Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Beranda » Regional » Inflasi Jambi 3,25 Persen, Muara Bungo Paling Tinggi Capai 4,21 Persen

Inflasi Jambi 3,25 Persen, Muara Bungo Paling Tinggi Capai 4,21 Persen

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga di sejumlah wilayah Jambi tidak seragam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Muara Bungo menjadi wilayah dengan inflasi tahunan tertinggi di Provinsi Jambi pada Juli 2026.

BPS mencatat inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jambi pada Juli 2026 mencapai 3,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,41. Namun, jika dilihat berdasarkan wilayah cakupan IHK, tingkat inflasi menunjukkan perbedaan yang cukup jelas. Muara Bungo mencatat inflasi tahunan tertinggi, yakni 4,21 persen, dengan IHK sebesar 113,99. Sementara itu, Kota Jambi mencatat inflasi y-on-y sebesar 3,16 persen dengan IHK 111,26.

Adapun Kabupaten Kerinci mencatat inflasi y-on-y sebesar 3,14 persen, dengan IHK 115,63. Dengan demikian, selisih inflasi tahunan antara Muara Bungo dan Kerinci mencapai 1,07 poin persentase.

Secara keseluruhan, Provinsi Jambi mengalami deflasi 0,06 persen secara month to month (m-to-m) pada Juli 2026. Namun, tidak semua wilayah mengalami penurunan harga. Kabupaten Kerinci justru mengalami inflasi bulanan sebesar 0,35 persen, menjadi yang tertinggi di antara tiga wilayah cakupan IHK.

Muara Bungo juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,14 persen. Sebaliknya, Kota Jambi mencatat deflasi 0,21 persen. Artinya, ketika secara provinsi Jambi mengalami deflasi 0,06 persen pada Juli, pergerakan harga di daerah justru menunjukkan arah yang berbeda.

Dari sisi inflasi sejak awal tahun atau year to date (y-to-d), Kerinci mencatat 2,16 persen, Muara Bungo 2,24 persen, sedangkan Kota Jambi sebesar 1,54 persen. Secara provinsi, inflasi y-to-d Jambi berada di level 1,73 persen. Data BPS juga menunjukkan inflasi tahunan Jambi pada Juli 2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli 2025, inflasi y-on-y Jambi tercatat 2,71 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 3,25 persen pada Juli 2026.

Meski demikian, kondisi bulanan justru membaik. Pada Juli 2025, Jambi mengalami inflasi m-to-m 0,52 persen, sedangkan Juli 2026 berbalik menjadi deflasi 0,06 persen. Begitu pula inflasi sejak awal tahun. Pada Juli 2025, inflasi y-to-d tercatat 2,18 persen, kemudian turun menjadi 1,73 persen pada Juli 2026. Data tersebut memperlihatkan bahwa tekanan harga di Jambi masih berlangsung jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tetapi dalam jangka pendek pergerakan harga pada Juli 2026 cenderung lebih terkendali.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota Internet Hangus Digugat ke MK, Konsumen vs Operator: Hak Digital atau Sekadar Lisensi?

    Kuota Internet Hangus Digugat ke MK, Konsumen vs Operator: Hak Digital atau Sekadar Lisensi?

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aturan kuota internet yang hangus meski telah dibayar lunas kini diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan ini membuka perdebatan tajam antara hak konsumen dan model bisnis operator telekomunikasi, sekaligus mempertanyakan bagaimana negara memandang kepemilikan produk digital. Pasangan suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, menggugat Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Cipta Kerja […]

  • Emas Antam Nanjak Lagi! Harga Tembus Rp2,64 Juta per Gram

    Emas Antam Nanjak Lagi! Harga Tembus Rp2,64 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali melanjutkan tren penguatan. Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), harga logam mulia tersebut naik Rp5.000 per gram. Mengutip laman Logam Mulia, emas Antam kini dibanderol Rp2.640.000 per gram, naik dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.635.000 per gram. Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas […]

  • Rupiah Ngegas Pagi Ini! Loncat 54 Poin, Sentuh Rp18.134 per Dolar AS

    Rupiah Ngegas Pagi Ini! Loncat 54 Poin, Sentuh Rp18.134 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angin segar berembus ke dunia usaha. Nilai tukar rupiah pada Selasa (9/6/2026) pagi dibuka menguat 54 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.134 per dolar AS, dari sebelumnya Rp18.188 per dolar AS. Penguatan ini langsung direspons pelaku usaha di Jambi. Sejumlah pengusaha mengaku mulai melihat celah untuk menekan biaya produksi, terutama yang bergantung […]

  • BI-Fast Jadi Layanan Pembayaran Termurah dan Tercepat di Dunia

    BI-Fast Jadi Layanan Pembayaran Termurah dan Tercepat di Dunia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut layanan BI-Fast kini menjadi salah satu sistem pembayaran tercepat dan termurah di dunia. Saat ini, tarif transaksi BI-Fast hanya Rp2.500 per transaksi dengan batas maksimal transfer Rp500.000 per sekali transaksi. Perry menegaskan, biaya tersebut sangat kompetitif dibandingkan standar global. “Rp2.500 itu kalau dikonversi ke dolar, hanya […]

  • Rupiah Hari Ini 2 November 2026 Melemah ke Rp18.149 per Dolar AS

    Rupiah Hari Ini 2 November 2026 Melemah ke Rp18.149 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali mendapat tekanan pada awal perdagangan pekan ini. Mata uang Indonesia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat pembukaan perdagangan Senin (2/11/2026). Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp18.149 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.147 per […]

  • 36 Penerima Beasiswa LPDP Diperiksa, Terancam Sanksi Pengembalian Dana

    36 Penerima Beasiswa LPDP Diperiksa, Terancam Sanksi Pengembalian Dana

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak 36 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah menjalani proses pemeriksaan lanjutan karena belum memenuhi kewajiban pengabdian di Indonesia. Salah satu di antaranya menjadi sorotan publik setelah kasusnya viral di media sosial. Direktur Utama LPDP, Sudarto, mengatakan proses klarifikasi dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data. Pemeriksaan dilakukan dengan menelusuri data perlintasan, […]

expand_less