Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menaker Ajak Perusahaan Bangun Budaya K3 dengan Pola Pikir Baru

Menaker Ajak Perusahaan Bangun Budaya K3 dengan Pola Pikir Baru

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh pimpinan perusahaan di Indonesia untuk membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pendekatan pola pikir baru yang berpusat pada manusia. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Menaker menjelaskan bahwa perubahan cara pandang terhadap K3 sangat penting agar keselamatan kerja tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi budaya yang hidup di lingkungan kerja.

“Ada yang harus kita ubah, yaitu pola pikir lama tentang K3 menjadi pola pikir yang seharusnya. Keselamatan bukan sekadar tidak adanya kecelakaan, melainkan adanya kapasitas dan kesiapan menghadapi risiko,” ujar Menaker Yassierli.

Menaker yang juga Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan, ada tiga perubahan paradigma utama yang harus dilakukan dunia usaha dalam membangun budaya K3:

Pertama, pandangan bahwa keselamatan berarti tidak ada kecelakaan harus diganti menjadi keselamatan adalah adanya kapasitas dan kesiapan. Ia mencontohkan bahwa seseorang dikatakan sehat bukan karena tidak pernah sakit, melainkan karena aktif menjaga kesehatannya.

Kedua, pola pikir bahwa manusia adalah masalah harus diubah menjadi manusia adalah solusi. Menurutnya, pelibatan pekerja dalam sistem K3 menjadi kunci utama membangun resiliensi (ketahanan) di tempat kerja.

“Kalau kita mau membangun resiliensi, libatkan para pekerja dan bangun hubungan baik dengan mereka. Mereka yang paling tahu potensi bahaya dan risiko di lapangan,” tutur Yassierli.

Ketiga, pandangan bahwa kesalahan manusia harus disalahkan perlu diubah menjadi kesalahan manusia sebagai faktor pembelajaran preventif dan proaktif. Dengan cara ini, budaya K3 akan berkembang menjadi sistem yang adaptif dan berkelanjutan.

Melalui perubahan pola pikir tersebut, Menaker berharap dunia usaha dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif, sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi K3 nasional.

“Budaya K3 yang kuat akan meningkatkan kepatuhan dan produktivitas di tempat kerja. Inilah fondasi penting menuju ketenagakerjaan yang berdaya saing dan manusiawi,” tegasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Mengecek Notaris dan PPAT Bodong atau Tidak

    Ini Cara Mengecek Notaris dan PPAT Bodong atau Tidak

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mayoritas masyarakat berpikir notaris maupun Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) adalah satu profesi yang sama. Memang, keduanya berhubungan dengan pembuatan akta pertanahan, namun memiliki perbedaan dari tugas maupun wewenangnya. PPAT merupakan pejabat umum yang secara khusus diberi kewenangan membuat akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu yang berkaitan dengan tanah dan bangunan. Dasar hukumnya […]

  • Rosan Roeslani Nilai Rangkap Jabatan Dony Oskaria Perkuat Sinergi Danantara dan BP BUMN

    Rosan Roeslani Nilai Rangkap Jabatan Dony Oskaria Perkuat Sinergi Danantara dan BP BUMN

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, menanggapi soal rangkap jabatan Dony Oskaria yang kini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Rosan menilai, kehadiran Dony di dua posisi strategis tersebut justru memperkuat koordinasi dan sinergi antara Danantara dan BP BUMN dalam menjalankan berbagai program […]

  • Warga Jambi Cek Harga! Emas Pegadaian Turun Tajam

    Warga Jambi Cek Harga! Emas Pegadaian Turun Tajam

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Pergerakan harga emas di Pegadaian pada Rabu (29/4/2026) pagi menunjukkan tren yang bervariasi. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS dan Galeri24 kompak mengalami penurunan. Sementara emas Antam justru mencatat kenaikan tipis. Harga emas UBS hari ini dipatok sebesar Rp2.840.000 per gram. Angka tersebut turun cukup signifikan dibandingkan […]

  • Harga Perak Antam Terkoreksi Rp2.900 Hari Ini: Anjlok!

    Harga Perak Antam Terkoreksi Rp2.900 Hari Ini: Anjlok!

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam mengalami penurunan hari ini, Selasa (3/3/2026). Data terbaru menunjukkan bahwa harga perak Antam terkoreksi cukup dalam setelah perdagangan sebelumnya. Mengutip dari laman Logam Mulia, harga perak Antam turun sebesar Rp2.900 per gram. Pergerakan ini menempatkan harga perak pada level Rp 56.200 per gram, dari harga perdagangan sebelumnya berada di […]

  • PLN Gandeng Brasil Kembangkan PLTA, Dorong Transisi Energi Indonesia

    PLN Gandeng Brasil Kembangkan PLTA, Dorong Transisi Energi Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan investasi asal Brasil J&F S.A. untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Kolaborasi […]

  • Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

    Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana kenaikan Pungutan Ekspor (PE) sawit yang dikaitkan dengan rencana peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada 2026 menimbulkan kecemasan petani. Kebijakan ini dinilai melemahkan daya saing sawit Indonesia yang berujung pada penerimaan petani terkait harga sawit. Menurut Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) kebijakan tersebut dinilai berisiko merusak ekosistem kelapa sawit […]

expand_less