Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Diprediksi Melemah Jelang Rilis Notulen Rapat The Fed

Rupiah Diprediksi Melemah Jelang Rilis Notulen Rapat The Fed

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah belum menunjukkan tanda-tanda bergerak pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Kurs rupiah tercatat stagnan di level Rp17.995 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Antara, mata uang Indonesia tidak mengalami perubahan sama sekali atau 0 poin (0,00 persen) dibandingkan hari sebelumnya. Dengan demikian, kurs rupiah masih bertahan di level psikologis Rp17.995 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia juga berada di posisi yang sama, yakni Rp17.995 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah tipis 0,02% ke posisi 100,829.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah melemah seiring pelaku pasar menunggu rilis notulen meeting Federal Reserve (The Fed).

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dalam tekanan yang diperkirakan melemah pada kisaran di Rp17.950-Rp18.020 dipengaruhi faktor global. Walaupun index dollar melemah, namun pelaku pasar masih hati-hati dalam mengantisipasi rilis notulen meeting The Fed pada Kamis, 9 Juli, waktu AS,” ujarnya.

Pada rapat The Fed sebelumnya, lanjut Rully, bank sentral AS masih fokus pada target inflasi 2 persen. Namun, data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) yang buruk berpotensi mengalihkan fokus The Fed di bawa Gubernur Bank Sentral AS Kevin Warsh, sehingga diperkirakan akan lebih fleksibel terhadap forward guideline yang memberikan sinyal lebih pasti terhadap arah suku bunga.

Melihat faktor domestik, pelaku pasar mempertimbangkan sentimen neraca perdagangan yang mengalami defisit 1,61 miliar dolar AS dan arus modal keluar di pasar saham sejak awal Juli sebesar Rp2,73 triliun.

Selain itu, pelaku pasar dikatakan juga masih wait and see data cadangan devisa yang akan dirilis pada siang hari ini oleh Bank Indonesia (BI).

“Cadangan devisa diperkirakan kembali turun akibat intervention BI di pasar valas, namun masih pada rasio yang memadai di atas 5 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah,” ungkap Rully.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selat Hormuz dalam Pusaran Konflik Iran vs AS-Israel

    Selat Hormuz dalam Pusaran Konflik Iran vs AS-Israel

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah Iran menyatakan menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi salah satu nadi perdagangan energi dunia. Langkah itu diambil setelah serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Pernyataan penutupan disampaikan pejabat Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Mereka memperingatkan bahwa kapal yang mencoba […]

  • BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

    BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah telah menyalurkan dana ke sektor riil sebesar Rp167,6 triliun per 22 Oktober 2025. Dengan kata lain realisasi penyaluran dana ini sudah 84% dari pagu penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp200 triliun. “Perbankan sudah menggunakan Rp167,6 triliun atau 84% dari yang dana pemerintah yang ditempatkan,” ucap Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian […]

  • Jelang Ramadhan 2026, Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Jambi Naik hingga 20 Persen

    Jelang Ramadhan 2026, Harga Cabai di Pasar Talang Banjar Jambi Naik hingga 20 Persen

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil menjelang bulan Ramadhan 2026. Namun, komoditas cabai mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data SIHARKO pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi per 12 Februari 2026, harga cabai merah besar naik 20 persen menjadi Rp 40.000 […]

  • Berantas Ekonomi Bawah Tanah, Bea Cukai dan Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

    Berantas Ekonomi Bawah Tanah, Bea Cukai dan Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aparat gabungan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak melakukan penyegelan terhadap sejumlah kapal mewah di kawasan Teluk Jakarta. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menindak praktik ekonomi bawah tanah (underground economy) yang dinilai merugikan negara. Penyegelan tersebut merupakan hasil pengawasan intensif terhadap kepemilikan dan penggunaan kapal mewah yang […]

  • Minyak Dunia Ambrol! Dari US1 Kini Terseret ke US

    Minyak Dunia Ambrol! Dari US$111 Kini Terseret ke US$92

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi (29/5/2026), memperpanjang tren penurunan tajam yang terjadi sepanjang pekan ini. Tekanan jual semakin kuat, menandai perubahan arah signifikan di pasar energi global. Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.35 WIB, harga minyak jenis Brent sebagai acuan global berada di level US$92,74 per barel, turun dari […]

  • Harga Emas di Pegadaian Naik, Beli atau Jual?

    Harga Emas di Pegadaian Naik, Beli atau Jual?

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dijual Pegadaian mengalami kenaikan hari ini. Baik itu emas UBS maupun Galeri24, dengan nilai kenaikan yang sama. Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian, Selasa (31/3/2026), harga emas UBS naik sebesar Rp27.000 dari Rp2.819.000 menjadi Rp2.846.000 per gram. Sedangkan Galeri24 naik Rp27.000 menjadi Rp2.833.000 dari sebelumnya Rp2.806.000 per gram. Pegadaian sendiri […]

expand_less