Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Dibuka Pagi Ini Rupiah Menguat ke Level Rp16.737 per Dolar AS

Dibuka Pagi Ini Rupiah Menguat ke Level Rp16.737 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan. Rupiah dibuka pada perdagangan Rabu (31/12/2025) menguat sebesar 34 poin atau sekitar 0,20 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Rupiah kini diposisi Rp16.737 per dolar AS.

Terhadap penguatan tersebut rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Disusul yuan China berada satu level di bawah rupiah setelah terkerek 0,07%.

Berikutnya, baht Thailand yang menanjak 0,03% dan dolar Singapura yang naik 0,02%. Kemudian peso Filipina yang menguat tipis 0,01%.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,31%.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia dan dolar Taiwan yang sama-sama tertekan 0,16%. Diikuti, dolar Hongkong yang turun 0,04%.

Kemudian yen Jepang terlihat melemah tipis 0,03% terhadap the greenback di pagi ini. Sementara itu, indeks dolar AS terdepresiasi sebesar 0,04% menuju posisi 98.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa rupiah akan ditutup melemah pada level Rp16.850 per dolar AS pada akhir tahun, Rabu (31/12/2025). Melansir Trading Economics, sentimen rupiah masih rapuh seiring sikap dovish Bank Indonesia (BI) yang terus membebani pergerakan mata uang domestik.

Kondisi ini terjadi meski Dewan Gubernur BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut pada pertengahan Desember, setelah memangkas total 150 basis poin sepanjang tahun lalu.

Pejabat BI mengisyaratkan pelonggaran kebijakan lanjutan masih berpeluang dilakukan guna menopang pertumbuhan ekonomi, terutama setelah terjadinya bencana besar di Sumatera. Di sisi lain, sikap kehati-hatian pelaku pasar meningkat menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting pada pekan ini, termasuk inflasi Desember dan neraca perdagangan November.

Trading Economics mencatat sepanjang 2025 rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di Asia, dengan pelemahan sekitar 4,3%. Dari sisi kebijakan, BI juga akan menghentikan penggunaan Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan menggantinya dengan Indonesian Overnight Index Average (IndONIA) mulai 1 Januari 2026 guna meningkatkan transparansi pasar uang serta menyelaraskan praktik domestik dengan standar global.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musprovlub FORKI Jambi 2026, Nandang Pambudi Siap Bawa Warna Baru dan Target Prestasi Nasional

    Musprovlub FORKI Jambi 2026, Nandang Pambudi Siap Bawa Warna Baru dan Target Prestasi Nasional

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Jambi yang direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026 menjadi momentum penting bagi arah baru pembinaan karate di daerah tersebut. Musprovlub ini dipandang sebagai langkah awal untuk membangun kembali harapan dan meningkatkan prestasi FORKI Jambi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu […]

  • PLN Resmi Operasikan Smart Microgrid Hijau di Nusa Penida

    PLN Resmi Operasikan Smart Microgrid Hijau di Nusa Penida

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan Smart Microgrid Nusa Penida, sebuah sistem kelistrikan cerdas berbasis digital dan energi hijau yang mampu mengatur pembangkit dan sistem penyimpanan baterai secara otomatis. Infrastruktur ini menjadi langkah strategis PLN untuk menjaga keandalan listrik sekaligus mempercepat transisi energi bersih di kawasan Nusa Penida, Bali. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo […]

  • BI Waspadai Dampak Shutdown AS ke Pasar Keuangan Indonesia

    BI Waspadai Dampak Shutdown AS ke Pasar Keuangan Indonesia

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mewaspadai potensi dampak dari government shutdown atau penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) terhadap stabilitas pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Kondisi ini dinilai mencerminkan masih tingginya ketidakpastian ekonomi dunia. Government shutdown terjadi ketika Kongres AS gagal meloloskan anggaran sebelum tahun fiskal berakhir pada 30 September, menyebabkan sebagian besar layanan federal berhenti […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Turun pada Komoditas Cabe Merah, Lainnya Stabil

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Turun pada Komoditas Cabe Merah, Lainnya Stabil

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi pada Selasa (9/12/2025) mayoritas terpantau stabil. Berdasarkan data SIHARKO Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hampir seluruh komoditas pangan tidak menunjukkan perubahan signifikan, kecuali cabai merah besar yang mengalami penurunan. Saat ini, harga beras belido dijual Rp15.000 per kilogram, sementara beras operasi pasar Bulog […]

  • Pembobolan Lewat BI Fast, OJK Akui Kompleksitas dan Sulit Ditangani Play Button

    Pembobolan Lewat BI Fast, OJK Akui Kompleksitas dan Sulit Ditangani

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kasus pembobolan perbankan melalui BI Fast menjadi kekhawatiran tersendiri. Terlebih peristiwa ini diduga dilakukan oleh jaringan yang terorganisir. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan keyakinan itu, Senin (15/12). Ia mengatakan kasus penipuan dan serangan siber di sektor keuangan saat ini merupakan persoalan yang semakin kompleks dan sulit ditangani. Dilansir Kompas.com, […]

  • Bank Dunia: Anak Muda Asia Timur dan Pasifik Sulit Dapat Pekerjaan Layak

    Bank Dunia: Anak Muda Asia Timur dan Pasifik Sulit Dapat Pekerjaan Layak

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia (World Bank) melaporkan bahwa anak muda di kawasan Asia Timur dan Pasifik menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan pekerjaan layak. Meski ekonomi kawasan ini terus tumbuh pesat berkat ekspor dan industri padat karya, perubahan teknologi dan demografi menciptakan ketimpangan di pasar tenaga kerja. Dalam laporannya, Bank Dunia mencatat tingkat pengangguran usia 15–24 […]

expand_less