Selasa, 21 Jul 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pengusaha Amerika Serikat (AS) Elon Musk menjadi orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya melampaui US$ 700 miliar atau sekitar Rp 12,53 kuadriliun. Hal itu berdasarkan laporan majalah Forbes.

Menurut laporan yang dirilis Minggu (21/12/2025) tersebut, kekayaan Elon Musk meningkat setelah Mahkamah Agung Delaware di AS membatalkan putusan pengadilan tingkat lebih rendah yang sebelumnya membatalkan paket opsi saham Tesla pada 2018 milik Musk, yang kini bernilai US$ 139 miliar.

Forbes memperkirakan setelah Musk berhasil mengajukan banding atas putusan tersebut, kekayaan bersih pengusaha itu mencapai rekor US$ 749 miliar.

Sebelumnya, media yang sama menobatkan Musk sebagai orang pertama dengan kekayaan bersih lebih dari US$ 600 miliar setelah SpaceX mengumumkan penawaran saham internal yang menilai perusahaan tersebut sebesar US$ 800 miliar.

Pada Maret 2020, kekayaan Musk masih diperkirakan sebesar US$ 24,6 miliar. Kemudian pada Januari 2021 ia menjadi orang terkaya di dunia, melampaui angka US$ 200 miliar dan US$ 300 miliar pada tahun yang sama.

Pada 2024, kekayaan Musk kembali menembus angka US$ 400 miliar kemudian ke kisaran US$ 500 miliar.

Lonjakan kekayaan Elon Musk yang memecahkan rekor dunia tidak terlepas dari performa fantastis dua perusahaan utamanya, yaitu Tesla dan SpaceX. Kenaikan dramatis kekayaan Musk, dari US$ 24,6 miliar pada Maret 2020 hingga melampaui US$ 700 miliar, terjadi paralel dengan lonjakan nilai saham Tesla dan valuasi SpaceX.

Kenaikan terbarunya yang melampaui angka US$ 700 miliar, secara spesifik dipicu oleh keputusan hukum. Mahkamah Agung Delaware mengembalikan paket opsi saham Tesla 2018 Musk senilai US$ 139 miliar, yang sebelumnya dibatalkan. Paket kompensasi ini dirancang agar Musk hanya mendapatkannya jika perusahaan mencapai serangkaian target pasar dan operasional yang sangat ambisius.

Keputusan pengadilan ini menegaskan kembali legitimasi kompensasi tersebut, yang secara efektif mengaitkan kekayaan pribadi Musk secara langsung dengan inovasi disruptif dan pertumbuhan kapitalisasi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sektor kendaraan listrik dan teknologi antariksa. Kekayaan Musk, dengan demikian, berfungsi sebagai barometer langsung bagi keberhasilan inovasi radikal dalam ekonomi global saat ini.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Investor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Tertekan, Harga Emas Antam Akhirnya Bangkit

    Setelah Tertekan, Harga Emas Antam Akhirnya Bangkit

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren negatif harga emas produksi Antam akhirnya terhenti. Pada perdagangan Kamis (2/7/2026), logam mulia yang banyak diminati masyarakat ini kembali menguat setelah sebelumnya mengalami penurunan. Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.640.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga emas masih berada di level Rp2.625.000 per gram. Tak hanya harga jual, nilai pembelian kembali (buyback) […]

  • Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur

    Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan akan bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas usulan pemindahan jalur masuk barang impor atau entry point sebagai bagian dari penguatan instrumen non-tariff measures (NTM) di Indonesia. “Saya akan melakukan komunikasi dengan Menkeu untuk menjelaskan kepada beliau mengenai konsep kami mengenai konsep NTM,” ujar Agus di […]

  • Ternyata Hal Ini yang Membuat Indef Ingatkan Danantara

    Ternyata Hal Ini yang Membuat Indef Ingatkan Danantara

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemerintah perlu menghadirkan skema berbagi risiko yang konkret yang menjamin pendapatan program makan bergizi gratis (MBG) dapat diprediksi. Dengan begitu, proyek ini dapat masuk kategori bankable. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menyampaikan skema yang konkret dibutuhkan mengingat bank memerlukan kestabilan […]

  • IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG tercatat turun lebih dari 6 persen dan sempat menyentuh level 8.300, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 6,82 persen ke level 8.367 pada pukul 09.06 WIB. Tekanan jual mendominasi […]

  • IHSG Dibuka Hijau, EXCL, PGEO dan EMTK Top Gainers LQ45

    IHSG Dibuka Hijau, EXCL, PGEO dan EMTK Top Gainers LQ45

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan pagi ini, Jumat (5/12/2025), setelah kemarin ditutup dengan rekor tertinggi sepanjang masa. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,14% atau bertambah 12,20 poin ke level 8.652,40. Kenaikan IHSG ditopang menguatnya tujuh indeks sektoral dari total 11 sektor. Sektor yang naik […]

  • Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

    Said Abdullah Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari Indi

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta PT Agrinas Pangan Nusantara membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil niaga dari India. Said menilai rencana tersebut berpotensi melemahkan industri otomotif nasional dan tidak sejalan dengan upaya memperkuat perekonomian domestik. Apalagi, pembelian kendaraan itu disebut akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dengan […]

expand_less