Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Jelang Akhir 2025

Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Jelang Akhir 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Investor asing masih bersikap hati-hati atau wait and see untuk kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia menjelang akhir tahun 2025. Ketidakpastian global dan sejumlah faktor domestik menjadi alasan utama investor menunda langkahnya, terutama di pasar obligasi. Chief Economist Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan bahwa sejak September 2025, tren aliran modal asing di pasar surat utang masih menunjukkan arus keluar (outflow). Namun, ia menilai tekanan tersebut berpotensi mulai mereda dalam waktu dekat karena nilai capital outflow yang sudah cukup besar.

“Untuk pasar obligasi, investor asing masih menunggu arah kebijakan fiskal pemerintah dan potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI rate),” kata David kepada Kontan, Minggu (26/10).

Data Bank Indonesia mencatat, arus masuk dana asing di pasar obligasi yang sempat mencapai sekitar Rp73 triliun pada April–Mei 2025 kini turun tajam menjadi hanya Rp8,58 triliun per 23 Oktober 2025.

Sementara itu, di pasar saham (equity market), meski belakangan juga sempat mengalami outflow, David melihat adanya peluang pemulihan. Valuasi sejumlah saham dinilai sudah cukup murah (oversold), sehingga bisa menarik kembali minat investor asing.

“Dari sisi saham, kita melihat peluang masuknya kembali dana asing. Banyak fund manager yang menilai fundamental perusahaan di Indonesia masih kuat,” jelasnya.

Namun demikian, pasar global masih dibayangi ketidakpastian terkait potensi trade war antara Amerika Serikat (AS) dan China. Investor kini menunggu hasil negosiasi dan kebijakan tarif baru yang mungkin diumumkan pada awal November 2025 oleh pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump.

Meski tensi dagang tersebut masih menjadi perhatian, David menilai dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia tidak akan terlalu besar, karena sebagian besar sudah diantisipasi oleh pelaku pasar.

Selain itu, peluang penurunan suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan FOMC pada 28–29 Oktober 2025 berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Jika The Fed menurunkan bunga, biasanya pasar negara berkembang akan kembali menarik bagi investor global,” ungkap David.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak stabil di kisaran Rp16.600–Rp16.800 per dolar AS hingga akhir tahun. Dukungan juga datang dari rencana penerbitan Dim Sum Bond dan peningkatan realisasi investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) pada kuartal IV-2025.

Kombinasi faktor eksternal dan kebijakan ekonomi dalam negeri yang lebih akomodatif diharapkan mampu menarik kembali aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia, terutama menjelang pergantian tahun.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Menguat 7 Poin Menjadi Rp16.568 per Dolar AS

    Rupiah Menguat 7 Poin Menjadi Rp16.568 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (21/10/2025). Penguatan itu seiring meningkatnya sentimen positif (risk-on) di pasar keuangan regional. Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.568 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.575 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

  • LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

    LPS Soroti Kredit Perbankan Seret Meski DPK Tumbuh Dua Digit Sepanjang 2025

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti perlambatan pertumbuhan kredit perbankan di tengah lonjakan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh dua digit sepanjang 2025. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan pertumbuhan simpanan masyarakat tercatat di atas 10 persen. Kondisi ini menunjukkan kemampuan menabung masyarakat masih relatif kuat. “Kalau kita lihat 2025, pertumbuhan dana pihak […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Nyaris Tembus Rp3 Juta

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Nyaris Tembus Rp3 Juta

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas hari ini di Pegadaian mengalami kenaikan yang sangat tajam. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Kamis (22/1/2026), baik emas Galeri24 dan juga UBS mengalami kenaikan signifikan. Harga emas Galeri24 kini berada di level Rp2.854.000 per gram. Terjadi kenaikan sebesar Rp85.000 dari semula di angka Rp2.766.000 per gram. Untuk emas […]

  • Waspada Lemak Jahat (LDL) dalam Darah, Bisa Picu Penyakit Mematikan

    Waspada Lemak Jahat (LDL) dalam Darah, Bisa Picu Penyakit Mematikan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hiperlipidemia menjadi ancaman senyap bagi kesehatan masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika kadar lemak dalam darah terutama kolesterol dan trigliserida melampaui batas normal. Meski sering tanpa gejala, dampaknya bisa fatal jika tidak dikendalikan. Secara medis, hiperlipidemia ditandai dengan tingginya kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta rendahnya kolesterol baik (HDL). LDL berkontribusi terhadap penumpukan […]

  • Januari 2026, Prabowo Teken Perjanjian Tarif RI–AS

    Januari 2026, Prabowo Teken Perjanjian Tarif RI–AS

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) semakin mendekati tahap akhir penyelesaian Agreement on Reciprocal Tariff (ART). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa isu substansi dalam perjanjian tarif timbal balik tersebut pada prinsipnya telah disepakati oleh kedua negara. Hal itu disampaikan Airlangga usai pertemuan dengan Ambassador Jameson Greer dari United States Trade […]

  • Pemerintah Bakal Beri Diskon Tarif Listrik untuk Daerah Terdampak Bencana di Sumatra

    Pemerintah Bakal Beri Diskon Tarif Listrik untuk Daerah Terdampak Bencana di Sumatra

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah berencana memberikan diskon tarif listrik bagi masyarakat di sejumlah daerah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Kebijakan tersebut tengah dikaji oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu pemulihan pascabencana. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pemberian potongan […]

expand_less