Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Menguat 0,11 Persen Menjadi Rp16.699 per Dolar AS

Rupiah Menguat 0,11 Persen Menjadi Rp16.699 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini, Kamis (6/11/2025). Meski kenaikannya tipis, penguatan rupiah sebesar  18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.699 per dolar Amerika Serikat (AS) sangat berarti. Pada saat yang sama, indeks dolar AS bertahan di kisaran 100.

Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah 9 poin dan parkir di posisi Rp16.717 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar Amerika Serikat atau DXY terpantau melemah 0,17 poin atau 0,17% ke level 100,034.

Selain rupiah, dolar AS juga melemah terhadap yen Jepang 0,19%, baht Thailand 0,07%, ringgit Malaysia 0,16%, dolar Taiwan 0,02% dan dolar Singapura 0,1%. Di sisi lain, dolar AS menguat terhadap won Korea 0,29%, peso Filipina 0,01%, dolar Hong Kong 0,01%.

Pada perdagangan hari ini, rupiah diproyeksi bergerak fluktuatif dengan risiko melemah di kisaran Rp16.710–Rp16.760 per dolar AS. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas dari PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang didominasi penguatan dolar AS, serta faktor internal terkait kinerja ekonomi nasional yang masih solid.

“Dolar AS terus menguat sejak pekan lalu, setelah The Fed mengatakan pemotongan suku bunga Desember belum pasti,” ujar Ibrahim dikutip Kamis, (6/11/2025).

Dia menjelaskan, meskipun bank sentral AS The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, langkah itu sudah diantisipasi pasar sehingga tidak mampu menahan penguatan dolar. Berdasarkan data CME FedWatch, para pelaku pasar memperkirakan peluang 69,8% The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, sedangkan 30,2% memperkirakan suku bunga akan dipertahankan.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari data pertumbuhan ekonomi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen year on year (YoY) pada kuartal III-2025, menandakan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Secara quarter to quarter (QtQ), ekonomi Indonesia tumbuh 1,43% dibandingkan dengan kuartal II/2025. Adapun secara kumulatif sepanjang Januari–September 2025, ekonomi nasional mencatat pertumbuhan 5,01% YoY.

Berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia pada kuartal III/2025 tercatat sebesar Rp6.060 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.444,8 triliun atas dasar harga konstan. Jessica Tasijawa, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyampaikan dengan mempertimbangkan indikator ekonomi domestik yang solid, tekanan terhadap rupiah bersifat eksternal, terutama akibat penguatan bertahap dolar AS.

“Kami masih memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya pada November 25, seiring dengan pertumbuhan kuartal III/2025 yang tetap positif,” ungkapnya dalam riset.

Menurut Jessica, Bank Indonesia kemungkinan akan memprioritaskan stabilitas rupiah dan memperkuat transmisi kebijakan moneter untuk mendukung permintaan domestik dan pertumbuhan sektor riil. Sejalan dengan itu, obligasi tenor menengah diperkirakan tetap menarik, didukung oleh imbal hasil yang kompetitif, ekspektasi suku bunga yang stabil, serta fundamental domestik yang kuat.

Di pasar obligasi, imbal hasil SUN tenor 10 tahun tercatat stabil di 6,18% seiring rendahnya partisipasi asing dalam lelang SBN di level 13,58%. Namun demikian, CDS 5 tahun Indonesia menurun ke 76,8, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental domestik yang solid. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga relatif stabil di 4,08%, menjaga spread INDOGB–UST di atas 200 bps.

Sementara itu, indeks DXY tetap tinggi di kisaran 100 seiring dengan meredanya ketegangan dagang AS–China, di mana China menangguhkan hingga 15% tarif balasan atas produk pertanian AS mulai 10 November 2025, meski tetap mempertahankan tarif 10% untuk seluruh impor dan 13% untuk kedelai.(*)

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Himpunan Kawasan Industri Usul Tarif PPN Turun Bertahap hingga 8 Persen pada 2028

    Himpunan Kawasan Industri Usul Tarif PPN Turun Bertahap hingga 8 Persen pada 2028

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan masukan resmi kepada pemerintah terkait perlunya penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) demi mendukung pemulihan ekonomi nasional. HKI menilai bahwa tarif PPN yang lebih rendah dapat memperkuat konsumsi masyarakat dan menggerakkan kembali aktivitas industri dalam beberapa tahun ke depan. HKI mengusulkan penurunan tarif PPN dilakukan secara bertahap […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi Turun Lagi

    Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi Turun Lagi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi kembali turun. Bila pada periode sebelumnya, 24-30 Oktober harga TBS kelapa sawit untuk umur 10 tahun turun Rp 59,89 per kilogram TBS, kali ini penurunannya lebih kecil. Data yang Jambisnis terima dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, harga TBS Jambi periode 31 Oktober – 6 November 2025 […]

  • UU HKPD Jadi “Jalur PHK Massal” PPPK, Ribuan Pegawai Terancam Dirumahkan

    UU HKPD Jadi “Jalur PHK Massal” PPPK, Ribuan Pegawai Terancam Dirumahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh Indonesia berada di ujung tanduk. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal berpotensi terjadi usai Lebaran 2026. Ancaman ini muncul seiring penerapan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (UU HKPD) yang mewajibkan pemerintah daerah membatasi belanja pegawai maksimal 30 […]

  • BMKG: Mayoritas Wilayah Provinsi Jambi Diguyur Hujan Ringan

    BMKG: Mayoritas Wilayah Provinsi Jambi Diguyur Hujan Ringan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Jambi pada Senin, 1 Desember, dengan gambaran umum dominan hujan ringan, kabut, serta tingkat kelembapan yang relatif tinggi di hampir seluruh kabupaten dan kota. Kondisi atmosfer yang labil disertai angin permukaan dengan kecepatan rendah hingga sedang membuat potensi hujan terjadi mulai pagi hingga malam hari. […]

  • MK Tolak Uji Materi yang Minta Rakyat Bisa Berhentikan Anggota DPR

    MK Tolak Uji Materi yang Minta Rakyat Bisa Berhentikan Anggota DPR

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan uji materi Pasal 239 ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang meminta rakyat bisa memberhentikan anggota DPR RI. “Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Suhartoyo membacakan amar putusan perkara nomor 199/PUU-XXIII/2025 di Ruang […]

  • China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, di tengah rencana Indonesia merestrukturisasi utang proyek tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing (23/10), menyatakan bahwa proyek kerja sama strategis kedua negara itu berjalan baik sejak diresmikan dua tahun lalu. […]

expand_less