Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah

Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Dinilai Belum Cukup Menahan Laju Utang Pemerintah

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 5,1 persen pada 2026 dinilai belum cukup kuat untuk menahan laju peningkatan utang pemerintah. Laporan Analisis Kritis Keberlanjutan Utang Indonesia 2026 yang disusun Institute for Strategic and Economic Action Indonesia menyebutkan, kondisi fiskal Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, terutama karena biaya utang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi.

Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang berada di kisaran 6,6 persen hingga 6,9 persen membuat biaya pembiayaan pemerintah melampaui pertumbuhan ekonomi riil.

Dalam kondisi tersebut, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) berpotensi terus meningkat, kecuali jika pemerintah mampu mencatatkan surplus keseimbangan primer.

Namun, pada 2026 Indonesia masih diproyeksikan mengalami defisit keseimbangan primer sekitar 0,6 persen dari PDB. Artinya, pemerintah masih membutuhkan tambahan utang baru, bahkan untuk menutup pembayaran bunga utang.

Laporan tersebut juga menyoroti indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bersifat debt-driven, yakni didorong oleh pembiayaan utang, bukan oleh peningkatan produktivitas yang berkelanjutan.

Akibatnya, meskipun pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen, kondisi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menurunkan ketergantungan terhadap utang.

Selain itu, struktur pertumbuhan ekonomi yang masih bergantung pada konsumsi domestik dinilai rentan terhadap tekanan, terutama di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan berakhirnya berbagai stimulus fiskal pada masa pandemi.

Tanpa adanya reformasi struktural yang mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat penerimaan negara, pertumbuhan ekonomi berisiko tidak sejalan dengan kebutuhan konsolidasi fiskal.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD 100 Per Barel

    Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD 100 Per Barel

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga di bawah level USD 100 per barel, menyusul meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat […]

  • Percasi Jambi Perkuat Regenerasi Catur Lewat Coaching Clinic Bersama FM Rian Kapiraga

    Percasi Jambi Perkuat Regenerasi Catur Lewat Coaching Clinic Bersama FM Rian Kapiraga

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi terus memperkuat fondasi pembinaan atlet muda. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui coaching clinic catur bersama FIDE Master (FM) Rian Kapiraga yang digelar di Paviliun Jambi Business Center (JBC), Sabtu (8/2/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan atlet catur junior dari berbagai kabupaten dan kota […]

  • LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

    LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti perlambatan pertumbuhan kredit perbankan di tengah lonjakan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh dua digit sepanjang 2025. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan pertumbuhan simpanan masyarakat tercatat di atas 10 persen. Kondisi ini menunjukkan kemampuan menabung masyarakat masih relatif kuat. “Kalau kita lihat 2025, pertumbuhan dana pihak […]

  • Harga Perak Antam Turun Lagi, Saatnya Koleksi Perak?

    Harga Perak Antam Turun Lagi, Saatnya Koleksi Perak?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam merosot pada perdagangan Jumat, (27/3/2026). Tekanan terhadap harga perak hari ini mengikuti harga emas Antam dan perak dunia. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun Rp1.600. Dengan demikian, harga perak dibanderol Rp 44.100 dari perdagangan sebelumnya Rp 45.700. Antam memiliki perak batangan 250 gram, 500 gram dan […]

  • Harga Perak Tembus Rp51.450 per Gram, Level Baru

    Harga Perak Tembus Rp51.450 per Gram, Level Baru

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni Antam kembali melonjak hari ini. Harga terbarunya melampaui level Rp50.000. Dikutip dari laman Logam Mulia, Selasa (10/2/2026), harga perak Antam melonjak tinggi Rp1.500 ke level Rp51.450 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Senin (9/2/2026) melesat tinggi Rp 750 ke level Rp 50.250 per gram. Harga dasar perak Antam murni […]

  • THR PNS 2026 Belum Cair di Pekan Kedua Ramadan, Janji Menkeu Purbaya Dipertanyakan

    THR PNS 2026 Belum Cair di Pekan Kedua Ramadan, Janji Menkeu Purbaya Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tunjangan Hari Raya (THR) PNS 2026 hingga pekan kedua Ramadan belum juga cair. Kondisi ini memicu pertanyaan publik lantaran sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan THR ASN akan dilakukan pada awal bulan puasa. Berdasarkan pantauan hingga Senin (2/3/2026), pemerintah belum merilis Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar hukum pencairan THR bagi […]

expand_less