Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Produksi Batu Bara RI Diprediksi Turun 100 Juta Ton, Ini Penyebabnya

Produksi Batu Bara RI Diprediksi Turun 100 Juta Ton, Ini Penyebabnya

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan produksi batu bara nasional pada 2025 bakal turun signifikan hingga mendekati 100 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan dari negara tujuan ekspor utama seperti China dan India.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa produksi batu bara Indonesia hingga akhir 2025 diperkirakan hanya mencapai sekitar 750 juta ton. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dari realisasi 2024 yang menembus 836 juta ton, sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sejarah produksi batu bara RI.

“Realisasi sampai akhir tahun diperkirakan sekitar 750-an juta ton. Jadi kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, turun hampir 100 juta ton. Tahun kemarin kan paling tinggi 836 juta ton,” ujar Tri di Gedung DPR RI.

Menurut Tri, penurunan produksi ini terutama disebabkan merosotnya permintaan batu bara dari dua pasar utama Indonesia, yakni China dan India. Keduanya selama ini menyerap sebagian besar batu bara RI.

Meski demikian, ia menilai penurunan produksi tidak sepenuhnya negatif. Kebijakan pengendalian produksi justru dapat membantu menguatkan harga batu bara di tengah tekanan global.

“Setidaknya kita tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Dengan produksi yang lebih terkontrol, harga bisa tetap bagus,” jelasnya.

Pada 2024, Indonesia mencatat sejarah baru dengan produksi mencapai 836 juta ton, atau 117% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 710 juta ton. Dari jumlah tersebut:

  • 555 juta ton diekspor
  • 233 juta ton digunakan untuk kebutuhan dalam negeri
  • 48 juta ton menjadi stok nasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut bahwa batu bara Indonesia memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar global karena tingginya volume ekspor.

“Total pemakaian batu bara dunia sekitar 8 miliar–8,5 miliar ton, tetapi yang beredar di pasar hanya 1 miliar–1,5 miliar ton. Jadi batu bara kita berdampak sistemik jika ada pengetatan ekspor,” kata Bahlil.

Pada tahun 2023, produksi batu bara Indonesia berada di level 775 juta ton. Dari angka tersebut:

  • 518 juta ton diekspor
  • 213 juta ton untuk kebutuhan domestik
  • 44 juta ton menjadi stok

Kenaikan produksi dari 2023 ke 2024 mencapai 7,8%, menunjukkan peningkatan yang konsisten sebelum akhirnya diprediksi turun pada 2025.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Janice Tjen Masuk Daftar Pemain BNP Paribas Open 2026, Siap Tampil di Indian Wells

    Janice Tjen Masuk Daftar Pemain BNP Paribas Open 2026, Siap Tampil di Indian Wells

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petenis Indonesia Janice Tjen tercantum dalam daftar pemain yang akan berlaga pada turnamen bergengsi BNP Paribas Open 2026. Berdasarkan daftar resmi WTA, sebanyak 78 petenis masuk dalam daftar tunggal putri turnamen kategori WTA 1000 tersebut. Nama Janice bersanding dengan sejumlah petenis papan atas dunia seperti Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, Elena Rybakina, dan Jessica […]

  • Jepang Siapkan Pinjaman Rp171 Triliun untuk Amankan Pasokan Minyak Asia Tenggara

    Jepang Siapkan Pinjaman Rp171 Triliun untuk Amankan Pasokan Minyak Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jepang mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi kawasan dengan menyiapkan bantuan pinjaman sebesar US$10 miliar atau setara Rp171,34 triliun bagi negara-negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak global serta gangguan rantai pasok energi. Perdana Menteri Jepang, Sanae […]

  • Jadilah, Rupiah Menguat Rp 16.602 Per Dolar AS Meski Tipis

    Jadilah, Rupiah Menguat Rp 16.602 Per Dolar AS Meski Tipis

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada perdagangan hari ini, Kamis (30/10/2025). Rupiah dibuka Rp 16.602 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,09% dibanding penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.617 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Yen Jepang menjadi mata uang […]

  • IHSG Dibuka Melemah 1,38 Persen ke 6.763, Sentimen MSCI dan Rupiah Tekan Pasar

    IHSG Dibuka Melemah 1,38 Persen ke 6.763, Sentimen MSCI dan Rupiah Tekan Pasar

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, 13 Mei 2026. Indeks turun 94,96 poin atau sekitar 1,38 persen ke level 6.763,94. Analis pasar menilai pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyebut keluarnya sejumlah saham Indonesia […]

  • IHSG Dibuka Menguat 0,30 Persen ke 6.369, Saham Emas dan Tambang Jadi Penggerak

    IHSG Dibuka Menguat 0,30 Persen ke 6.369, Saham Emas dan Tambang Jadi Penggerak

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (6/8/2026) di zona hijau. Penguatan indeks ditopang sejumlah saham emiten emas dan pertambangan yang mencatat kenaikan pada awal perdagangan. Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB, IHSG naik 0,30 persen ke level 6.369,99, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.351. Penguatan terjadi […]

  • Inilah 19 Desa di Jambi yang Belum Tersentuh Akses Internet, Terbanyak di Sarolangun

    Inilah 19 Desa di Jambi yang Belum Tersentuh Akses Internet, Terbanyak di Sarolangun

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerataan akses internet di Provinsi Jambi masih menghadapi tantangan. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan masih ada puluhan desa yang belum tersentuh sinyal internet. Berdasarkan Pendataan Potensi Desa (Podes), tercatat sebanyak 19 desa/kelurahan di Jambi belum memiliki akses internet sama sekali. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan digital di sejumlah […]

expand_less