Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Jelang Akhir 2025

Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Jelang Akhir 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Investor asing masih bersikap hati-hati atau wait and see untuk kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia menjelang akhir tahun 2025. Ketidakpastian global dan sejumlah faktor domestik menjadi alasan utama investor menunda langkahnya, terutama di pasar obligasi. Chief Economist Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan bahwa sejak September 2025, tren aliran modal asing di pasar surat utang masih menunjukkan arus keluar (outflow). Namun, ia menilai tekanan tersebut berpotensi mulai mereda dalam waktu dekat karena nilai capital outflow yang sudah cukup besar.

“Untuk pasar obligasi, investor asing masih menunggu arah kebijakan fiskal pemerintah dan potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI rate),” kata David kepada Kontan, Minggu (26/10).

Data Bank Indonesia mencatat, arus masuk dana asing di pasar obligasi yang sempat mencapai sekitar Rp73 triliun pada April–Mei 2025 kini turun tajam menjadi hanya Rp8,58 triliun per 23 Oktober 2025.

Sementara itu, di pasar saham (equity market), meski belakangan juga sempat mengalami outflow, David melihat adanya peluang pemulihan. Valuasi sejumlah saham dinilai sudah cukup murah (oversold), sehingga bisa menarik kembali minat investor asing.

“Dari sisi saham, kita melihat peluang masuknya kembali dana asing. Banyak fund manager yang menilai fundamental perusahaan di Indonesia masih kuat,” jelasnya.

Namun demikian, pasar global masih dibayangi ketidakpastian terkait potensi trade war antara Amerika Serikat (AS) dan China. Investor kini menunggu hasil negosiasi dan kebijakan tarif baru yang mungkin diumumkan pada awal November 2025 oleh pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump.

Meski tensi dagang tersebut masih menjadi perhatian, David menilai dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia tidak akan terlalu besar, karena sebagian besar sudah diantisipasi oleh pelaku pasar.

Selain itu, peluang penurunan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan FOMC pada 28–29 Oktober 2025 berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Jika The Fed menurunkan bunga, biasanya pasar negara berkembang akan kembali menarik bagi investor global,” ungkap David.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak stabil di kisaran Rp16.600–Rp16.800 per dolar AS hingga akhir tahun. Dukungan juga datang dari rencana penerbitan Dim Sum Bond dan peningkatan realisasi investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) pada kuartal IV-2025.

Kombinasi faktor eksternal dan kebijakan ekonomi dalam negeri yang lebih akomodatif diharapkan mampu menarik kembali aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia, terutama menjelang pergantian tahun.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menguat Tipis, Rupiah Jadi Rp16.694 per Dolar AS

    Menguat Tipis, Rupiah Jadi Rp16.694 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kini diposisi Rp16.694 per dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah terjadi penguatan pada perdagangan Selasa (9/12/2025) pagi ini sebesar 1 poin atau 0,01 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.695 per dolar AS. Saat ini pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, yen Jepang dan dolar […]

  • Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sekretariat RCEP, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik

    Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sekretariat RCEP, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk memperkuat koordinasi dan memastikan keberlanjutan kerja sama ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Indonesia memperkuat peran sebagai pusat ekonomi regional. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto […]

  • Menanjak ke Level Baru, Harga Perak Tembus Rp65.600 per Gram

    Menanjak ke Level Baru, Harga Perak Tembus Rp65.600 per Gram

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni PT Antam kembali menguat hingga menembus level baru pada Senin, 26 Januari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam menanjak Rp 1.350 ke level Rp 65.600 per gram. Angka ini merupakan level baru dengan melampaui Rp 65.000 per gram. Sebelumnya, harga perak Antam pada Sabtu (24/1/2026) naik drastis […]

  • Terungkap, Pedagang Pasar Tanah Abang Dapat Pasokan Air Zamzam dari Jamaah Umrah hingga Importir

    Terungkap, Pedagang Pasar Tanah Abang Dapat Pasokan Air Zamzam dari Jamaah Umrah hingga Importir

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penjualan air Zamzam di Pasar Tanah Abang kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang mengungkapkan jalur distribusi air Zamzam dari Arab Saudi ke Indonesia, di tengah pembatasan ekspor yang diberlakukan pemerintah setempat. Berdasarkan penelusuran di lokasi, air Zamzam yang dijual di pasar tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari jamaah umrah, importir khusus, hingga awak […]

  • BPS: Batang Hari Miliki Peserta BPJS PBI Tertinggi, Kota Jambi Dominasi BPJS Non-PBI pada 2025

    BPS: Batang Hari Miliki Peserta BPJS PBI Tertinggi, Kota Jambi Dominasi BPJS Non-PBI pada 2025

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perbedaan pola kepesertaan jaminan kesehatan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi sepanjang 2025. Data yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tersebut menunjukkan Batang Hari menjadi daerah dengan persentase peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) tertinggi, sementara Kota Jambi mendominasi kepesertaan BPJS Kesehatan Non-PBI. […]

  • Drama Meja Akhir, Percasi Bungo Juara Umum Turnamen Catur Non Master Seri II Pengprov Percasi Jambi di Kerinci

    Drama Meja Akhir, Percasi Bungo Juara Umum Turnamen Catur Non Master Seri II Pengprov Percasi Jambi di Kerinci

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kontingen Percasi Kabupaten Bungo memastikan diri sebagai juara umum dalam Turnamen Catur Bulanan Non Master Seri II yang digelar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Jambi di Kabupaten Kerinci. Dari total 106 pecatur yang ambil bagian, Bungo tampil konsisten dan dominan hingga babak terakhir yang berlangsung dramatis. Penentuan juara berlangsung menegangkan di dua […]

expand_less