Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Menguat 0,11 Persen Menjadi Rp16.699 per Dolar AS

Rupiah Menguat 0,11 Persen Menjadi Rp16.699 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini, Kamis (6/11/2025). Meski kenaikannya tipis, penguatan rupiah sebesar  18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.699 per dolar Amerika Serikat (AS) sangat berarti. Pada saat yang sama, indeks dolar AS bertahan di kisaran 100.

Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah 9 poin dan parkir di posisi Rp16.717 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar Amerika Serikat atau DXY terpantau melemah 0,17 poin atau 0,17% ke level 100,034.

Selain rupiah, dolar AS juga melemah terhadap yen Jepang 0,19%, baht Thailand 0,07%, ringgit Malaysia 0,16%, dolar Taiwan 0,02% dan dolar Singapura 0,1%. Di sisi lain, dolar AS menguat terhadap won Korea 0,29%, peso Filipina 0,01%, dolar Hong Kong 0,01%.

Pada perdagangan hari ini, rupiah diproyeksi bergerak fluktuatif dengan risiko melemah di kisaran Rp16.710–Rp16.760 per dolar AS. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas dari PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen eksternal yang didominasi penguatan dolar AS, serta faktor internal terkait kinerja ekonomi nasional yang masih solid.

“Dolar AS terus menguat sejak pekan lalu, setelah The Fed mengatakan pemotongan suku bunga Desember belum pasti,” ujar Ibrahim dikutip Kamis, (6/11/2025).

Dia menjelaskan, meskipun bank sentral AS The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, langkah itu sudah diantisipasi pasar sehingga tidak mampu menahan penguatan dolar. Berdasarkan data CME FedWatch, para pelaku pasar memperkirakan peluang 69,8% The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, sedangkan 30,2% memperkirakan suku bunga akan dipertahankan.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari data pertumbuhan ekonomi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen year on year (YoY) pada kuartal III-2025, menandakan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Secara quarter to quarter (QtQ), ekonomi Indonesia tumbuh 1,43% dibandingkan dengan kuartal II/2025. Adapun secara kumulatif sepanjang Januari–September 2025, ekonomi nasional mencatat pertumbuhan 5,01% YoY.

Berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia pada kuartal III/2025 tercatat sebesar Rp6.060 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.444,8 triliun atas dasar harga konstan. Jessica Tasijawa, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyampaikan dengan mempertimbangkan indikator ekonomi domestik yang solid, tekanan terhadap rupiah bersifat eksternal, terutama akibat penguatan bertahap dolar AS.

“Kami masih memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya pada November 25, seiring dengan pertumbuhan kuartal III/2025 yang tetap positif,” ungkapnya dalam riset.

Menurut Jessica, Bank Indonesia kemungkinan akan memprioritaskan stabilitas rupiah dan memperkuat transmisi kebijakan moneter untuk mendukung permintaan domestik dan pertumbuhan sektor riil. Sejalan dengan itu, obligasi tenor menengah diperkirakan tetap menarik, didukung oleh imbal hasil yang kompetitif, ekspektasi suku bunga yang stabil, serta fundamental domestik yang kuat.

Di pasar obligasi, imbal hasil SUN tenor 10 tahun tercatat stabil di 6,18% seiring rendahnya partisipasi asing dalam lelang SBN di level 13,58%. Namun demikian, CDS 5 tahun Indonesia menurun ke 76,8, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental domestik yang solid. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga relatif stabil di 4,08%, menjaga spread INDOGB–UST di atas 200 bps.

Sementara itu, indeks DXY tetap tinggi di kisaran 100 seiring dengan meredanya ketegangan dagang AS–China, di mana China menangguhkan hingga 15% tarif balasan atas produk pertanian AS mulai 10 November 2025, meski tetap mempertahankan tarif 10% untuk seluruh impor dan 13% untuk kedelai.(*)

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perak Antam Kembali Menguat, Sentuh Level Segini

    Perak Antam Kembali Menguat, Sentuh Level Segini

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam kembali melesat. Kenaikan harga perak Antam ini berlawanan dengan harga emas Antam tetapi sejalan dengan harga perak dunia. Berdasarkan data dari laman logam mulia pada Kamis (16/4/2026), harga perak Antam naik Rp 300. Kini, harga perak Antam dibanderol Rp50.600 dari perdagangan sebelumnya Rp50.300. Antam menawarkan perak batangan 250 gram, […]

  • Berbalik Arah, IHSG Ditutup Melemah 0,51% ke 8.127

    Berbalik Arah, IHSG Ditutup Melemah 0,51% ke 8.127

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada penutupan sesi pertama hari ini,  Rabu (8/10/2025). IHSG ditutup melemah 41,58 poin atau 0,51% ke 8.127,70. Sebanyak 260 saham naik, 401 saham turun dan 137 saham stagnan. Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah. Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah […]

  • Budi Setiawan Resmi Sandang Gelar Doktor, Sidang Promosi Doktor Berlangsung Sukses

    Budi Setiawan Resmi Sandang Gelar Doktor, Sidang Promosi Doktor Berlangsung Sukses

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Budi Setiawan yang juga Ketua DPD Golkar Kota Jambi resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor yang digelar Kamis (9/4/2026) di Kampus Unja Telanaipura. Program doktoral ini Budi Setiawan tempuh di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi. Adapun judul disertasinya adalah Model Sinergi Relasional Perilaku Pemilih: Pengaruh Personal […]

  • Harga Saham Gabungan (IHSG) Hari Ini Anjlok 3,46 Persen

    Harga Saham Gabungan (IHSG) Hari Ini Anjlok 3,46 Persen

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketika bursa saham global mulai menunjukkan pemulihan, pasar modal Indonesia justru bergerak ke arah sebaliknya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,46 persen ke level 6.370 pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, dan menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk di Asia. Di saat indeks-indeks utama dunia kompak menghijau, IHSG terseret arus […]

  • Rupiah Makin Tertekan Akibat Konflik Timur Tengah

    Rupiah Makin Tertekan Akibat Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah anjlok pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Dibuka pagi ini rupiah melemah 58 poin atau 0,34 persen menjadi Rp16.930 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.872 per dolar AS. Dikutip dari TradingView dilansir Investor, mata uang Asia bergerak konsolidatif terhadap dolar AS pada awal perdagangan, namun berpotensi tertekan oleh […]

  • Kementerian ATR/BPN Telah Tetapkan Tanah Terlantar 5.114 Hektar

    Kementerian ATR/BPN Telah Tetapkan Tanah Terlantar 5.114 Hektar

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menetapkan tanah telantar dalam satu tahun mencapai 5.114,23 hektar di lima provinsi. Sementara itu, melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Pendayagunaan Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN), telah ditetapkan 5.198,13 hektare, di mana 5.006,68 hektare atau 96 persen dialokasikan langsung untuk program Reforma Agraria. “Tanah […]

expand_less