Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

Dampak Perang Iran vs AS-Israel, Negara Asia Mulai Hemat BBM

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan kebijakan darurat menyusul krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Krisis energi ini dipicu terganggunya jalur distribusi minyak global di Selat Hormuz, salah satu rute vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Sejumlah negara pun bergerak cepat mengantisipasi dampak lonjakan harga dan potensi kelangkaan BBM. Filipina menjadi salah satu negara yang mengambil langkah tegas dengan menetapkan status darurat energi nasional. Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengeluarkan kebijakan tersebut untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik.

Sebagai negara importir minyak, Filipina dinilai sangat rentan terhadap gangguan distribusi global. Langkah serupa juga dilakukan Korea Selatan dengan membentuk tim darurat ekonomi guna menghadapi dampak konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Sementara itu, Myanmar menerapkan kebijakan penghematan BBM dengan sistem ganjil-genap untuk kendaraan, serta membatasi distribusi bahan bakar menggunakan kode QR.

Pemerintah Myanmar juga memberlakukan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) untuk menekan konsumsi energi.

Di sisi lain, Vietnam memilih memberikan insentif berupa pemotongan pajak BBM, termasuk bahan bakar pesawat, guna menjaga daya beli masyarakat dan sektor industri.

Bagaimana dengan Indonesia? Pemerintah tengah mengkaji opsi penerapan WFH satu hari dalam sepekan sebagai langkah efisiensi konsumsi energi.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut kebijakan tersebut telah dibahas dalam rapat lintas kementerian yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto.

Lonjakan harga minyak dunia terjadi setelah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ancaman Iran untuk menutup total Selat Hormuz jika serangan terhadap infrastruktur energi mereka berlanjut. Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena ketergantungan banyak negara Asia terhadap impor energi.

Dengan berbagai langkah darurat yang ditempuh, negara-negara Asia kini berpacu menjaga stabilitas ekonomi di tengah ancaman krisis energi yang belum menunjukkan tanda mereda.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahlil Lahadalia Ungkap Alasan Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ikuti Mekanisme Pasar

    Bahlil Lahadalia Ungkap Alasan Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ikuti Mekanisme Pasar

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan di balik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga pada April 2026. Menurut Bahlil, kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pemerintah hanya […]

  • Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Berlangsung 10 Jam

    Evakuasi Korban Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Berlangsung 10 Jam

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Proses evakuasi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung hingga Selasa pagi, 28 April 2026. Tim SAR gabungan mengevakuasi sedikitnya empat kantong jenazah dari dalam gerbong KRL yang rusak parah akibat tabrakan. Proses evakuasi dilakukan bertahap sejak pukul 08.05 WIB. Tiga kantong jenazah […]

  • Kekayaan Prodigy AI China Meningkat hingga Rp 385,2 Triliun Gegara Sanksi AS

    Kekayaan Prodigy AI China Meningkat hingga Rp 385,2 Triliun Gegara Sanksi AS

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Chen Tianshi mungkin tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi salah satu orang terkaya di dunia ketika memulai perusahaan rintisannya pada 2019. Saat itu, satu-satunya pelanggan terbesar Cambricon Technologies, Huawei, tiba-tiba menghentikan hampir seluruh kerja sama demi mengembangkan chip mereka sendiri. Lebih dari 95% pendapatan Cambricon hilang seketika. Namun, perubahan besar datang dari arah […]

  • Prabowo Bahas Board of Peace dengan Eks Menlu dan Akademisi di Istana

    Prabowo Bahas Board of Peace dengan Eks Menlu dan Akademisi di Istana

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, akademisi hubungan internasional, serta pimpinan Komisi I DPR RI di Istana Merdeka, Rabu (4/2/2026). Pertemuan tersebut membahas dinamika politik luar negeri Indonesia, termasuk keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, diskusi […]

  • Jambi Hujan Deras, BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke depan

    Jambi Hujan Deras, BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke depan

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada tetapi tidak perlu panik. Pastikan saluran air berfungsi baik, jaga kebersihan lingkungan, dan pantau pembaruan cuaca melalui InfoBMKG sebelum beraktivitas,” ujar Kepala BMKG […]

  • Rupiah Akhirnya Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

    Rupiah Akhirnya Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah akhirnya tembus ke level paling lemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan, Senin (30/3/ 2026) sore. Berdasarkan data dari Antara, rupiah ditutup ke level Rp17.002 per dolar AS. Mata uang Indonesia ini melemah 22 poin atau 0,13 persen dibanding penutupan pada Jumat (27/3/2026) yang berada di level Rp 16.980 per dolar […]

expand_less