Jangan Asal Pasang! Ternyata Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang
- account_circle -
- calendar_month 53 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Pemasangan keramik lantai rumah. (F:Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Lantai keramik yang terlihat rapi dan kokoh ternyata menyimpan proses pemasangan yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Banyak pemilik rumah baru menyadari adanya masalah setelah keramik mulai berbunyi kopong, terangkat, hingga retak, padahal usia bangunan masih tergolong baru.
Salah satu hal yang kerap menjadi pertanyaan saat proses pemasangan adalah apakah keramik perlu direndam air sebelum dipasang.
Ahli Konstruksi Davy Sukamta mengatakan, perlakuan awal terhadap keramik tidak bisa dilakukan secara asal. Semua bergantung pada kualitas keramik dan kondisi bangunan tempat keramik akan dipasang.
“Untuk pemasangan keramik pada dua kondisi, baik di lantai dasar maupun lantai bertingkat, basahkan keramik,” ujar Davy dikutip dari Kompas, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, keramik dengan kualitas baik umumnya memiliki daya serap air yang rendah. Namun, hal itu berbeda jika keramik yang digunakan bersifat porous atau kurang baik kualitasnya.
“Bila keramik kurang baik atau porous, rendam dulu keramiknya 15 menit agar jenuh air,” ujarnya.
Perendaman ini bertujuan agar keramik tidak menyerap air dari adukan perekat secara berlebihan, yang dapat memengaruhi daya lekat. Selain itu, Davy juga menekankan pentingnya memberi celah atau nat antar-keramik saat pemasangan.
Cara pasang keramik di lantai dasar
Pemasangan keramik di lantai dasar, terutama yang langsung berada di atas tanah, membutuhkan perhatian khusus sejak tahap awal pekerjaan. Menurut Davy, langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan tanah benar-benar padat.
“Padatkan tanah dengan baik, beri lantai kerja beton,” jelasnya.
Setelah lantai kerja dicor, pemasangan keramik tidak boleh langsung dilakukan. Ada proses alami pada beton yang perlu diberi waktu paling tidak 2 minggu supaya proses susut beton sudah berlangsung.
Baru setelah itu, keramik bisa dilekatkan di atas permukaan beton tersebut. Kondisi tanah juga menjadi faktor penting. Di daerah dengan tanah ekspansif, seperti kawasan Cikarang, perlakuan tambahan sangat dianjurkan.
“Sebaiknya beri lapisan batu kapur sebelum memasang lantai kerja. Batu kapur dapat menyerap kelembapan. Tanah ekspansif mengembang bila kadar airnya naik,” ujarnya.
Menurutnya, batu kapur dapat membantu menyerap kelembapan sehingga mengurangi risiko pergerakan tanah yang dapat merusak lantai keramik.
Cara Pasang Keramik di Lantai Tingkat
Berbeda dengan lantai dasar, pemasangan keramik di lantai bertingkat lebih dipengaruhi oleh perilaku struktur beton. Kesalahan yang kerap terjadi, kata Davy, adalah memasang keramik terlalu cepat setelah pengecoran lantai.
“Jangan langsung pasang keramik setelah lantai beton dicor,” tegasnya. Ia menyarankan agar pemasangan dilakukan setelah beton benar-benar melalui proses alaminya, dengan jeda waktu ideal lebih dari empat minggu.
Waktu tersebut diberikan agar konstruksi beton sempat berdeformasi dan mengalami susut dan rangkak atau creep. Setelah itu, barulah lantai atas boleh dipasangi keramik.
Dengan memberi waktu yang cukup, struktur beton akan lebih stabil sehingga keramik yang dipasang di atasnya dapat bertahan lebih lama.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
