Perak Antam Makin Murah, Simak Daftar Harga Terbaru Hari Ini
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Perak batangan produksi Antam (AI).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Penurunan cukup tajam ini menjadi perhatian investor dan masyarakat yang menjadikan logam mulia berwarna putih keperakan tersebut sebagai alternatif investasi selain emas.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga perak Antam hari ini merosot Rp1.050 per gram. Dengan demikian, harga perak berada di level Rp35.650 per gram. Angka itu lebih rendah dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp36.700 per gram.
Antam menyediakan sejumlah pilihan produk perak, mulai dari perak batangan hingga perak butiran murni dengan tingkat kemurnian mencapai 99,95 persen.
Untuk perak batangan ukuran 250 gram, harga dasar pada perdagangan hari ini tercatat Rp9.312.000. Setelah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen, harga yang harus dibayarkan pembeli mencapai Rp10.336.875.
Sementara itu, perak batangan ukuran 500 gram dibanderol Rp17.825.000 sebelum pajak. Setelah ditambah PPN 11 persen, harga akhirnya menjadi Rp19.785.750.
Tekanan harga juga terlihat di pasar internasional. Berdasarkan pantauan Kitco, harga perak spot melemah 1,84 persen menjadi USD51,04 per troy ounce saat berita ini ditulis.
Pelemahan logam mulia tersebut tidak terlepas dari perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS). Harga emas dan perak di pasar spot mengalami koreksi tajam pada perdagangan Kamis (29/10/2026), setelah data pertumbuhan ekonomi AS dirilis lebih kuat dari perkiraan.
Estimasi awal produk domestik bruto (PDB) AS kuartal III 2026 tumbuh 3,4 persen. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,2 persen dan meningkat dibandingkan pertumbuhan 2,2 persen pada kuartal II 2026.
Di sisi lain, tekanan inflasi yang masih berlanjut turut memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) berpeluang kembali memperketat kebijakan moneter sebelum akhir tahun.
Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75 hingga 4,00 persen. Namun, pelaku pasar kini mencermati kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS dan menekan permintaan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Bagi investor, penurunan harga perak Antam menjadi momentum untuk mencermati pergerakan pasar sebelum mengambil keputusan transaksi. Selain harga beli, biaya pajak dan selisih harga jual kembali juga perlu diperhitungkan agar investasi logam mulia tetap sesuai dengan tujuan keuangan.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
