPWP menuju sistem Coretax. Pembaruan ini sangat penting […]

  • Kemenkeu Didesak Terbitkan Blacklist Importir Barang Bekas

    Kemenkeu Didesak Terbitkan Blacklist Importir Barang Bekas

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendapat tenggat waktu satu minggu untuk menyelesaikan daftar hitam (blacklist) importir nakal yang selama ini kedapatan memasukkan barang impor bekas ke Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penindakan tegas terhadap importir yang melanggar aturan sudah tidak bisa ditunda lagi, sehingga daftar hitam tersebut wajib segera diterbitkan. Purbaya mengakui […]

  • Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

    Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginginkan Indonesia harus mencontoh Jepang terkait penerapan bangunan tahan gempa. Dody beralasan, Indonesia berada di ring of fire atau cincin api. Hal itu ditandai dengan aktivitas gunung berapi dan gempa bumi berkala akibat pergerakan dan pertemuan lempeng-lempeng tektonik. “Kita harus mulai mencontoh Jepang. Memang kemudian ada tim […]

  • Harga Perak Turun Tajam, Ini Penyebabnya

    Harga Perak Turun Tajam, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produk Antam kembali anjlok hari ini, Rabu (18/2/2026). Hal ini disebabkan oleh investor yang menunggu data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tertunda. Dikutip dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun tajam sebesar Rp 2.000 ke level Rp 46.000 per gram. Sebelumnya, harga perak pada Selasa (17/2/2026) melemah sebesar Rp 250 […]

  • Cuaca Jambi Sepekan ke Depan Didominasi Hujan, Waspada Petir

    Cuaca Jambi Sepekan ke Depan Didominasi Hujan, Waspada Petir

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca di Provinsi Jambi untuk periode 27 Maret hingga 5 April 2026 didominasi hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Berdasarkan data prakiraan, wilayah seperti Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Sarolangun berpotensi mengalami hujan ringan secara konsisten dalam beberapa hari ke depan, dengan suhu berkisar antara 16 hingga 32 derajat Celsius dan […]

  • Rebound Kuat, Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,85 juta

    Rebound Kuat, Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,85 juta

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah mengalami tekanan pada perdagangan kemarin, kini harga emas Antam berbalik arah menguat tajam. Harga emas Antam hari ini, Selasa (7/4/2026), naik Rp19.000 menjadi Rp2.850.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam pada Senin (6/4/2026) sempat ambrol sebesar Rp26.000 ke level Rp 2.831.000 per gram. Adanya kenaikan yang terjadi ini membuat harga buyback emas […]

expand_less