Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Properti » Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sektor properti ritel di Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan. Fenomena penutupan gerai-gerai besar dan department store seperti Transmart dan Sogo di beberapa lokasi bukan pertanda kemunduran, melainkan indikasi kuat adanya pergeseran preferensi konsumen dan evolusi model bisnis ritel.

Di tengah perubahan ini, Indonesia, khususnya Jakarta, menawarkan pangsa pasar yang menarik bagi masuknya brand-brand asing baru, terutama dari China, Jepang, Korea, dan bahkan Eropa.

Managing Director CBRE Indonesia Angela Wibawa menuturkan, department store konvensional kini menghadapi tantangan. Konsumen, terutama generasi muda (Gen Z dan Millennial), tidak lagi menjadikan department store sebagai tujuan utama berbelanja.

“Konsumen menilai pengalaman berbelanja di department store sudah tidak sesuai lagi dengan kekinian,” ujar Angela dikutip dari Kompas, Kamis (20/11/2025).

Sebagai gantinya, ritel bergerak ke model yang lebih spesialis, seperti pop-up store dan konsep omnichannel, serta bangunan ritel stand-alone (berdiri sendiri di luar mal). Ritel modern kini juga cenderung mendekatkan diri ke konsumen, bahkan hingga ke tingkat kabupaten, seperti yang terlihat pada pertumbuhan mini-market atau ritel pasar kecil.

“Tujuannya adalah mengurangi jarak akses, menghemat waktu tempuh (commute), dan mengatasi kemacetan,” Senior Director, Co-Head of Office Services di CBRE Indonesia Albert Dwiyanto.

Salah satu tren signifikan adalah ritel yang sebelumnya dominan di mal, seperti farmasi dan beberapa merek, kini memilih buka di lokasi stand alone untuk mendekatkan diri ke konsumen dan mengantisipasi perubahan perilaku.

Daya tarik utama Indonesia, khususnya Jakarta, terletak pada kekuatan pasar domestik yang besar, bukan semata-mata turis internasional. Mayoritas konsumen di kota-kota besar adalah Generasi Z dan Gen Y (Millennial), yang memiliki preferensi dan gaya belanja berbeda.

Juaranya Walaupun kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta relatif kecil, kedatangan turis domestik (domestic arrival) ke Jakarta mengalami peningkatan drastis, jauh di atas angka sebelum Covid-19. Turis domestik, termasuk ASN dan masyarakat daerah, menjadikan mal sebagai salah satu destinasi utama saat berkunjung ke Jakarta.

“Peningkatan ini menciptakan peluang besar bagi ritel yang perlu didorong dan dimanfaatkan, serupa dengan peran sektor ritel dalam mendongkrak perekonomian di Thailand,” timpal Head of Research CBRE Indonesia Anton Sitorus.

Dengan demikian, pasar ritel di Indonesia sangat didorong oleh local spending dan volume kedatangan domestik yang tinggi, menjadikannya pasar yang solid dan menarik bagi ekspansi brand.

Brand Asing Baru

Dalam konteks pergeseran perilaku dan pasar yang kuat ini, wajar jika ada pergerakan “pergantian pemain” (shifting brand).

CBRE Inonesia mengungkapkan, dalam waktu dekat akan masuk brand-brand asing baru untuk menggantikan atau mengisi ceruk pasar yang ditinggalkan department store yang tutup.

“Ini bukan sekadar rumor, melainkan respons alami terhadap tren,” imbuh Albert.

Penutupan beberapa chain ritel besar seperti Sogo di luar negeri atau Transmart di Indonesia membuka ruang di lokasi-lokasi strategis yang sangat menarik bagi brand lain.

Masuknya specialty store di saat beberapa ritel lain tutup adalah contoh nyata shifting brand ini. Dan brand asing yang masuk akan berfokus pada model ritel yang sedang tren: spesialisasi, konsep unik, dan stand-alone building.

“Konsep stand-alone ini secara langsung mendorong peningkatan permintaan ruko (rumah toko) atau bangunan komersial mandiri, terutama di lokasi dengan trafik yang bagus. Brand asing dapat memanfaatkan tren ini untuk ekspansi cepat di berbagai area tanpa bergantung pada slot di mal,” papar Albert.

Menurutnya, konsumen mencari pengalaman yang menyenangkan (happy) bahkan untuk pengeluaran kecil seperti hanya membeli kopi atau makanan. Brand asing yang menawarkan konsep pengalaman, komunitas, atau spesialisasi, bukan kebutuhan bulanan ala supermarket besar, akan lebih diminati.

Dengan fundamental pasar yang kuat, demografi muda, spending domestik yang tinggi, dan permintaan untuk konsep ritel yang lebih modern dan efisien, Indonesia merupakan destinasi yang sangat menjanjikan bagi brand-brand asing yang ingin melakukan ekspansi. Regulasi dan insentif, terutama terkait tata ruang kota dan perizinan, diharapkan dapat lebih mendukung sektor komersial ini untuk memaksimalkan potensi investasi.(*)

 

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • JAPFA Chess Festival, Susanto Megaranto masih Tangguh bagi Daniel Quison

    JAPFA Chess Festival, Susanto Megaranto masih Tangguh bagi Daniel Quison

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kehebatan pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto belum pudar. Pemilik elo rating 2.476 ini sukses menghajar pecatur Filipina GM Daniel Quison dalam dwi tarung kategori grand master JAPFA Chess Festival 2025 yang berlangsung di Gedung Serbaguna, GBK Senayan, Jakarta. “Saya memang sudah ada persiapan. Sampai langkah ke-10, dan sudah melihat peluang menang setelah Quizon […]

  • Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

    Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung hampir sebulan memunculkan fakta mengejutkan. Alih-alih fokus menyerang musuh utamanya, sebagian besar rudal dan drone Iran justru menghantam negara-negara Arab di kawasan Teluk. Laporan lembaga berbasis di Washington DC, Stimson Center, mengungkap sekitar 83 persen serangan Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari […]

  • Harga Emas Antam dan Galeri24 Turun Minggu Ini

    Harga Emas Antam dan Galeri24 Turun Minggu Ini

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Galeri24 terpantau menurun sepanjang pekan terakhir, menandai tren turun pada pasar emas domestik. Data periode 20-25 Oktober 2025 menunjukkan emas Antam merosot Rp 65.000, dari Rp 2.415.000 per gram menjadi Rp 2.350.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 turun Rp 59.000, dari Rp 2.504.000 […]

  • Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh pelemahan ekonomi global, tetapi juga oleh rendahnya daya saing tenaga kerja nasional. Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional yang digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Asian Productivity Organization (APO) di Jakarta Pusat, […]

  • Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Serangan besar-besaran Iran ke negara-negara Arab memicu tanda tanya global. Mengapa Teheran justru menghantam kawasan Teluk, bukan langsung fokus ke Israel atau Amerika Serikat sebagai musuh utamanya? Sejumlah analis menilai langkah ini bukan salah sasaran, melainkan strategi militer dan politik yang disengaja. 1. Target Utama: Pangkalan AS di Negara Arab Iran sebenarnya membidik aset […]

  • Shinta Kamdani: UMKM Perlu Kemudahan Usaha dan Regulasi yang Efisien

    Shinta Kamdani: UMKM Perlu Kemudahan Usaha dan Regulasi yang Efisien

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menegaskan pentingnya dukungan pemerintah bagi sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi. Pernyataan ini disampaikan Shinta menanggapi langkah Bank Indonesia (BI) yang memangkas porsi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi Rp707 triliun per 21 Oktober […]

expand_less