Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang, Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang, Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) resmi menyepakati aturan baru dalam perdagangan barang melalui penandatanganan The Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA Upgrade). Kesepakatan ini menandai langkah besar ASEAN dalam memperkuat integrasi ekonomi kawasan dan menghadapi tantangan global.

Penyerahan naskah perjanjian dilakukan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Abdul Aziz, selaku Ketua ASEAN Free Trade Area (AFTA) Council, kepada Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn pada sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025).

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan bahwa pembaruan ATIGA ini menjadi momentum penting bagi ASEAN untuk membangun sistem perdagangan yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

“ATIGA Upgrade menandai komitmen bersama negara-negara ASEAN untuk memperkuat pasar dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta rantai pasok yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Budi di Jakarta, Senin (27/10).

Perjanjian ini membawa sejumlah perubahan penting, di antaranya:

  • Mendorong praktik perdagangan hijau dan berwawasan lingkungan
  • Memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
  • Meningkatkan konektivitas rantai pasok regional
  • Menyediakan mekanisme alternatif penyelesaian sengketa dagang

Indonesia bersama lima negara lain  Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand — telah menandatangani perjanjian tersebut. Sementara Kamboja dan Laos menandatangani secara ad referendum, dan Myanmar serta Vietnam akan menyusul pada November 2025.
Perjanjian ATIGA Upgrade akan mulai berlaku 18 bulan setelah seluruh negara anggota menandatangani.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono menegaskan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan aturan khusus untuk komoditas beras dan gula.

“Klausul ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan dua komoditas utama dalam negeri,” tegasnya.

Djatmiko menambahkan, implementasi ATIGA Upgrade akan membuka peluang lebih luas bagi UMKM Indonesia untuk berpartisipasi dalam jaringan perdagangan kawasan ASEAN serta mendukung transisi menuju perdagangan yang lebih hijau dan berdaya saing.

Pada 2024, nilai perdagangan antarnegara ASEAN mencapai 823,1 miliar dolar AS, atau sekitar 21,4 persen dari total perdagangan kawasan, menunjukkan potensi besar untuk penguatan kerja sama ekonomi regional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Obligasi dan Sukuk RATU Laris Manis, Oversubscribed 6,8 Kali hingga Rp5,46 Triliun

    Obligasi dan Sukuk RATU Laris Manis, Oversubscribed 6,8 Kali hingga Rp5,46 Triliun

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatatkan minat investor yang tinggi dalam penerbitan obligasi dan sukuk tahun 2026. Instrumen ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 6,8 kali dari target awal. Berdasarkan keterangan resmi perseroan, total permintaan investor dalam masa bookbuilding mencapai Rp5,46 triliun. Angka ini jauh melampaui target penghimpunan dana sebesar Rp800 […]

  • Rupiah masih Melemah Terhadap Dolar AS

    Rupiah masih Melemah Terhadap Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tampaknya belum stabil. Dibuka pada perdagangan hari ini, Selasa (4/11/2025), rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah dibuka terdepresiasi 0,25% atau 39 poin ke Rp16.715 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,11% atau 0,11 poin ke 99,97. Sementara […]

  • Rupiah Tak Berdaya! Ditutup Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS

    Rupiah Tak Berdaya! Ditutup Melemah ke Rp17.762 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026) sore. Mata uang Indonesia melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.762 per dolar AS, dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.725 per dolar AS. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik yang masih menjadi perhatian pelaku pasar. Dari eksternal, […]

  • 4 Brand Asal Jambi Sukses Ekspansi Nasional, dari Saimen Bakery hingga Fresh Swalayan

    4 Brand Asal Jambi Sukses Ekspansi Nasional, dari Saimen Bakery hingga Fresh Swalayan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah brand lokal asal Jambi membuktikan diri mampu menembus pasar luar daerah bahkan lintas provinsi. Dengan strategi ekspansi yang konsisten, pelaku usaha ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa pelaku usaha daerah memiliki daya saing yang kuat, sekaligus membuka peluang […]

  • Hujan Ringan Melanda Sejumlah Wilayah Jambi

    Hujan Ringan Melanda Sejumlah Wilayah Jambi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Warga di Provinsi Jambi diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan ringan yang melanda sebagian besar wilayah pada Kamis, 9 Oktober 2025. Berdasarkan data BMKG, hampir seluruh kabupaten dan kota di Jambi diprediksi mengalami cuaca hujan ringan disertai kelembapan tinggi yang bisa mencapai hingga 99 persen di beberapa daerah. Sejak pagi hingga malam hari, […]

  • Setoran Freeport ke Kas Negara Terselamatkan Naiknya Harga Emas-Tembaga

    Setoran Freeport ke Kas Negara Terselamatkan Naiknya Harga Emas-Tembaga

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadapi penurunan signifikan pada produksi tembaga dan emas sepanjang 2025 akibat dua insiden besar di fasilitas smelter Gresik dan tambang Grasberg Block Cave. Meski demikian, setoran kepada negara diperkirakan tetap meningkat seiring lonjakan harga emas dan tembaga di pasar global. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan volume penjualan tembaga […]

expand_less