Breaking News
light_mode
Beranda » Properti » Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

  • account_circle -
  • calendar_month Rab, 24 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersiap menaikkan harga rumah susun (rusun) subsidi tahun 2026. Saat ini BP Tapera tengah mengkaji kenaikan harga tersebut dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan hal itu usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan 43 bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di kantornya, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

“Kita harus hati-hati karena mengingat juga sensitivitas masyarakat ya, khususnya yang menjadi target segmen dari FLPP ini kan masyarakat berpenghasilan rendah juga, yang tentunya sangat sensitif terhadap isu-isu kenaikan harga,” tutur Heru.

Namun demikian, kata Heru, kenaikan harga rusun subsidi juga akan mempertimbangkan hasil kajian Badan Pusat Statistik (BPS).

Tak dimungkiri, BP Tapera memang tengah mempercepat proses harga rusun subsidi agar permasalahan backlog (ketimpangan) di perkotaan mulai terurai dengan masuknya skema FLPP bagi rumah vertikal. Setelah dari sisi suplai perumahan dibenahi, kenaikan harga per meter persegi dan per unit yang saat ini juga lagi dalam proses finalisasi tengah dilakukan kalibrasi kembali dengan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK).

“Itu yang kita upayakan ya. Yaudah mudah-mudahan nanti, dalam waktu cepat ya,” tambah Heru.

BP Tapera pun juga harus membicarakan hal ini dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan stakeholder (pemangku kepentingan) terkait lainnya. Sebab, harga rusun ini bernilai lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tapak, dari sisi alokasi fiskal yang ada.

“Kemudian kalau harga berjudulnya meningkat, tentunya ini bisa berpengaruh terhadap capaian total unitnya di 2026, yang 285.000 unit. Itu harus kita perhitungkan juga,” lanjut dia.

Mulai dari skema pembiayaan akan sama dengan yang rumah tapak eksisting, tenor, coverage asuransi pun juga harus menjadi pembicaraan sebelum memutuskan kenaikan harga rusun subsidi.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Dibuka Naik 0,3% Hari Ini, Kembali Dekati Level 9.000 Didukung Sentimen APBN

    IHSG Dibuka Naik 0,3% Hari Ini, Kembali Dekati Level 9.000 Didukung Sentimen APBN

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (9/1/2026). Pada awal sesi, IHSG naik 27,15 poin atau 0,3% ke level 8.952,62, kembali mendekati area psikologis 9.000. Penguatan IHSG pagi ini ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 358 saham menguat, 140 saham melemah, sementara 460 saham stagnan. […]

  • Menkeu Purbaya Datangi Kejagung, Bahas Optimalisasi PNBP dari Penegakan Hukum

    Menkeu Purbaya Datangi Kejagung, Bahas Optimalisasi PNBP dari Penegakan Hukum

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (14/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bersumber dari penegakan hukum. Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima langsung kedatangan Menkeu Purbaya di kantor Kejagung. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan pertemuan […]

  • BP Berminat pada Blok Migas yang Dilelang Pemerintah Indonesia

    BP Berminat pada Blok Migas yang Dilelang Pemerintah Indonesia

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan energi asal Inggris, British Petroleum (BP), menunjukkan minat terhadap blok minyak dan gas bumi (migas) yang baru dilelang oleh pemerintah Indonesia. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, usai menghadiri Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (24/10). “Ada (yang berminat), BP, investor besar,” ujar […]

  • Susanto Megaranto Segel Gelar Grand Master JAPFA Chess Festival

    Susanto Megaranto Segel Gelar Grand Master JAPFA Chess Festival

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pecatur Indonesia Susanto Megaranto menyegel gelar Dwi Tarung Grand Master JAPFA Chess Festival 2025. Kepastian tersebut diraih setelah Susanto Megaranto memetik kemenangan di babak ketiga dan keempat kategori rapid menghadapi GM Daniel Quizon yang berlangsung di Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta. “Ia memang jagonya main di Middle Game. Ia piawai dalam memainkan taktikalnya. Apalagi […]

  • Laba BTN Melesat 21,25% per November 2025

    Laba BTN Melesat 21,25% per November 2025

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 2,91 triliun hingga akhir November 2025, melesat 21,25% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 2,4 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan strategi pendanaan yang lebih efisien. Adapun, penyaluran kredit bank bersandi saham BBTN ini sebesar Rp 386,47 triliun […]

  • Terus Menguat, Rupiah Kini Dilevel Rp16.784 per Dolar AS

    Terus Menguat, Rupiah Kini Dilevel Rp16.784 per Dolar AS

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terus menguat. Pagi ini rupiah bergerak menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.784 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.820 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 1,32%. Disusul, ringgit Malaysia yang […]

expand_less