Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, di tengah rencana Indonesia merestrukturisasi utang proyek tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing (23/10), menyatakan bahwa proyek kerja sama strategis kedua negara itu berjalan baik sejak diresmikan dua tahun lalu.

“Kereta cepat ini telah melayani lebih dari 11,7 juta penumpang dengan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata, termasuk membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur,” kata Guo.

Guo menekankan bahwa restrukturisasi utang merupakan langkah wajar dalam menjaga keberlanjutan proyek jangka panjang, bukan sekadar soal keuangan.

“Proyek besar seperti KCJB perlu dilihat dari dampak sosial dan kontribusinya terhadap konektivitas regional,” ujarnya.

China, lanjutnya, siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memastikan pengoperasian kereta cepat berjalan aman, stabil, dan berkualitas tinggi.

“Otoritas kedua negara telah berkoordinasi erat demi kelancaran proyek ini,” tambahnya.

Dari pihak Indonesia, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa tim khusus akan diberangkatkan ke China untuk membahas restrukturisasi pinjaman proyek KCJB.

“Kita akan bahas tenor pinjaman, suku bunga, dan denominasi mata uang. Sudah dijadwalkan dan dikomunikasikan dengan Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono,” ujar Dony di Jakarta (23/10).

Negosiasi ini akan dilakukan secara business to business (B2B) antara Danantara dan mitra dari China. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif langkah tersebut karena pembiayaan proyek tidak menggunakan APBN.

“Bagus, biarkan negosiasinya diselesaikan langsung oleh pihak terkait. Ini langkah yang sehat secara bisnis,” katanya.

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung merupakan bagian dari inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) dan mulai beroperasi komersial sejak Oktober 2023. Dalam dua tahun terakhir, Whoosh telah meningkatkan mobilitas antarwilayah dan mempercepat konektivitas ekonomi antara Jakarta dan Jawa Barat. Pemerintah Indonesia kini meninjau kembali skema pembiayaan dan kemungkinan perpanjangan tenor pelunasan hingga 60 tahun, untuk menyesuaikan kondisi keuangan jangka panjang operator proyek.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • KataRasa Hadir di Jambi Dengan Konsep Pendampingan Penulis

    KataRasa Hadir di Jambi Dengan Konsep Pendampingan Penulis

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Syarifah Lestari mengatakan Penerbit KataRasa hadir dengan konsep berbeda dibandingkan penerbit mayor maupun penerbit indie pada umumnya. Selain fokus pada pembaca muda, KataRasa juga mengedepankan sistem pendampingan bagi penulis. Menurutnya, sebelum menjadi penerbit, tim mereka lebih dulu bergerak dalam manajemen penerbitan bernama Karya Kata yang membantu penulisan, pelatihan, hingga pendampingan penerbitan buku. “Kalau […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Didominasi Stabil, Cabai Rawit Naik

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Didominasi Stabil, Cabai Rawit Naik

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Kamis (5/2/2026) terpantau relatif stabil. Berdasarkan data pembaruan terakhir, mayoritas komoditas strategis tidak mengalami perubahan harga signifikan. Komoditas beras secara umum berada dalam kondisi stabil. Beras Belido dijual Rp15.000 per kilogram, sementara beras operasi pasar Bulog berada di level Rp12.000 per kilogram. Harga […]

  • Chery Belum Mau Bicara Soal Pabriknya di Indonesia

    Chery Belum Mau Bicara Soal Pabriknya di Indonesia

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meski telah mengumumkan rencana pembangunan pabriknya di Tanah Air, PT Chery Sales Indonesia (CSI) sampai saat ini masih belum mau berbicara lebih jauh terkait hal tersebut. Belum ada kejelasan apakah nantinya Chery akan membangun pabrik sendiri atau mengambil alih fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM), yang saat ini menjadi lokasi perakitan beberapa produknya. […]

  • Suasana kantor BPJS Kesehatan

    Menkes Budi Ungkap BPJS Kesehatan Rugi Lagi, Bakal Positif Kalau Iuran Naik

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap kondisi keuangan BPJS Kesehatan yang kembali mencatat defisit. Menurutnya, lembaga jaminan sosial ini hanya bisa mencatatkan hasil keuangan positif jika iuran peserta dinaikkan. Budi menjelaskan, beban klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kerap lebih tinggi dibanding pendapatan iuran yang diterima BPJS Kesehatan. Kondisi surplus hanya terjadi pada periode […]

  • Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Lebih Murah di Bandingkan Angso Duo

    Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Lebih Murah di Bandingkan Angso Duo

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada 19 Mei 2026 bergerak relatif datar. Hampir seluruh komoditas tercatat stabil, kecuali cabai merah yang mengalami koreksi tipis. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi menunjukkan harga cabai merah besar dan cabai merah kecil turun 5,26 persen menjadi Rp 36.000 per kilogram. […]

  • Impor 105.000 Pikap India 50% Lebih Murah dari Lokal, Ini Perbandingan Harga Hilux dan Triton

    Impor 105.000 Pikap India 50% Lebih Murah dari Lokal, Ini Perbandingan Harga Hilux dan Triton

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara memicu perdebatan di tengah pelaku industri otomotif nasional. Salah satu alasan utama impor tersebut adalah faktor harga yang diklaim jauh lebih murah dibandingkan kendaraan serupa produksi dalam negeri. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa perusahaan telah […]

expand_less