Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tikung Dolar AS, Melesat Rp16.762

Rupiah Tikung Dolar AS, Melesat Rp16.762

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Rupiah menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.762 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.798 per dolar AS.

Penguatan ini seiring melemahnya indeks dolar di tengah sentimen global yang mereda. Saat ini indeks dolar mengalami depresiasi sebesar 0,18% menuju posisi 97,45.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,31%. Disusul won Kora menguat 0,16%, yen Jepang menguat 0,12%, dan dolar Singapura menguat 0,12%.

Kemudian yuan China menguat 0,07%, peso Filipina menguat 0,06% dan dolar Taiwan menguat 0,03% terhadap dolar AS.

Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS pagi ini dengan pelemahan 0,01%.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup melemah pada rentang Rp16.790 hingga Rp16.830 per dolar AS pada hari ini.

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin, terjadi di tengah dinamika eksternal yang cukup kuat dan rilis data inflasi domestik yang meningkat.

Menurutnya, penunjukan Kevin Warsh menjadi sorotan utama pasar karena pandangannya yang kritis terhadap aktivitas pembelian aset bank sentral.

Meski dianggap setuju dengan keinginan Trump untuk pemangkasan suku bunga tajam, Ibrahim menuturkan bahwa kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh diprediksi tidak akan se-longgar yang diperkirakan.

“Warsh kemungkinan besar akan menekankan kelemahan pasar tenaga kerja sebagai risiko terbesar. Jika dikonfirmasi, ia diprediksi mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut saat masa jabatan Powell berakhir pada Mei mendatang,” ujar Ibrahim dalam risetnya kemarin.

Di sisi lain, tensi geopolitik menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi setelah Donald Trump menyatakan Iran mulai serius untuk bernegosiasi.

Dari sisi internal, kondisi fundamental ekonomi Indonesia mencatatkan performa positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 mencatatkan surplus kumulatif US$41,05 miliar, lebih tinggi dibandingkan capaian 2024 yang sebesar US$31,04 miliar.

Namun, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada realisasi inflasi Januari 2026 yang tercatat mencapai 3,55% secara tahunan (year on year/yoy).

Kenaikan IHK terutama didorong oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar yang memberikan andil inflasi sampai dengan 11,93%.

“Inflasi tahunan yang cukup tinggi ini dipengaruhi oleh low base effect tahun sebelumnya, terutama terkait penyesuaian tarif listrik. Namun, secara bulanan, Januari 2026 sebenarnya mengalami deflasi sebesar 0,15%,” ucap Ibrahim.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maybank Indonesia Kucurkan Pembiayaan Syariah Rp1,1 Triliun untuk PLTGU Batam

    Maybank Indonesia Kucurkan Pembiayaan Syariah Rp1,1 Triliun untuk PLTGU Batam

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyalurkan pembiayaan syariah berbasis keberlanjutan senilai Rp1,1 triliun dari total Rp3,3 triliun dalam bentuk Sindikasi Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) bagi PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam. Pembiayaan ini digunakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 120 megawatt (MW) di Batam, guna meningkatkan pasokan dan […]

  • Harga Sembako Pasar Angso Duo: Cabai Merah dan Bawang Putih Naik Tajam

    Harga Sembako Pasar Angso Duo: Cabai Merah dan Bawang Putih Naik Tajam

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada awal pekan ini. Namun, sejumlah komoditas strategis seperti cabai dan bawang menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru per 8 Juni 2026, harga cabai merah besar mengalami lonjakan tajam hingga 23,91 persen dan kini berada di angka Rp46.000 per kilogram. […]

  • Kemenperin Dorong AS Beri Pengecualian Tarif Sawit untuk Indonesia

    Kemenperin Dorong AS Beri Pengecualian Tarif Sawit untuk Indonesia

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berharap Amerika Serikat (AS) memberikan pengecualian tarif impor untuk komoditas minyak sawit Indonesia, seperti yang telah diterima oleh Malaysia. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan persaingan ekspor yang setara antara kedua negara di pasar global. Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengatakan proses pembahasan pengecualian tarif tersebut masih […]

  • Harga Perak Nyaris Tembus Rp70.000 per Gram

    Harga Perak Nyaris Tembus Rp70.000 per Gram

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni PT Antam kembali melonjak. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini, Rabu (28/1/2026), naik kencang Rp 2.700 ke level Rp 69.450 per gram. Harga perak Antam semakin mendekati level Rp 70.000 per gram. Untuk harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 17.762.500, […]

  • Harga Minyak Mentah Naik Lebih dari 2% Usai Rusia Hentikan Ekspor

    Harga Minyak Mentah Naik Lebih dari 2% Usai Rusia Hentikan Ekspor

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Jumat (14/11) setelah Rusia menghentikan ekspor minyak dari pelabuhan Novorossiisk. Penghentian ekspor terjadi menyusul serangan pesawat tak berawak Ukraina yang menghantam depot minyak di salah satu pusat energi terbesar Rusia. Kenaikan harga minyak terjadi di tengah penurunan mayoritas komoditas lainnya. Crude […]

  • Negosiasi Gagal, AS Blokade Selat Hormuz dan Siap Hancurkan Kapal Iran

    Negosiasi Gagal, AS Blokade Selat Hormuz dan Siap Hancurkan Kapal Iran

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah negosiasi yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan. Presiden AS Donald Trump bahkan mengambil langkah agresif dengan memulai blokade terhadap Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia. Langkah ini menandai eskalasi baru dalam konflik antara Washington dan Teheran. Trump […]

expand_less