Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

Ini yang Dikhawatirkan Petani Kelapa Sawit Terkait Kenaikan Pungutan Eskpor

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rencana kenaikan Pungutan Ekspor (PE) sawit yang dikaitkan dengan rencana peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 pada 2026 menimbulkan kecemasan petani. Kebijakan ini dinilai melemahkan daya saing sawit Indonesia yang berujung pada penerimaan petani terkait harga sawit.

Menurut Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) kebijakan tersebut dinilai berisiko merusak ekosistem kelapa sawit dari hulu hingga hilir.

“Tujuan awal dari program biodiesel itu adalah untuk mengintervensi stabilisasi pasar dan tidak bisa mendominasi hingga B50. Karena itu, mendesain kebijakan biodiesel hingga sangat dominan adalah sesuatu yang keliru,” ujar Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).

Alasan dia menyebut daya saing sawit Indonesia di pasar global akan melemah karena dengan adanya kebijakan PE, akan menambah biaya ekspor, khususnya komponen cost, insurance, and freight (CIF).

Menurut POPSI, jika kebijakan B50 tetap dipaksakan dengan sumber pendanaan utama dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), maka petani sawit akan menjadi pihak yang paling dirugikan. Dana BPDP yang semestinya dialokasikan untuk peremajaan, peningkatan produktivitas, penguatan sumber daya manusia, serta dukungan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dikhawatirkan terpinggirkan.

Dikutip dari Kompas.com, saat ini, pungutan ekspor sawit berada di kisaran 75 hingga 95 dollar AS per ton, bergantung pada harga crude palm oil (CPO) internasional.

POPSI mencatat dana BPDP telah banyak terkuras untuk menutup selisih harga biosolar sawit dengan solar impor, sementara sejumlah program petani tersendat dan berpotensi kehabisan dana pada pertengahan 2026. POPSI juga mengingatkan bahwa kenaikan pungutan ekspor berdampak langsung pada harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.

Berdasarkan studi Serikat Petani Kelapa Sawit tahun 2018, setiap kenaikan pungutan ekspor sebesar 50 dollar AS per ton berkontribusi terhadap penurunan harga TBS sekitar Rp 435 per kilogram. Anggota POPSI yang juga Ketua Umum APKASINDO Perjuangan Alvian Rahman menegaskan, petani selama ini selalu menanggung dampak akhir kebijakan biodiesel.

“Petani tidak menikmati langsung program biodiesel, tetapi selalu diminta membayar mahal melalui turunnya harga Tandan Buah Sawit (TBS). Ini ketimpangan kebijakan yang terus berulang,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF Abra Talattov. Ia menilai rencana menuju B50 seharusnya didahului evaluasi menyeluruh atas kebijakan sebelumnya, termasuk pelaksanaan amanat Presiden Nomor 132 Tahun 2024. “Kondisi saat ini berbeda dibandingkan saat kebijakan sebelumnya diterapkan,” ujar Abra.

Sebagai solusi, POPSI menegaskan tidak menolak program biodiesel, namun meminta kebijakan tersebut didesain ulang agar lebih adil dan berkelanjutan. Salah satu usulan yang diajukan adalah penerapan subsidi biodiesel yang lebih terarah hanya untuk sektor Public Service Obligation (PSO), dengan batas atas subsidi maksimal sekitar Rp 4.000 per liter. Selain itu, POPSI mengusulkan penerapan konsep fleksiblending, dengan B30 sebagai batas minimum dan penyesuaian bauran biodiesel dilakukan secara dinamis mengikuti harga CPO dan minyak fosil. Menurut POPSI, pendekatan ini dapat menjaga keberlanjutan pendanaan BPDP sekaligus melindungi pendapatan petani sawit.

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Mudah Hindari Denda Pajak Kendaraan, Begini Langkah yang Harus Dilakukan

    Cara Mudah Hindari Denda Pajak Kendaraan, Begini Langkah yang Harus Dilakukan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sering muncul akibat kelalaian pemilik kendaraan yang terlambat melakukan pembayaran. Padahal, sejumlah langkah sederhana sebenarnya bisa dilakukan untuk mencegah munculnya sanksi administratif tersebut sehingga biaya tambahan dapat dihindari. Menurut data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, banyak wajib pajak masih mengalami keterlambatan akibat lupa jadwal atau kendala administrasi. […]

  • BSI Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Hadapi Libur Nataru

    BSI Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Hadapi Libur Nataru

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyiapkan uang tunai Rp15,49 triliun pada momentum libur akhir tahun 2025 dan tahun baru 2026. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah di outlet dan ATM/CRM untuk mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun dan awal tahun. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan BSI akan menyiapkan sinergi kesiapan […]

  • Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    Pertanian Sumbang 13,83% PDB Nasional, Produksi Beras Cetak Rekor di Era Prabowo

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan capaian besar dari sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan, sektor ini berhasil menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan kontribusi mencapai 13,83%. “Sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi PDB nasional. Angka 13,83% itu disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan dalam rapat di […]

  • Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

    Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga berbagai komoditas dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu setempat. Penguatan tercatat pada komoditas energi seperti minyak mentah dan batu bara, sementara Crude Palm Oil (CPO) dan timah justru melemah di tengah tekanan pasar global. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar komoditas yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan suku […]

  • Dana Rp83 Triliun Disiapkan untuk Koperasi Desa Merah Putih, Dukung Ekonomi dan Pembangunan Desa 2026

    Dana Rp83 Triliun Disiapkan untuk Koperasi Desa Merah Putih, Dukung Ekonomi dan Pembangunan Desa 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan dana sebesar Rp83 triliun untuk mendukung pembangunan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Dana besar ini akan menjadi salah satu pendorong utama kebangkitan ekonomi desa di tahun 2026. Direktur Sistem Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Subandono, menjelaskan bahwa pendanaan tersebut akan ditempatkan di perbankan nasional […]

  • Wakili Indonesia di Lomba Matematika Internasional Tokyo, Siswa Jambi Dapat Dukungan Wali Kota

    Wakili Indonesia di Lomba Matematika Internasional Tokyo, Siswa Jambi Dapat Dukungan Wali Kota

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. memberikan dukungan langsung kepada Muhammad Dhirga Al Ghanny (11), siswa SDIT Diniyyah Al Azhar Jambi yang akan mewakili Indonesia dalam ajang lomba matematika internasional di Tokyo, Jepang. Dhirga yang saat ini duduk di kelas 5 SDIT Diniyyah Al Azhar Jambi bertemu dengan Maulana di Ruang […]

expand_less