Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM– Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 menurun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso membeberkan, posisi ULN Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian, secara tahunan ULN Indonesia tercatat tumbuh.

“ULN Indonesia tumbuh 0,3% year on year (yoy) yang terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik,” tutur Denny dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Lebih rinci, posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 210,5 miliar, atau secara tahunan tumbuh 4,7% yoy.

Denny menyebut, perkembangan ULN pemerintah dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang positif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Selanjutnya, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 190,7 miliar pada Oktober 2025, lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada September 2025 sebesar US$ 192,5 miliar. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9% yoy.

Denny menambahkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat 29,3% pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,2% dari total ULN.

“Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebut, peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK Terbitkan POJK 35/2025 untuk Perkuat Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura

    OJK Terbitkan POJK 35/2025 untuk Perkuat Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35 Tahun 2025 (POJK 35/2025) tentang Perubahan atas POJK Nomor 46 Tahun 2024 mengenai Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal Ventura. Penerbitan aturan ini merupakan upaya OJK untuk meningkatkan peran, kinerja, serta daya saing perusahaan pembiayaan, perusahaan […]

  • Cuaca Jambi Hari Ini Hujan Ringan hingga Petir di Sejumlah Daerah

    Cuaca Jambi Hari Ini Hujan Ringan hingga Petir di Sejumlah Daerah

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah wilayah di Provinsi Jambi diprakirakan mengalami hujan ringan hingga hujan petir pada Selasa (9/12/2025). Berdasarkan data prakiraan cuaca, sebagian besar kabupaten dan kota akan diguyur hujan dengan intensitas berbeda, serta kelembapan udara cukup tinggi. Di wilayah bagian barat seperti Kerinci diprediksi terjadi hujan ringan dengan suhu berkisar 18–24 derajat Celsius dan kelembapan […]

  • Percasi Jambi Dukung Agustiar Sabran Pimpin PB Percasi 2026–2030, Harap Bawa Perubahan Besar

    Percasi Jambi Dukung Agustiar Sabran Pimpin PB Percasi 2026–2030, Harap Bawa Perubahan Besar

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi menyatakan dukungan penuh kepada Agustiar Sabran untuk memimpin PB Percasi periode 2026–2030. Dukungan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXX PB Percasi yang berlangsung pada 10–12 April 2026 di The Tavia Heritage Hotel, yang menjadi forum penting bagi seluruh pengurus daerah dalam menentukan arah […]

  • Arab Saudi Bangun Kereta Cepat 1.500 Km, Hubungkan Jeddah–Dammam Lewat Riyadh

    Arab Saudi Bangun Kereta Cepat 1.500 Km, Hubungkan Jeddah–Dammam Lewat Riyadh

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Arab Saudi tengah menggarap proyek kereta cepat lintas darat sepanjang hampir 1.500 kilometer yang akan menghubungkan Laut Merah di Jeddah dengan Teluk Arab di Dammam melalui ibu kota Riyadh. Proyek yang dikenal sebagai Saudi Land Bridge ini disebut sebagai salah satu proyek infrastruktur terbesar di Timur Tengah, dengan total nilai investasi mencapai USD […]

  • Bos BBC Mundur di Tengah Skandal Manipulasi Pernyataan Trump

    Bos BBC Mundur di Tengah Skandal Manipulasi Pernyataan Trump

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama British Broadcasting Corporation (BBC) Tim Davie mengundurkan diri dari lembaga penyiaran nasional Inggris tersebut di tengah tudingan telah menyesatkan publik dengan mengedit pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam dokumenter Panorama tahun lalu. Dalam memo internal kepada karyawan yang dikutip dari Bloomberg pada Senin (10/11/2025), Davie mengakui bahwa keputusan mundurnya […]

  • Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Makin Perkasa

    Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Makin Perkasa

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap rupiah belum hilang. Mata uang Indonesia kembali tidak berdaya menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.670 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.669 per dolar AS. Pelemahan memang terbilang tipis. […]

expand_less