Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang, Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

ASEAN Sepakati Aturan Baru Perdagangan Barang, Dorong UMKM dan Ekonomi Hijau

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) resmi menyepakati aturan baru dalam perdagangan barang melalui penandatanganan The Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA Upgrade). Kesepakatan ini menandai langkah besar ASEAN dalam memperkuat integrasi ekonomi kawasan dan menghadapi tantangan global.

Penyerahan naskah perjanjian dilakukan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Tengku Zafrul Abdul Aziz, selaku Ketua ASEAN Free Trade Area (AFTA) Council, kepada Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn pada sela-sela KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025).

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyampaikan bahwa pembaruan ATIGA ini menjadi momentum penting bagi ASEAN untuk membangun sistem perdagangan yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

“ATIGA Upgrade menandai komitmen bersama negara-negara ASEAN untuk memperkuat pasar dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta rantai pasok yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Budi di Jakarta, Senin (27/10).

Perjanjian ini membawa sejumlah perubahan penting, di antaranya:

  • Mendorong praktik perdagangan hijau dan berwawasan lingkungan
  • Memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
  • Meningkatkan konektivitas rantai pasok regional
  • Menyediakan mekanisme alternatif penyelesaian sengketa dagang

Indonesia bersama lima negara lain  Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand — telah menandatangani perjanjian tersebut. Sementara Kamboja dan Laos menandatangani secara ad referendum, dan Myanmar serta Vietnam akan menyusul pada November 2025.
Perjanjian ATIGA Upgrade akan mulai berlaku 18 bulan setelah seluruh negara anggota menandatangani.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono menegaskan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan aturan khusus untuk komoditas beras dan gula.

“Klausul ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan dua komoditas utama dalam negeri,” tegasnya.

Djatmiko menambahkan, implementasi ATIGA Upgrade akan membuka peluang lebih luas bagi UMKM Indonesia untuk berpartisipasi dalam jaringan perdagangan kawasan ASEAN serta mendukung transisi menuju perdagangan yang lebih hijau dan berdaya saing.

Pada 2024, nilai perdagangan antarnegara ASEAN mencapai 823,1 miliar dolar AS, atau sekitar 21,4 persen dari total perdagangan kawasan, menunjukkan potensi besar untuk penguatan kerja sama ekonomi regional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

    Petani India Tertekan, Impor Kedelai dan Jagung GM AS Picu Kekhawatiran

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petani kedelai di negara bagian Madhya Pradesh, India tengah, mengaku kecewa dengan hasil panen musim ini. Lahan subur seluas lebih dari 3 hektare (7,4 acre) hanya menghasilkan 9.000 kg kedelai, atau sekitar seperlima dari produksi yang seharusnya. Akibat hujan berlebihan yang merusak tanaman. Sementara itu, harga jagung yang ditanam di dekat kedelai justru […]

  • Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

    Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan kebijakan darurat menyusul krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Krisis energi ini dipicu terganggunya jalur distribusi minyak global di Selat Hormuz, salah satu rute vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Sejumlah negara pun bergerak cepat mengantisipasi […]

  • Jejak Panjang Aqua di Pasar Saham Indonesia

    Jejak Panjang Aqua di Pasar Saham Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Merek air minum dalam kemasan (AMDK) legendaris AQUA memiliki sejarah panjang di dunia industri dan pasar modal Indonesia. Didirikan oleh Tirto Utomo pada 1973, Aqua menjadi pelopor AMDK pertama di Tanah Air sebelum akhirnya menjadi bagian dari raksasa multinasional asal Prancis, Danone. Kini, setelah lebih dari lima dekade, perjalanan Aqua di pasar saham […]

  • Rekor Tertinggi Pecah! Emas Antam Dibanderol Rp2.631.000 per Gram

    Rekor Tertinggi Pecah! Emas Antam Dibanderol Rp2.631.000 per Gram

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali menyentuh rekor tertinggi. Hari ini emas Antam lebih mahal Rp29.000 menjadi Rp2.631.000 per gram. Sedangkan pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dibanderol Rp 2.602.000 per gram. Adanya kenaikan harga tersebut membuat harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik tinggi menjadi Rp2.484.000 per gram. Transaksi harga jual dikenakan potongan […]

  • Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap

    Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jaringan minuman asal China, Mixue, menutup ratusan gerai di pasar internasional sepanjang 2025. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat penurunan sebanyak 428 gerai di luar negeri, termasuk di Indonesia dan Vietnam. Langkah ini menandai perubahan strategi perusahaan yang sebelumnya agresif berekspansi, kini beralih pada konsolidasi bisnis. Manajemen menyatakan fokus utama diarahkan pada optimalisasi […]

  • Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    Sudah Diposisi Rp17.126, Rupiah Kembali Menguat Gegara Faktor Ini

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menguat pada perdagangan Selasa (21/4/2026) pagi. Rupiah menguat 42 poin atau 0,24 persen menjadi Rp17.126 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.168 per dolar AS. Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai […]

expand_less