Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Menguat ke Rp18.123 per Dolar AS, Ini Pemicunya

Rupiah Menguat ke Rp18.123 per Dolar AS, Ini Pemicunya

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (30/10/2026). Setelah sempat tertekan pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia mulai menemukan momentum positif.

Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat 14 poin atau 0,08 persen ke level Rp18.123 per dolar AS. Posisi tersebut membaik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.137 per dolar AS.

Penguatan rupiah kali ini sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS. Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS tercatat turun 0,30 persen ke level 101,731.

Pergerakan rupiah berlangsung di tengah perhatian pasar terhadap data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS yang baru dirilis pada Kamis (29/10/2026).

Ekonomi AS tumbuh 3,4% secara annualized pada kuartal III-2026, meningkat dari 2,2% pada kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,2%.

Di sisi lain, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS meningkat menjadi 3,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada September, dari 3,4% pada Agustus. Inflasi PCE inti juga naik menjadi 3,1% dari 3,0%.

Pertumbuhan ekonomi yang melampaui ekspektasi dan inflasi yang masih tinggi berpotensi membuat Federal Reserve (The Fed) lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga. Kondisi ini dapat menjaga daya tarik aset berbasis dolar AS dan membatasi ruang penguatan rupiah.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) menjelang pertemuan November 2026. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bahwa keputusan suku bunga acuan akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi domestik dan global, bukan otomatis mengikuti langkah Federal Reserve (The Fed).

“Data dependent, nanti kita lihat perkembangannya seperti apa. Karena kita punya kebijakan kan banyak ya instrumennya,” ujar Destry seusai menghadiri Rapimnas Kadin 2026.

BI juga menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mulai dari insentif biaya lindung nilai (hedging), kebijakan makroprudensial, hingga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Langkah ini menjadi perhatian ketika tingginya imbal hasil obligasi AS dan ketidakpastian global masih membayangi pergerakan mata uang negara berkembang.(*)

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana Lantik TP PKK, Bunda PAUD dan Posyandu Tingkat Kecamatan dan Kelurahan

    Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana Lantik TP PKK, Bunda PAUD dan Posyandu Tingkat Kecamatan dan Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana secara resmi melantik dan mengukuhkan pengurus TP PKK, Bunda PAUD, serta Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Jambi, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang digelar di Aula PKK Kota Jambi tersebut juga dirangkai dengan prosesi serah terima jabatan TP PKK Kecamatan Alam Barajo dan Telanaipura. […]

  • Investasi Menguat, Peta Kebutuhan Tenaga Kerja Batang Hari Mulai Berubah

    Investasi Menguat, Peta Kebutuhan Tenaga Kerja Batang Hari Mulai Berubah

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan investasi dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai membawa perubahan terhadap kebutuhan tenaga kerja. Tantangan daerah ke depan bukan hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi memastikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Batang Hari tumbuh 5,21 persen pada 2025, meningkat dibandingkan […]

  • Harga Emas Antam Rp3.042.000 per Gram Hari Ini: Turun Tipis

    Harga Emas Antam Rp3.042.000 per Gram Hari Ini: Turun Tipis

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam lebih murah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Sekarang ini emas Antam dibanderol Rp3.042.000 per gram. Turun sebesar Rp5000 dari harga semula Rp3.047.000. Untuk harga buyback emas Antam hari ini juga merosot. Harga buyback emas Antam terpangkas Rp 43.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam ditetapkan Rp 2.804.000 dari semula Rp2.847.000 per […]

  • Purbaya Tepis Julukan Gaya Koboi: Saya Hanya Perpanjangan Tangan Presiden Prabowo

    Purbaya Tepis Julukan Gaya Koboi: Saya Hanya Perpanjangan Tangan Presiden Prabowo

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa gaya komunikasinya yang kerap dianggap “koboi” bukan tindakan pribadi, melainkan bentuk pelaksanaan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan kepercayaan ekonomi masyarakat. “Saya tidak bertindak sendiri. Semua langkah saya adalah perpanjangan tangan Bapak Presiden. Jangan anggap saya koboi,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (27/10/2025). […]

  • IHSG Dibuka Melemah 1,38 Persen ke 6.763, Sentimen MSCI dan Rupiah Tekan Pasar

    IHSG Dibuka Melemah 1,38 Persen ke 6.763, Sentimen MSCI dan Rupiah Tekan Pasar

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, 13 Mei 2026. Indeks turun 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94. Analis pasar menilai pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyebut keluarnya sejumlah saham Indonesia […]

  • Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (16/10/2025) pagi. Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.573 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.576 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,38%, disusul won […]

expand_less