Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Menkes Ungkap Orang Bergaji Rp100 Juta Masih Dapat Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Menkes Ungkap Orang Bergaji Rp100 Juta Masih Dapat Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap masih banyak masyarakat berpenghasilan tinggi yang mendapat bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI) dari pemerintah. Bahkan, ada peserta dengan gaji Rp100 juta per bulan yang iurannya masih ditanggung negara. Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Kamis (13/11/2025), Budi mengatakan temuan ini terungkap setelah dilakukan sinkronisasi data antara BPJS Kesehatan dan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Begitu kita lihat, ternyata ada juga orang di desil 10  yaitu 10 persen orang terkaya Indonesia  yang dibayari PBI-nya, sekitar 0,56 persen,” ujar Budi di Jakarta.

Menurut data yang disampaikannya, ada 540 ribu orang dalam kategori desil 10 yang masih mendapatkan bantuan iuran dari pemerintah. Jumlah ini setara dengan 0,56 persen dari total peserta PBI BPJS Kesehatan.

Secara total, peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan mencapai 96,8 juta orang, atau sekitar 34 persen dari populasi Indonesia. Namun, sekitar 10,84 juta peserta di antaranya tergolong tidak tepat sasaran, karena masuk kategori ekonomi menengah hingga atas (desil 6–10).

Rinciannya:

  • Desil 6: 5,98 juta orang
  • Desil 7: 2,72 juta orang
  • Desil 8: 1,04 juta orang
  • Desil 9: 560 ribu orang
  • Desil 10: 540 ribu orang

“Kalau pendapatannya Rp100 juta sebulan ke atas, ngapain juga dibayarin PBI-nya. Data ini bagus untuk merapikan siapa yang benar-benar berhak menerima bantuan,” kata Budi.

Menkes menilai keberadaan DTSEN sangat penting untuk memastikan bantuan iuran BPJS Kesehatan tepat sasaran. Pemerintah disebut akan menggunakan data ini untuk melakukan penghapusbukuan (delisting) terhadap peserta PBI yang tidak layak.

Langkah ini diharapkan dapat menekan beban keuangan BPJS Kesehatan sekaligus mengarahkan subsidi kepada masyarakat miskin dan rentan sesuai peruntukannya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • KONI Jambi Perkuat Tata Kelola Keuangan Lewat Bimtek

    KONI Jambi Perkuat Tata Kelola Keuangan Lewat Bimtek

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menitikberatkan pembenahan tata kelola keuangan sebagai langkah krusial dalam mengejar target prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek), KONI Jambi berupaya memperkuat sistem administrasi keuangan agar lebih tertib, transparan, dan sesuai aturan hukum. Langkah ini dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran […]

  • Pelabuhan Talang Duku Kian Aktif, Ekspor Kopi ke Mesir dan Distribusi Semen Meningkat

    Pelabuhan Talang Duku Kian Aktif, Ekspor Kopi ke Mesir dan Distribusi Semen Meningkat

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas di Pelabuhan Talang Duku, Jambi, kian menunjukkan peran strategisnya sebagai simpul logistik utama di Provinsi Jambi. Dalam waktu bersamaan, pelabuhan ini tidak hanya mendorong ekspor komoditas lokal ke pasar global, tetapi juga menjaga stabilitas distribusi industri dalam negeri. Momentum terbaru terlihat dari ekspor perdana kopi robusta asal Kerinci ke Mesir. Sebanyak 19,2 […]

  • MRT Jakarta Sulap Blok M Jadi Pusat ASEAN, Tuhiyat: Kami Siap Gaet Investor

    MRT Jakarta Sulap Blok M Jadi Pusat ASEAN, Tuhiyat: Kami Siap Gaet Investor

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT MRT Jakarta berencana menyulap kawasan Blok M Hub menjadi kawasan modern berkelas internasional. Proyek ambisius ini disebut akan menjadi Markas Besar ASEAN yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal ibu kota. Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Blok M. […]

  • Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran demi Bertahan

    Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran demi Bertahan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kenaikan harga kedelai impor memaksa perajin tempe di Ponorogo, Jawa Timur, mengubah strategi produksi. Alih-alih menaikkan harga jual, pelaku usaha memilih memperkecil ukuran tempe demi menjaga daya beli konsumen. Perajin tempe di Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Hadi Prayitno, mengatakan lonjakan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat signifikan. Harga kedelai impor kini mencapai […]

  • Perak Antam Mendadak Ngebut! Nyaris Sentuh Rp50 Ribu per Gram

    Perak Antam Mendadak Ngebut! Nyaris Sentuh Rp50 Ribu per Gram

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan Kamis (21/5/2026). Logam mulia ini tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman Logam Mulia, perak murni Antam melonjak Rp1.150 per gram menjadi Rp49.800 per gram. Kenaikan tersebut membuat harga perak semakin mendekati level psikologis Rp50.000 […]

  • Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

    Ketua Apkasi Soroti Pemangkasan Anggaran Daerah, Sebut Pemerintah Alami Resentralisasi Fiskal

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Bursah Zarnubi mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang memangkas anggaran transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya gejala resentralisasi fiskal di Indonesia. Dalam rancangan APBN 2026, pagu TKD hanya mencapai Rp699 triliun, turun signifikan dari outlook 2025 sebesar Rp864 triliun. Padahal, […]

expand_less