Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Produksi Batu Bara RI Diprediksi Turun 100 Juta Ton, Ini Penyebabnya

Produksi Batu Bara RI Diprediksi Turun 100 Juta Ton, Ini Penyebabnya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan produksi batu bara nasional pada 2025 bakal turun signifikan hingga mendekati 100 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan dari negara tujuan ekspor utama seperti China dan India.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa produksi batu bara Indonesia hingga akhir 2025 diperkirakan hanya mencapai sekitar 750 juta ton. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari realisasi 2024 yang menembus 836 juta ton, sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sejarah produksi batu bara RI.

“Realisasi sampai akhir tahun diperkirakan sekitar 750-an juta ton. Jadi kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, turun hampir 100 juta ton. Tahun kemarin kan paling tinggi 836 juta ton,” ujar Tri di Gedung DPR RI.

Menurut Tri, penurunan produksi ini terutama disebabkan merosotnya permintaan batu bara dari dua pasar utama Indonesia, yakni China dan India. Keduanya selama ini menyerap sebagian besar batu bara RI.

Meski demikian, ia menilai penurunan produksi tidak sepenuhnya negatif. Kebijakan pengendalian produksi justru dapat membantu menguatkan harga batu bara di tengah tekanan global.

“Setidaknya kita tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Dengan produksi yang lebih terkontrol, harga bisa tetap bagus,” jelasnya.

Pada 2024, Indonesia mencatat sejarah baru dengan produksi mencapai 836 juta ton, atau 117% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 710 juta ton. Dari jumlah tersebut:

  • 555 juta ton diekspor
  • 233 juta ton digunakan untuk kebutuhan dalam negeri
  • 48 juta ton menjadi stok nasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut bahwa batu bara Indonesia memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar global karena tingginya volume ekspor.

“Total pemakaian batu bara dunia sekitar 8 miliar–8,5 miliar ton, tetapi yang beredar di pasar hanya 1 miliar–1,5 miliar ton. Jadi batu bara kita berdampak sistemik jika ada pengetatan ekspor,” kata Bahlil.

Pada tahun 2023, produksi batu bara Indonesia berada di level 775 juta ton. Dari angka tersebut:

  • 518 juta ton diekspor
  • 213 juta ton untuk kebutuhan domestik
  • 44 juta ton menjadi stok

Kenaikan produksi dari 2023 ke 2024 mencapai 7,8%, menunjukkan peningkatan yang konsisten sebelum akhirnya diprediksi turun pada 2025.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Diproduksi Lagi, Motor Sport Yamaha Vixion R Disuntik Mati

    Tidak Diproduksi Lagi, Motor Sport Yamaha Vixion R Disuntik Mati

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Yamaha Indonesia resmi menutup perjalanan salah satu motor sport naked andalannya, yaitu Vixion R yang telah disuntik mati pada akhir 2025. Model ini tak lagi diproduksi, meski Vixion versi standar masih tetap dipertahankan. Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifki Maulana. “Vixion […]

  • 73 Persen Produksi Batu Bara Indonesia Berkualitas Rendah, Hanya 5 Persen Kalori Tinggi

    73 Persen Produksi Batu Bara Indonesia Berkualitas Rendah, Hanya 5 Persen Kalori Tinggi

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sebagian besar produksi batu bara Indonesia masih didominasi oleh batu bara berkualitas rendah. Dari total cadangan batu bara nasional sebesar 31 miliar ton, sekitar 73 persen merupakan batu bara berkalori rendah. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) ESDM, Surya Herjuna, […]

  • Pemerintah Siapkan Skema Insentif Baru untuk Mobil Listrik

    Pemerintah Siapkan Skema Insentif Baru untuk Mobil Listrik

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah sedang merancang usulan insentif baru bagi sektor otomotif yang akan diajukan dalam kebijakan fiskal 2026. Agus menekankan bahwa dukungan fiskal bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan karena sektor otomotif memiliki efek berganda (multiplier effect) lewat keterkaitan rantai pasok hulu-hilir (backward dan forward linkage). “Sekarang kita sedang susun. […]

  • Harga Emas Antam Lanjut Naik, Kini Dibanderol Rp 2.367.000 per Gram

    Harga Emas Antam Lanjut Naik, Kini Dibanderol Rp 2.367.000 per Gram

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan kenaikan pada Rabu (12/11/22025). Harga emas Antam naik sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 2.367.000 per gram. Sementara harga emas Antam paling murah kini dibanderol Rp1,23 juta. Sedangkan yang paling mahal dijual seharga Rp2,30 miliar. Adanya kenaikan tersebut membuat harga beli kembali atau buyback […]

  • BP Tapera  Sudah Salurkan Rp27,72 Triliun untuk Rumah Subsidi

    BP Tapera Sudah Salurkan Rp27,72 Triliun untuk Rumah Subsidi

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memprediksi total penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada November ini akan mencetak sejarah tertinggi. Bahkan, diprediksi melampaui capaian tertinggi KPR FLPP, tepatnya pada 2023 sejumlah 229 ribu unit rumah. Hingga 21 November, sudah tercatat 223.279 rumah KPR FLPP telah disalurkan BP […]

  • AS-Iran Gagal Damai, Harga Minyak Dunia Tembus US1 per Barel

    AS-Iran Gagal Damai, Harga Minyak Dunia Tembus US$101 per Barel

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia kembali melonjak dan menembus level psikologis US$100 per barel pada Senin (13/4/2026), menyusul kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini diperparah dengan rencana blokade jalur pelayaran menuju Iran di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak […]

expand_less