Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Properti » Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sekretariat RCEP, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sekretariat RCEP, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk memperkuat koordinasi dan memastikan keberlanjutan kerja sama ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Indonesia memperkuat peran sebagai pusat ekonomi regional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RCEP ke-5 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/10/2025).

“Pembentukan Sekretariat RCEP ini penting untuk penguatan koordinasi, peningkatan transparansi, dan memastikan relevansi kerja sama RCEP,” ujar Susiwijono dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Sekretariat RCEP yang akan berlokasi di Jakarta. Pemerintah menilai, kehadiran Sekretariat tetap akan memperkuat koordinasi antaranggota, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai koordinator utama kerja sama ekonomi kawasan.

“Sebagai Initiator dan Country Coordinator RCEP, Indonesia siap menyiapkan infrastruktur kelembagaan agar kerja sama ini semakin solid dan adaptif,” kata Susiwijono.

RCEP saat ini mencakup 15 negara anggota, terdiri dari 10 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja) serta 5 mitra utama (China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru).
Blok ekonomi ini mewakili 28,6% populasi dunia dan 28% dari total PDB global, menjadikannya salah satu kawasan perdagangan terbesar di dunia.

Selain anggota tetap, Hong Kong, Sri Lanka, Bangladesh, dan Chile telah mengajukan permohonan untuk bergabung, menunjukkan daya tarik ekonomi dan geopolitik RCEP yang semakin kuat.

Pertemuan para pemimpin RCEP menghasilkan Joint Leaders’ Statement on RCEP yang menegaskan kembali komitmen negara anggota untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral, menjaga pasar tetap terbuka dan berbasis aturan, serta menjunjung tinggi prinsip World Trade Organization (WTO).

“Pernyataan ini secara eksplisit juga mengakui peran penting RCEP dalam integrasi dan kerja sama ekonomi regional,” ujar Susiwijono.

Selain itu, KTT juga menyepakati beberapa langkah konkret ke depan, di antaranya:

  • Implementasi penuh perjanjian RCEP,
  • Percepatan proses aksesi anggota baru,
  • Pembentukan Sekretariat RCEP sebagai lembaga permanen,
  • Persiapan General Review on RCEP yang dijadwalkan dimulai pada 2027.

Langkah ini bertujuan memastikan bahwa perjanjian RCEP tetap relevan dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global yang cepat berubah, termasuk isu geopolitik dan transformasi digital.

Indonesia menilai pembentukan Sekretariat RCEP dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu poros ekonomi Asia-Pasifik. Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia akan memiliki peran strategis dalam memastikan koordinasi kebijakan perdagangan, investasi, serta harmonisasi regulasi antarnegara anggota.

Selain itu, kehadiran Sekretariat di Jakarta juga dapat mendukung konektivitas bisnis lintas negara, mempermudah pelaku usaha dalam mengakses informasi kebijakan ekspor-impor, serta memperluas jaringan kerja sama di bidang ekonomi digital, industri hijau, dan energi bersih.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama ekonomi regional berbasis inklusi dan kemandirian ekonomi nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

    Wall Street Meroket! Saham Teknologi Pimpin Penguatan, Nasdaq Naik 1,16%

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi dan meredanya kekhawatiran geopolitik global. Indeks S&P 500 naik 0,72% ke level 6.575,32. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,16% menjadi 21.840,95, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,48% ke 46.565,74. Penguatan Wall Street didorong oleh […]

  • Ekonom Peringatkan Dampak Kebijakan Trump: Risiko Geopolitik Global Bisa Ditiru China

    Ekonom Peringatkan Dampak Kebijakan Trump: Risiko Geopolitik Global Bisa Ditiru China

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai berpotensi memicu disrupsi besar terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global. Sejumlah ekonom mengingatkan bahwa langkah-langkah ekstrem Trump, termasuk kebijakan tarif dagang hingga aksi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dapat menjadi preseden berbahaya yang berisiko ditiru negara-negara besar lain, termasuk China. Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal […]

  • Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

    Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyorot ketahanan Iran. Di tengah konflik terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel, negara itu dinilai tetap mampu memberikan perlawanan kuat meski telah menghadapi embargo internasional hampir setengah abad. Sejak Revolusi Iran 1979, Iran menjadi salah satu negara yang paling lama menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, terutama dari […]

  • Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    Singapura Geger PHK Massal: 7 Sektor Terdampak, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Singapura saat ini tengah diguncang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, terutama terjadi di sektor yang bernilai tinggi. Data terbaru Survei Ekonomi Singapura Kuartal III-2025 yang telah dirilis tercatat hampir 20.000 posisi pekerjaan hilang hanya dari tujuh sektor industri. Temuan ini memicu tanda tanya besar, apa yang sebenarnya sedang terjadi di Singapura saat […]

  • BGN Atur Bahan Baku MBG Jelang Ramadhan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

    BGN Atur Bahan Baku MBG Jelang Ramadhan untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk mengatur bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang Ramadhan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat bulan puasa. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, koordinasi dilakukan antara lain dengan Kementerian Pertanian guna menentukan jenis […]

  • HBA Batu Bara Anjlok, Tambang Jambi Terancam? Harga Kalori Tinggi Turun ke US4,44

    HBA Batu Bara Anjlok, Tambang Jambi Terancam? Harga Kalori Tinggi Turun ke US$124,44

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama Agustus 2026 bergerak beragam. Kabar kurang sedap datang dari batu bara kalori tinggi yang harganya turun cukup tajam. Pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 312.K/MB.01/MEM.B/2026 menetapkan HBA batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR sebesar US$124,44 per ton. Angka tersebut merosot dari HBA periode […]

expand_less