Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Properti » Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sektor properti ritel di Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan. Fenomena penutupan gerai-gerai besar dan department store seperti Transmart dan Sogo di beberapa lokasi bukan pertanda kemunduran, melainkan indikasi kuat adanya pergeseran preferensi konsumen dan evolusi model bisnis ritel.

Di tengah perubahan ini, Indonesia, khususnya Jakarta, menawarkan pangsa pasar yang menarik bagi masuknya brand-brand asing baru, terutama dari China, Jepang, Korea, dan bahkan Eropa.

Managing Director CBRE Indonesia Angela Wibawa menuturkan, department store konvensional kini menghadapi tantangan. Konsumen, terutama generasi muda (Gen Z dan Millennial), tidak lagi menjadikan department store sebagai tujuan utama berbelanja.

“Konsumen menilai pengalaman berbelanja di department store sudah tidak sesuai lagi dengan kekinian,” ujar Angela dikutip dari Kompas, Kamis (20/11/2025).

Sebagai gantinya, ritel bergerak ke model yang lebih spesialis, seperti pop-up store dan konsep omnichannel, serta bangunan ritel stand-alone (berdiri sendiri di luar mal). Ritel modern kini juga cenderung mendekatkan diri ke konsumen, bahkan hingga ke tingkat kabupaten, seperti yang terlihat pada pertumbuhan mini-market atau ritel pasar kecil.

“Tujuannya adalah mengurangi jarak akses, menghemat waktu tempuh (commute), dan mengatasi kemacetan,” Senior Director, Co-Head of Office Services di CBRE Indonesia Albert Dwiyanto.

Salah satu tren signifikan adalah ritel yang sebelumnya dominan di mal, seperti farmasi dan beberapa merek, kini memilih buka di lokasi stand alone untuk mendekatkan diri ke konsumen dan mengantisipasi perubahan perilaku.

Daya tarik utama Indonesia, khususnya Jakarta, terletak pada kekuatan pasar domestik yang besar, bukan semata-mata turis internasional. Mayoritas konsumen di kota-kota besar adalah Generasi Z dan Gen Y (Millennial), yang memiliki preferensi dan gaya belanja berbeda.

Juaranya Walaupun kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta relatif kecil, kedatangan turis domestik (domestic arrival) ke Jakarta mengalami peningkatan drastis, jauh di atas angka sebelum Covid-19. Turis domestik, termasuk ASN dan masyarakat daerah, menjadikan mal sebagai salah satu destinasi utama saat berkunjung ke Jakarta.

“Peningkatan ini menciptakan peluang besar bagi ritel yang perlu didorong dan dimanfaatkan, serupa dengan peran sektor ritel dalam mendongkrak perekonomian di Thailand,” timpal Head of Research CBRE Indonesia Anton Sitorus.

Dengan demikian, pasar ritel di Indonesia sangat didorong oleh local spending dan volume kedatangan domestik yang tinggi, menjadikannya pasar yang solid dan menarik bagi ekspansi brand.

Brand Asing Baru

Dalam konteks pergeseran perilaku dan pasar yang kuat ini, wajar jika ada pergerakan “pergantian pemain” (shifting brand).

CBRE Inonesia mengungkapkan, dalam waktu dekat akan masuk brand-brand asing baru untuk menggantikan atau mengisi ceruk pasar yang ditinggalkan department store yang tutup.

“Ini bukan sekadar rumor, melainkan respons alami terhadap tren,” imbuh Albert.

Penutupan beberapa chain ritel besar seperti Sogo di luar negeri atau Transmart di Indonesia membuka ruang di lokasi-lokasi strategis yang sangat menarik bagi brand lain.

Masuknya specialty store di saat beberapa ritel lain tutup adalah contoh nyata shifting brand ini. Dan brand asing yang masuk akan berfokus pada model ritel yang sedang tren: spesialisasi, konsep unik, dan stand-alone building.

“Konsep stand-alone ini secara langsung mendorong peningkatan permintaan ruko (rumah toko) atau bangunan komersial mandiri, terutama di lokasi dengan trafik yang bagus. Brand asing dapat memanfaatkan tren ini untuk ekspansi cepat di berbagai area tanpa bergantung pada slot di mal,” papar Albert.

Menurutnya, konsumen mencari pengalaman yang menyenangkan (happy) bahkan untuk pengeluaran kecil seperti hanya membeli kopi atau makanan. Brand asing yang menawarkan konsep pengalaman, komunitas, atau spesialisasi, bukan kebutuhan bulanan ala supermarket besar, akan lebih diminati.

Dengan fundamental pasar yang kuat, demografi muda, spending domestik yang tinggi, dan permintaan untuk konsep ritel yang lebih modern dan efisien, Indonesia merupakan destinasi yang sangat menjanjikan bagi brand-brand asing yang ingin melakukan ekspansi. Regulasi dan insentif, terutama terkait tata ruang kota dan perizinan, diharapkan dapat lebih mendukung sektor komersial ini untuk memaksimalkan potensi investasi.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpres Baru Atur Tarif dan Kesejahteraan Ojol Siap Terbit Tahun 2025

    Perpres Baru Atur Tarif dan Kesejahteraan Ojol Siap Terbit Tahun 2025

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) baru untuk ojek online (ojol), yang mencakup tarif, perlindungan, dan kesejahteraan pengemudi. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa aturan ini masih digodok dan dibahas intensif bersama seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan aplikasi ojol dan para pengemudi, agar regulasi relevan dan berpihak pada semua pihak. Perpres dipilih […]

  • OJK Gelar Apresiasi Media Massa 2025, Mahendra Siregar Puji Peran Pers Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

    OJK Gelar Apresiasi Media Massa 2025, Mahendra Siregar Puji Peran Pers Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Apresiasi Media Massa 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada media yang dinilai berperan penting dalam menyampaikan informasi program dan kebijakan OJK kepada publik. Acara digelar di Jakarta, Selasa (2/12/2025), dan dihadiri pimpinan redaksi, redaktur, dan wartawan dari berbagai media nasional dan daerah. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar […]

  • Said Iqbal Terima Aturan Baru UMP 2026, Demo Buruh di Istana Ditunda

    Said Iqbal Terima Aturan Baru UMP 2026, Demo Buruh di Istana Ditunda

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan menerima aturan baru penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 yang ditetapkan pemerintah. Seiring dengan itu, aksi demonstrasi buruh yang semula direncanakan berlangsung di depan Istana Negara pada Jumat (19/12/2025) resmi ditunda. Said Iqbal mengatakan, penerimaan tersebut diberikan dengan catatan […]

  • Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan bahwa pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 harus mempertimbangkan kondisi riil dunia usaha yang mayoritas didominasi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menjelaskan bahwa sekitar 90 persen perusahaan di Indonesia bukanlah perusahaan besar atau multinasional, melainkan UKM dengan kemampuan finansial terbatas. “Jangan […]

  • Dorong Perusahaan Lokal Mulai Ekspansi Pasar Modal, BEI Gelar Go Public Seminar “Turning Growth Into Opportunity” di Jambi

    Dorong Perusahaan Lokal Mulai Ekspansi Pasar Modal, BEI Gelar Go Public Seminar “Turning Growth Into Opportunity” di Jambi

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) (Self-Regulatory Organizations/SRO), serta didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jambi, sukses menggelar kegiatan Go Public Seminar bertajuk “Turning Growth Into Opportunity” di Swiss-Belhotel Jambi pada Rabu (5/8/2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, otoritas […]

  • Bank of Japan Tahan Suku Bunga di 0,75%, Tiga Anggota Dewan Dorong Kenaikan

    Bank of Japan Tahan Suku Bunga di 0,75%, Tiga Anggota Dewan Dorong Kenaikan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank of Japan memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,75 persen dalam rapat kebijakan yang berakhir Selasa, 28 April 2026. Namun, keputusan tersebut tidak bulat. Tiga dari sembilan anggota dewan justru mengusulkan kenaikan suku bunga menjadi 1 persen. Perbedaan pandangan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, terutama akibat konflik geopolitik di […]

expand_less