Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Makin Perkasa

Rupiah Kembali Tertekan, Dolar AS Makin Perkasa

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap rupiah belum hilang. Mata uang Indonesia kembali tidak berdaya menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.670 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.669 per dolar AS.

Pelemahan memang terbilang tipis. Namun, pergerakan tersebut menunjukkan rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan dolar AS yang kembali menguat.

Disisi lain, indeks dolar AS terpantau menguat 0,20 persen ke posisi 99,588.

Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu sentimen yang ikut membebani pergerakan rupiah. Kondisi ini membuat ruang penguatan mata uang Indonesia masih terbatas.

Pergerakan rupiah hari ini turut diwarnai perkembangan dari dalam negeri setelah Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026).

Usai dilantik, Suahasil mengatakan fokus utamanya adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap mampu membiayai program prioritas pemerintah.

Menurut Suahasil, APBN juga harus dapat mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian nasional.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil.

“Jadi APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya,” lanjutnya.

Di tengah kabar tersebut, penguatan indeks dolar AS di pasar global masih mempersempit ruang penguatan bagi rupiah.

Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Senin. Konflik di Timur Tengah yang terus berlangsung mendorong harga minyak naik dan membuat investor kembali mencari aset aman.

Selain itu, pasar juga bersiap menghadapi keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada FOMC 15-16 September pekan ini. Peluang kenaikan suku bunga meningkat setelah harga energi yang tinggi kembali memperbesar tekanan inflasi AS.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar memperhitungkan peluang sekitar 90 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Probabilitas tersebut meningkat tajam dari sekitar 60 persen pada pekan lalu.

Ekspektasi kenaikan suku bunga turut memperkuat dolar karena aset berdenominasi mata uang AS menjadi lebih menarik. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Teknologi Nanobubble Pertama di Jambi, Raho Premier Jambi Resmi Dibuka sebagai Solusi Kesehatan Modern

    Hadirkan Teknologi Nanobubble Pertama di Jambi, Raho Premier Jambi Resmi Dibuka sebagai Solusi Kesehatan Modern

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira bagi masyarakat Jambi yang mendambakan metode menjaga kesehatan terkini. Raho Premier Jambi secara resmi menandai operasionalnya di Jambi Business Center (JBC) melalui gelaran Grand Opening yang dihadiri oleh jajaran manajemen, tokoh masyarakat, dan para pencinta gaya hidup sehat. Acara peresmian ini turut dihadiri langsung oleh Direktur PT Putra Kurnia Properti, Mario […]

  • Danantara Pastikan Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Investasi Nasional

    Danantara Pastikan Redenominasi Rupiah Tak Pengaruhi Investasi Nasional

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menilai rencana redenominasi rupiah tidak akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Pihaknya mengatakan, pemerintah telah melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan tersebut. Dony mengatakan, kebijakan pemerintah selalu melalui proses pertimbangan yang matang dan bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian, para pelaku usaha tidak perlu merasa […]

  • Tak Lekang Zaman! Kelezatan Kue Tradisional Jambi Ini Terus Diburu

    Tak Lekang Zaman! Kelezatan Kue Tradisional Jambi Ini Terus Diburu

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Provinsi Jambi tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan kuliner khasnya, tetapi juga memiliki beragam kue tradisional yang hingga kini masih menjadi favorit masyarakat. Di tengah gempuran makanan modern, sejumlah kue warisan leluhur tetap eksis karena cita rasanya yang khas dan memiliki nilai budaya yang kuat. Salah satu yang paling populer adalah Kue […]

  • Perdagangan Dibekukan Sementara Akibat Penurunan IHSG

    Perdagangan Dibekukan Sementara Akibat Penurunan IHSG

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (28/1) membuat BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan. Tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Untuk diketahui Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia anjlok pada perdagangan Rabu […]

  • Emas Antam Ambruk Rp35 Ribu! Buyback Ikut Terseret, Saatnya Borong atau Tunggu?

    Emas Antam Ambruk Rp35 Ribu! Buyback Ikut Terseret, Saatnya Borong atau Tunggu?

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali terpukul pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Setelah beberapa hari mencatatkan penguatan, logam mulia yang banyak diminati masyarakat itu berbalik arah dengan penurunan yang cukup tajam. Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini merosot Rp35.000 per gram. Dengan koreksi tersebut, harga emas kini berada di level Rp2.605.000 per […]

  • BPS: Ada PHK Tapi Pengangguran Turun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat di 2025

    BPS: Ada PHK Tapi Pengangguran Turun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat di 2025

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah pengangguran nasional di tengah maraknya isu pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data BPS per Agustus 2025, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat sebanyak 7,46 juta orang, turun dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 7,47 juta orang, dan lebih rendah dari Agustus 2023 yang masih sebesar 7,86 juta orang. […]

expand_less