Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pengusaha Amerika Serikat (AS) Elon Musk menjadi orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya melampaui US$ 700 miliar atau sekitar Rp 12,53 kuadriliun. Hal itu berdasarkan laporan majalah Forbes.

Menurut laporan yang dirilis Minggu (21/12/2025) tersebut, kekayaan Elon Musk meningkat setelah Mahkamah Agung Delaware di AS membatalkan putusan pengadilan tingkat lebih rendah yang sebelumnya membatalkan paket opsi saham Tesla pada 2018 milik Musk, yang kini bernilai US$ 139 miliar.

Forbes memperkirakan setelah Musk berhasil mengajukan banding atas putusan tersebut, kekayaan bersih pengusaha itu mencapai rekor US$ 749 miliar.

Sebelumnya, media yang sama menobatkan Musk sebagai orang pertama dengan kekayaan bersih lebih dari US$ 600 miliar setelah SpaceX mengumumkan penawaran saham internal yang menilai perusahaan tersebut sebesar US$ 800 miliar.

Pada Maret 2020, kekayaan Musk masih diperkirakan sebesar US$ 24,6 miliar. Kemudian pada Januari 2021 ia menjadi orang terkaya di dunia, melampaui angka US$ 200 miliar dan US$ 300 miliar pada tahun yang sama.

Pada 2024, kekayaan Musk kembali menembus angka US$ 400 miliar kemudian ke kisaran US$ 500 miliar.

Lonjakan kekayaan Elon Musk yang memecahkan rekor dunia tidak terlepas dari performa fantastis dua perusahaan utamanya, yaitu Tesla dan SpaceX. Kenaikan dramatis kekayaan Musk, dari US$ 24,6 miliar pada Maret 2020 hingga melampaui US$ 700 miliar, terjadi paralel dengan lonjakan nilai saham Tesla dan valuasi SpaceX.

Kenaikan terbarunya yang melampaui angka US$ 700 miliar, secara spesifik dipicu oleh keputusan hukum. Mahkamah Agung Delaware mengembalikan paket opsi saham Tesla 2018 Musk senilai US$ 139 miliar, yang sebelumnya dibatalkan. Paket kompensasi ini dirancang agar Musk hanya mendapatkannya jika perusahaan mencapai serangkaian target pasar dan operasional yang sangat ambisius.

Keputusan pengadilan ini menegaskan kembali legitimasi kompensasi tersebut, yang secara efektif mengaitkan kekayaan pribadi Musk secara langsung dengan inovasi disruptif dan pertumbuhan kapitalisasi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sektor kendaraan listrik dan teknologi antariksa. Kekayaan Musk, dengan demikian, berfungsi sebagai barometer langsung bagi keberhasilan inovasi radikal dalam ekonomi global saat ini.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Investor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia setop impor solar mulai 1 Juli, Ini Alasannya

    Indonesia setop impor solar mulai 1 Juli, Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026. Keputusan itu menyusul penerapan biodiesel 50 persen atau B50 berbasis kelapa sawit yang siap menggantikan kebutuhan solar impor secara penuh. “Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dikutip dari Antara, Senin […]

  • BGTC PCR 2025: Bank Nagari Ajak Gen Z Bijak Kelola Keuangan dan Melek Investasi

    BGTC PCR 2025: Bank Nagari Ajak Gen Z Bijak Kelola Keuangan dan Melek Investasi

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Nagari mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menata kebiasaan finansial dengan bijak sejak dini melalui program Bisnis Indonesia Goes to Campus (BGTC) 2025 di Politeknik Caltex Riau (PCR). Menabung sebagai modal awal investasi. Dana yang dikirim orang tua harus dikelola dengan baik untuk menyiapkan modal investasi di masa depan. Perbedaan menabung dan […]

  • Prakiraan Cuaca Jambi 23 Juni–2 Juli 2026: Hujan, Petir, dan Kabut Mengintai

    Prakiraan Cuaca Jambi 23 Juni–2 Juli 2026: Hujan, Petir, dan Kabut Mengintai

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Jambi pada periode 23 Juni hingga 2 Juli 2026 menunjukkan dominasi kondisi berawan dan hujan ringan, disertai potensi petir serta fenomena kabut dan udara kabur di beberapa daerah. Di wilayah dataran tinggi seperti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, suhu udara relatif lebih rendah, berkisar antara 16 […]

  • Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Pertamina Siagakan 1.866 SPBU Beroperasi 24 Jam

    Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Pertamina Siagakan 1.866 SPBU Beroperasi 24 Jam

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga kelancaran pasokan energi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Salah satunya dengan menyiagakan 1.866 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di seluruh Indonesia. VP Retail Business Support PT Pertamina Patra Niaga Beny Harto Wijaya mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen […]

  • Harga Sembako di Jambi Stabil, Cabai Naik Tajam Awal November 2025

    Harga Sembako di Jambi Stabil, Cabai Naik Tajam Awal November 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki awal November 2025, harga kebutuhan pokok atau sembako di Kota Jambi terpantau relatif stabil di sebagian besar pasar tradisional. Meski demikian, sejumlah komoditas terutama cabai merah dan cabai rawit mengalami kenaikan harga cukup tajam dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi pada Jumat (7/11/2025), harga sembako di tiga […]

  • Impor 100 Ribu Pikap untuk Kopdes Dikritik, Hendri Satrio Usul Produksi Esemka

    Impor 100 Ribu Pikap untuk Kopdes Dikritik, Hendri Satrio Usul Produksi Esemka

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana pemerintah mengimpor 100.000 unit kendaraan niaga jenis pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih menuai kritik. Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai kebijakan impor dalam jumlah besar tersebut perlu dikaji ulang. Ia mempertanyakan alasan pemerintah tidak memaksimalkan kapasitas industri otomotif dalam negeri. “Kenapa harus impor dalam jumlah besar? […]

expand_less