Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Properti » Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sekretariat RCEP, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sekretariat RCEP, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk memperkuat koordinasi dan memastikan keberlanjutan kerja sama ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Indonesia memperkuat peran sebagai pusat ekonomi regional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dorongan tersebut disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) RCEP ke-5 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/10/2025).

“Pembentukan Sekretariat RCEP ini penting untuk penguatan koordinasi, peningkatan transparansi, dan memastikan relevansi kerja sama RCEP,” ujar Susiwijono dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Sekretariat RCEP yang akan berlokasi di Jakarta. Pemerintah menilai, kehadiran Sekretariat tetap akan memperkuat koordinasi antaranggota, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai koordinator utama kerja sama ekonomi kawasan.

“Sebagai Initiator dan Country Coordinator RCEP, Indonesia siap menyiapkan infrastruktur kelembagaan agar kerja sama ini semakin solid dan adaptif,” kata Susiwijono.

RCEP saat ini mencakup 15 negara anggota, terdiri dari 10 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja) serta 5 mitra utama (China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru).
Blok ekonomi ini mewakili 28,6% populasi dunia dan 28% dari total PDB global, menjadikannya salah satu kawasan perdagangan terbesar di dunia.

Selain anggota tetap, Hong Kong, Sri Lanka, Bangladesh, dan Chile telah mengajukan permohonan untuk bergabung, menunjukkan daya tarik ekonomi dan geopolitik RCEP yang semakin kuat.

Pertemuan para pemimpin RCEP menghasilkan Joint Leaders’ Statement on RCEP yang menegaskan kembali komitmen negara anggota untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral, menjaga pasar tetap terbuka dan berbasis aturan, serta menjunjung tinggi prinsip World Trade Organization (WTO).

“Pernyataan ini secara eksplisit juga mengakui peran penting RCEP dalam integrasi dan kerja sama ekonomi regional,” ujar Susiwijono.

Selain itu, KTT juga menyepakati beberapa langkah konkret ke depan, di antaranya:

  • Implementasi penuh perjanjian RCEP,
  • Percepatan proses aksesi anggota baru,
  • Pembentukan Sekretariat RCEP sebagai lembaga permanen,
  • Persiapan General Review on RCEP yang dijadwalkan dimulai pada 2027.

Langkah ini bertujuan memastikan bahwa perjanjian RCEP tetap relevan dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global yang cepat berubah, termasuk isu geopolitik dan transformasi digital.

Indonesia menilai pembentukan Sekretariat RCEP dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu poros ekonomi Asia-Pasifik. Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia akan memiliki peran strategis dalam memastikan koordinasi kebijakan perdagangan, investasi, serta harmonisasi regulasi antarnegara anggota.

Selain itu, kehadiran Sekretariat di Jakarta juga dapat mendukung konektivitas bisnis lintas negara, mempermudah pelaku usaha dalam mengakses informasi kebijakan ekspor-impor, serta memperluas jaringan kerja sama di bidang ekonomi digital, industri hijau, dan energi bersih.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama ekonomi regional berbasis inklusi dan kemandirian ekonomi nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Terancam Meleset, Pemerintah Diminta Percepat Akselerasi Ekonomi 2026

    Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Terancam Meleset, Pemerintah Diminta Percepat Akselerasi Ekonomi 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berpotensi meleset dari proyeksi awal. Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa akselerasi ekonomi pada 2026 perlu segera dikebut melalui pembenahan struktural dan penguatan transmisi kebijakan fiskal serta moneter. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah belum sepenuhnya mampu mendorong pertumbuhan sektor riil […]

  • BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

    BPS: Aceh hingga Sumatra Barat Berbalik Deflasi Januari 2026 Usai Inflasi Tinggi Akhir 2025

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah provinsi di Sumatra yang sempat mengalami inflasi tinggi pada akhir 2025 kini berbalik mengalami deflasi pada Januari 2026. Wilayah tersebut antara lain Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Data BPS menunjukkan inflasi Desember 2025 di Aceh mencapai 3,6 persen, tertinggi secara nasional. Sementara inflasi di Sumatra Utara […]

  • Menteri ATR dan Kemen PU Sepakat Satukan Aturan Sempadan Sungai untuk Cegah Banjir dan Sengketa Tanah

    Menteri ATR dan Kemen PU Sepakat Satukan Aturan Sempadan Sungai untuk Cegah Banjir dan Sengketa Tanah

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) sepakat untuk melakukan harmonisasi peraturan tentang sempadan sungai agar tidak terjadi tumpang tindih aturan dan persoalan hukum di lapangan. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengatakan, langkah ini diambil menyusul banyaknya bangunan berdiri di atas sempadan sungai, waduk, dan danau yang […]

  • 7.000 Properti Bebas Pajak Tersedia di Marketplace: Efek PPN DTP

    7.000 Properti Bebas Pajak Tersedia di Marketplace: Efek PPN DTP

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar properti Indonesia memasuki babak baru pada awal tahun 2026. Kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang resmi diperpanjang melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 menjadi katalisator utama yang menghidupkan kembali gairah sektor real estat nasional. Kebijakan ini secara nyata telah mengubah perilaku konsumen menjadi lebih agresif namun tetap kalkulatif. Berdasarkan […]

  • Drag Race Penuh Gengsi, Chevrolet Corvette ZR1 Kalahkan Ferrari 296 GTB

    Drag Race Penuh Gengsi, Chevrolet Corvette ZR1 Kalahkan Ferrari 296 GTB

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNSI.COM – Duel dua supercar papan atas kembali memanaskan dunia otomotif. Dalam sebuah balapan drag race, Chevrolet Corvette ZR1 sukses mengungguli Ferrari 296 GTB, hasil yang langsung menyita perhatian para pecinta mobil performa tinggi. Pertarungan ini mempertemukan dua filosofi berbeda dari Amerika Serikat dan Italia. Corvette ZR1 hadir dengan pendekatan klasik berupa mesin V8 supercharged […]

  • Rupiah Pagi Ini Menguat Jadi Rp16.780 per Dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Menguat Jadi Rp16.780 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini, Selasa (27/1/2026). Dikutip dari Antara, rupiah dibuka bergerak menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.780 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.782 per dolar AS. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah hari ini akan menguat […]

expand_less