Senin, 29 Jun 2026
light_mode
Beranda » Properti » Diakui Dunia, Kampung Mrican Yogyakarta Raih Penghargaan Tertinggi Ammodo

Diakui Dunia, Kampung Mrican Yogyakarta Raih Penghargaan Tertinggi Ammodo

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Arsitektur yang bertanggung jawab secara sosial dan ekologis kini mendapat sorotan global. Dalam edisi kedua Ammodo Architecture Award 2025 yang diumumkan di Amsterdam Kamis (13/11/2025), sebuah proyek dari Indonesia, Kampung Mrican Phase 1, berhasil meraih penghargaan tertinggi, yaitu Social Architecture Award, mengalahkan ratusan karya dari 60 lebih negara.

Penghargaan ini menegaskan praktik arsitektur yang tidak memaksakan desain, melainkan mendengarkan kebutuhan komunitas, dapat menjadi solusi paling efektif dan inspiratif di tengah krisis global. Proyek Kampung Mrican Phase 1, hasil karya biro arsitek SHAU yang dimotori duet Florian Heinzelmann dan Daliana Suryawinata, mendapat apresiasi tinggi juri atas pendekatan urban acupuncture-nya.

Mengutip Kompas, Kampung Mrican adalah desa padat penduduk yang terbentang 1,2 kilometer di sepanjang Sungai Gajah Wong, Yogyakarta, dan berlokasi dekat Universitas Sanata Dharma.

Sebelum intervensi, kawasan ini menghadapi masalah akut, sungai dan jalan dipenuhi sampah yang tidak terkelola. Selain itu, kerap dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 2 meter, memperburuk kondisi hunian di tepi sungai, dan minimnya ruang publik yang layak dan fungsional.

Untuk mengatasi masalah fundamental ini, SHAU bekerja secara kolaboratif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan warga lokal, menerapkan intervensi strategis berskala mikro hingga makro, dengan total area 30.000 meter persegi.

Negosiasi dengan warga pun dilakukan, termasuk memundurkan bangunan dari tepi sungai, pemasangan sheet piling untuk mencegah longsor, dan pembangunan jalan inspeksi 3 meter yang menyembunyikan sistem drainase dan saluran pembuangan. Selain itu juga dilengkapi dengan pembangunan pusat pengelolaan sampah berbasis komunitas dan posko pengendali banjir.

Salah satu fitur dari penataan ini adalah pembangunan microlibrary yang belakangan menjadi tengaran baru kawasan. Dibangun di atas elevasi untuk menciptakan ruang publik teduh di bawahnya yang serbaguna. Bisa dimanfaatkan untuk hajatan, bazaar, atau parkir dengan memaksimalkan fungsi tanpa menambah luas bangunan. Perbaikan pendopo (balai warga), pembangunan taman bermain di atas area pengolahan limbah dengan mengintegrasikan Wayang Gatotkaca, dan trotoar yang diukir dengan teks Jawa kuno berisi pesan ekologis juga diterapkan.

Proyek ini tidak menggusur atau membangun ulang, melainkan memperbaiki dan memperkuat apa yang sudah ada, dengan kata lain strengthening local initiatives.

Material yang digunakan adalah tanah liat (terakota) yang diproduksi lokal, menghasilkan fasad microlibrary dengan pola menyerupai batik.

Hasilnya, tidak hanya estetik, tetapi juga fungsional dalam memfilter panas dan memungkinkan ventilasi silang. Dampak dari penataan ini adalah komunitas merasakan sungai lebih bersih, munculnya kebanggaan lingkungan, dan ruang publik aktif digunakan untuk kegiatan musik, pendidikan, hingga usaha baru yakni budidaya jamur dan produksi ecoenzyme yang dipimpin kelompok perempuan.

Kemenangan SHAU dan proyek Kampung Mrican menjadi penanda penting dalam dunia arsitektur global, sejalan dengan visi Ammodo Architecture yang ingin mengapresiasi etika, bukan gaya desain. Ketua Komite Penasihat sekaligus juri ajang ini, Joumana El Zein Khoury, memujinya sebagai proyek yang tidak memaksakan, sebaliknya proyek ini mendengarkan.

“Mereka menunjukkan bagaimana arsitektur dapat memupuk kesadaran akan yang sudah ada, memperbaiki apa yang telah diabaikan, dan memberdayakan komunitas melalui desain,” cetus Joumana.

Juri lainnya, Andrés Jaque menambahkan, penghargaan ini merayakan arsitektur sebagai penatalayanan yang hati-hati, usaha kolektif, dan perbaikan yang sabar dari tatanan sosial dan ekologis kita.

SHAU akan menggunakan hadiah €150.000 atau ekuivalen setara Rp 2,5 miliar untuk melanjutkan inisiatif microlibraries dengan membangun perpustakaan inklusif baru di Jakarta yang dirancang untuk disabilitas, dan meningkatkan microlibrary Pringwulung (Yogyakarta) dengan panel surya dan irigasi otomatis. Kisah Kampung Mrican membuktikan bahwa proyek-proyek arsitektur dari negara berkembang, yang fokus pada pemberdayaan, keberlanjutan sumber daya, dan community-led design, adalah masa depan arsitektur yang paling relevan untuk dunia.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wamendag Dyah Roro Esti Tegaskan Komitmen Indonesia Terapkan Regulasi yang Baik di Forum APEC Korea Selatan

    Wamendag Dyah Roro Esti Tegaskan Komitmen Indonesia Terapkan Regulasi yang Baik di Forum APEC Korea Selatan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menegaskan komitmen Indonesia untuk menerapkan praktik regulasi yang baik (good regulatory practices/GRP) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang transparan dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Reformasi Struktural Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC Structural Reform Ministerial Meeting/SRMM) yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan, pada Rabu (22/10/2025). Dalam […]

  • Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

    Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengusaha Amerika Serikat (AS) Elon Musk menjadi orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya melampaui US$ 700 miliar atau sekitar Rp 12,53 kuadriliun. Hal itu berdasarkan laporan majalah Forbes. Menurut laporan yang dirilis Minggu (21/12/2025) tersebut, kekayaan Elon Musk meningkat setelah Mahkamah Agung Delaware di AS membatalkan putusan pengadilan tingkat lebih rendah yang sebelumnya […]

  • Asosiasi Perhiasan Curhat ke Menkeu Purbaya, Minta Tindak Produsen Ilegal yang Tak Bayar Pajak

    Asosiasi Perhiasan Curhat ke Menkeu Purbaya, Minta Tindak Produsen Ilegal yang Tak Bayar Pajak

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima aspirasi dari asosiasi produsen perhiasan yang mengeluhkan praktik produksi ilegal di industri perhiasan. Produsen ilegal tersebut disebut menjual produk tanpa membayar pajak, sehingga menimbulkan ketimpangan aturan pajak bagi pelaku usaha resmi. Pertemuan antara Purbaya dan asosiasi produsen perhiasan berlangsung di Kementerian Keuangan, Kamis (23/10/2025). Dalam kesempatan itu, […]

  • Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

    Luhut Ungkap Tiga Keuntungan Perjanjian Dagang RI-AS, Akses Tarif 0 Persen untuk 1.819 Produk

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap tiga keuntungan utama bagi Indonesia setelah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menurut Luhut, perjanjian tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian perdagangan global. “Perjanjian ini memastikan posisi Indonesia tetap […]

  • Dana Rp83 Triliun Disiapkan untuk Koperasi Desa Merah Putih, Dukung Ekonomi dan Pembangunan Desa 2026

    Dana Rp83 Triliun Disiapkan untuk Koperasi Desa Merah Putih, Dukung Ekonomi dan Pembangunan Desa 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan dana sebesar Rp83 triliun untuk mendukung pembangunan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Dana besar ini akan menjadi salah satu pendorong utama kebangkitan ekonomi desa di tahun 2026. Direktur Sistem Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Subandono, menjelaskan bahwa pendanaan tersebut akan ditempatkan di perbankan nasional […]

  • Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

    Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor properti ritel di Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan. Fenomena penutupan gerai-gerai besar dan department store seperti Transmart dan Sogo di beberapa lokasi bukan pertanda kemunduran, melainkan indikasi kuat adanya pergeseran preferensi konsumen dan evolusi model bisnis ritel. Di tengah perubahan ini, Indonesia, khususnya Jakarta, menawarkan pangsa pasar yang menarik bagi masuknya brand-brand […]

expand_less