Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, di tengah rencana Indonesia merestrukturisasi utang proyek tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing (23/10), menyatakan bahwa proyek kerja sama strategis kedua negara itu berjalan baik sejak diresmikan dua tahun lalu.

“Kereta cepat ini telah melayani lebih dari 11,7 juta penumpang dengan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata, termasuk membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur,” kata Guo.

Guo menekankan bahwa restrukturisasi utang merupakan langkah wajar dalam menjaga keberlanjutan proyek jangka panjang, bukan sekadar soal keuangan.

“Proyek besar seperti KCJB perlu dilihat dari dampak sosial dan kontribusinya terhadap konektivitas regional,” ujarnya.

China, lanjutnya, siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memastikan pengoperasian kereta cepat berjalan aman, stabil, dan berkualitas tinggi.

“Otoritas kedua negara telah berkoordinasi erat demi kelancaran proyek ini,” tambahnya.

Dari pihak Indonesia, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa tim khusus akan diberangkatkan ke China untuk membahas restrukturisasi pinjaman proyek KCJB.

“Kita akan bahas tenor pinjaman, suku bunga, dan denominasi mata uang. Sudah dijadwalkan dan dikomunikasikan dengan Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono,” ujar Dony di Jakarta (23/10).

Negosiasi ini akan dilakukan secara business to business (B2B) antara Danantara dan mitra dari China. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif langkah tersebut karena pembiayaan proyek tidak menggunakan APBN.

“Bagus, biarkan negosiasinya diselesaikan langsung oleh pihak terkait. Ini langkah yang sehat secara bisnis,” katanya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung merupakan bagian dari inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) dan mulai beroperasi komersial sejak Oktober 2023. Dalam dua tahun terakhir, Whoosh telah meningkatkan mobilitas antarwilayah dan mempercepat konektivitas ekonomi antara Jakarta dan Jawa Barat. Pemerintah Indonesia kini meninjau kembali skema pembiayaan dan kemungkinan perpanjangan tenor pelunasan hingga 60 tahun, untuk menyesuaikan kondisi keuangan jangka panjang operator proyek.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Megawati Sambangi KBRI Abu Dhabi, Soroti Pelayanan

    Megawati Sambangi KBRI Abu Dhabi, Soroti Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengunjungi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi, Senin (2/2/2026) waktu setempat. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Megawati selama berada di UEA. Megawati yang didampingi putranya, Muhammad Prananda Prabowo, disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk UEA, Judha […]

  • Naik Rp9000, Harga Emas Antam Jadi Rp2.296.000 per Gram

    Naik Rp9000, Harga Emas Antam Jadi Rp2.296.000 per Gram

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik pada hari ini, Jumat (7/11/2025). Harga emas Antam kini dibanderol Rp2.296.000 per gram. Harga emas Antam naik Rp 9.000 jika dibandingkan dengan harga pada Kamis (6/11/2025) yang berada di level Rp 2.287.000 per gram. Sementara harga emas Antam termahal kini telah mencapai Rp2,23 […]

  • KLH Segel Kebun & Pabrik Sawit PT TBS di Tapanuli Tengah, Ini Kronologi Lengkapnya

    KLH Segel Kebun & Pabrik Sawit PT TBS di Tapanuli Tengah, Ini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menyegel kebun dan pabrik sawit PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS) di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Tindakan ini menjadi langkah cepat pemerintah usai banjir besar melanda tiga provinsi di Sumatra pada awal Desember 2025. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, penyegelan dilakukan pada […]

  • PLN Teken Kesepakatan Raksasa, RI-Norwegia Mulai Perdagangan Karbon Terbesar Dunia

    PLN Teken Kesepakatan Raksasa, RI-Norwegia Mulai Perdagangan Karbon Terbesar Dunia

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia kembali mencuri perhatian dunia setelah PT PLN (Persero) resmi menandatangani Mutual Expression of Intent Generation-Based Incentive Programme bersama Global Green Growth Institute (GGGI). Kesepakatan ini dilakukan di Paviliun Indonesia pada ajang Conference of the Parties (COP30) di Belém, Brazil, Kamis (13/11/2025). Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari bilateral agreement Indonesia–Norwegia, yang diklaim […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Jeblok Menjadi Rp2.322.000 per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Jeblok Menjadi Rp2.322.000 per Gram

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini jeblok sebesar Rp 29.000 menjadi Rp 2.322.000 per gram. Sebelumnya, harga emas berada diposisi Rp 2.351.000 per gram. Adanya penurunan harga yang terjadi membuat harga beli kembali (buyback) emas Antam ikut anjlok sebesar Rp 29.000 menjadi Rp 2.183.000 per gram. Transaksi harga […]

  • Pemerintah Siapkan Skema Insentif Baru untuk Mobil Listrik

    Pemerintah Siapkan Skema Insentif Baru untuk Mobil Listrik

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah sedang merancang usulan insentif baru bagi sektor otomotif yang akan diajukan dalam kebijakan fiskal 2026. Agus menekankan bahwa dukungan fiskal bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan karena sektor otomotif memiliki efek berganda (multiplier effect) lewat keterkaitan rantai pasok hulu-hilir (backward dan forward linkage). “Sekarang kita sedang susun. […]

expand_less