Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Lahan Sawah Mengering, Jadwal Tanam Padi Ketiga di Tanjabtim Tertunda

Lahan Sawah Mengering, Jadwal Tanam Padi Ketiga di Tanjabtim Tertunda

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 7 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Musim kemarau berkepanjangan mulai menghambat aktivitas pertanian di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Jadwal musim tanam padi ketiga 2026 terpaksa mundur akibat minimnya curah hujan yang menyebabkan lahan persawahan kekurangan pasokan air.

Penanaman yang semula direncanakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026 hingga kini belum dapat dilaksanakan. Kondisi tersebut membuat petani harus menyesuaikan kembali jadwal pengolahan lahan dan penanaman padi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjabtim, Sunarno, mengatakan musim tanam ketiga seharusnya sudah dimulai sejak awal September 2026. Namun, kondisi cuaca yang belum mendukung membuat rencana tersebut tertunda.

“Tanam padi yang dijadwalkan awal September sampai Oktober, mundur karena pengaruh cuaca,” ujar Sunarno saat dikonfirmasi baru-baru ini.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor utama dalam menentukan dimulainya musim tanam. Lahan persawahan yang mengering akibat musim kemarau membuat petani belum bisa melakukan penanaman secara optimal.

Meski demikian, kondisi cuaca mulai menunjukkan perubahan. Hujan dilaporkan telah turun di sejumlah wilayah Tanjabtim dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah daerah berharap hujan tersebut menjadi awal pemulihan kondisi lahan pertanian sehingga aktivitas tanam dapat kembali berjalan.

“Harapan kami hujan segera normal dan kami akan segera tanam,” katanya.

Bagi sektor pertanian Tanjabtim, kepastian musim tanam menjadi penting karena berkaitan langsung dengan produktivitas padi dan pendapatan petani. Penundaan penanaman berpotensi menggeser jadwal pemeliharaan hingga masa panen apabila kondisi cuaca belum segera membaik.

Di sisi lain, Sunarno menjelaskan musim kemarau sebelumnya tidak memberikan dampak berarti terhadap musim tanam padi kedua 2026.

Saat itu, tanaman padi telah memasuki fase generatif hingga masa panen yang berlangsung pada akhir Agustus dan awal September. Kondisi tanaman yang siap dipanen masih terpantau aman.

Kini, pemerintah daerah berharap curah hujan kembali normal dan berlangsung konsisten agar kebutuhan air persawahan terpenuhi.

Percepatan musim tanam ketiga menjadi perhatian agar keterlambatan tidak berlangsung lebih lama. Sebab, semakin panjang penundaan, semakin besar pula potensi pergeseran kalender tanam yang harus dihadapi petani di Tanjabtim.(*)

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

    Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks ketahanan energi Indonesia pada 2025 tercatat meningkat dan masuk kategori tangguh. Namun, capaian itu belum sepenuhnya mencerminkan kemandirian energi nasional. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyebut indeks ketahanan energi Indonesia berada di angka 7,13 atau naik 0,39 dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan produksi dan cadangan gas […]

  • Mitsubishi Fuso Jadi Mobil Komersial Terlaris 2025, Kuasai Hampir 40 Persen Pasar Indonesia

    Mitsubishi Fuso Jadi Mobil Komersial Terlaris 2025, Kuasai Hampir 40 Persen Pasar Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mitsubishi Fuso kembali menegaskan dominasinya di pasar kendaraan niaga nasional. Sepanjang 2025, Mitsubishi Fuso tercatat sebagai merek mobil komersial terlaris di Indonesia dengan penjualan ritel mencapai 25.613 unit. Capaian tersebut membuat Fuso menguasai 39,9 persen pangsa pasar kendaraan komersial Tanah Air, meningkat 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pangsa pasar hampir 40 persen ini […]

  • Inilah 19 Desa di Jambi yang Belum Tersentuh Akses Internet, Terbanyak di Sarolangun

    Inilah 19 Desa di Jambi yang Belum Tersentuh Akses Internet, Terbanyak di Sarolangun

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerataan akses internet di Provinsi Jambi masih menghadapi tantangan. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan masih ada puluhan desa yang belum tersentuh sinyal internet. Berdasarkan Pendataan Potensi Desa (Podes), tercatat sebanyak 19 desa/kelurahan di Jambi belum memiliki akses internet sama sekali. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan digital di sejumlah […]

  • Borong Emas Sekarang? Harga Antam, UBS, hingga Galeri24 di Pegadaian Kompak Turun

    Borong Emas Sekarang? Harga Antam, UBS, hingga Galeri24 di Pegadaian Kompak Turun

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ada kabar baik bagi masyarakat Jambi yang tengah berburu logam mulia. Harga emas di Pegadaian kompak mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Koreksi terjadi pada seluruh produk emas, mulai dari Antam, UBS hingga Galeri24. Mengutip laman Sahabat Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram kini menjadi Rp2.736.000. Turun sebesar Rp15.000 dibandingkan hari sebelumnya. […]

  • KONI Pusat Tegaskan Komitmen Selesaikan Dualisme Cabang Olahraga Sebelum Akhir 2025

    KONI Pusat Tegaskan Komitmen Selesaikan Dualisme Cabang Olahraga Sebelum Akhir 2025

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan persoalan dualisme kepengurusan cabang olahraga yang masih terjadi di sejumlah daerah. Langkah ini dilakukan sesuai arahan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) agar organisasi olahraga di Indonesia berjalan lebih solid dan profesional. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan hal […]

  • Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

    Rupiah Tidak Melawan! Segini Harga Dolar AS di BCA hingga BNI

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tak berkutik di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (16/9/2026), menandakan tekanan terhadap rupiah belum mereda. Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.730 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 36 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.694 per […]

expand_less