Bos Nuklir Rusia Rosatom Temui Prabowo, Bahas Kerja Sama PLTN dan Energi Nuklir di Indonesia
- account_circle say say
- calendar_month 16 menit yang lalu
- print Cetak

Direktur Jenderal Rosatom State Corporation Alexey Likhachev bertemu Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (12/5). (AFP/PAVEL BEDNYAKOV).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Direktur Jenderal Rosatom State Corporation, Alexey Likhachev, bertemu Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan itu membahas peluang kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah agenda strategis, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), pengembangan reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR), hingga pembangunan infrastruktur pendukung sektor nuklir.
Likhachev menyatakan Rusia dan Indonesia tengah membangun dialog jangka panjang yang diarahkan pada kemitraan strategis. Ia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas nasional.
“Kerja sama ini mencakup pengembangan industri baru, pelatihan sumber daya manusia, serta peningkatan kompetensi teknologi,” ujar Likhachev dalam keterangan resminya.
Selain sektor energi, pembahasan juga mencakup pemanfaatan teknologi nuklir untuk kebutuhan non-energi, termasuk riset dan pengembangan. Rosatom menawarkan pendekatan terpadu, dari pembangunan PLTN skala besar hingga solusi pembangkit listrik terapung yang dinilai relevan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.
Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya integrasi energi nuklir dalam sistem kelistrikan nasional, dengan mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia yang tersebar.
Dalam rangkaian kunjungannya, delegasi Rosatom turut bertemu sejumlah pejabat Indonesia, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.
Kerja sama Indonesia dan Rusia di bidang nuklir sendiri telah berlangsung selama dua dekade. Perjanjian penggunaan energi atom untuk tujuan damai yang diteken pada 2006 menjadi landasan hubungan bilateral kedua negara di sektor ini.
Pemerintah Indonesia hingga kini masih mengkaji pengembangan energi nuklir sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tantangan transisi energi.
- Penulis: say say
