Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Jangan Dianggap Sepele! Kemarau Mulai Gerus Sumber Air Jambi

Jangan Dianggap Sepele! Kemarau Mulai Gerus Sumber Air Jambi

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Musim kemarau 2026 mulai memberikan tekanan terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Bukan hanya suhu udara yang meningkat dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membesar, sumber air baku untuk kebutuhan masyarakat juga mulai menghadapi tekanan.

Di Kota Jambi, kondisi Sungai Batanghari yang menjadi sumber utama air baku Perumda Tirta Mayang mulai menjadi perhatian. Sementara di Kota Sungai Penuh, debit air baku Perumda Tirta Khayangan dilaporkan turun sekitar 40 persen dari kondisi normal.

Ancaman kekeringan juga mulai dipetakan di Kabupaten Muaro Jambi. Puluhan desa masuk wilayah rawan kekeringan sehingga pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi distribusi air bersih.

Kondisi tersebut terjadi ketika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 berpotensi berlangsung lebih kering akibat pengaruh El Nino.

BMKG dalam pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026 menyebut sejumlah wilayah Jambi mengalami perubahan waktu puncak musim kemarau.

Dalam dokumen pemutakhiran Juni 2026, beberapa Zona Musim (ZOM) di Jambi tercatat mengalami puncak kemarau pada Juli, lebih cepat dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan puncak terjadi pada Agustus.

BMKG juga menyatakan kondisi El Nino menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi kondisi lebih kering dan mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah.

Pada akhir Juli 2026, BMKG kembali mengingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan bertahan setidaknya hingga beberapa bulan ke depan dan meminta berbagai sektor memperkuat mitigasi menghadapi kondisi kemarau.

Sektor sumber daya air menjadi salah satu sektor yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena berkurangnya hujan dapat berdampak terhadap ketersediaan air permukaan maupun sumber air masyarakat.

Tekanan terhadap sumber air baku mulai diantisipasi Perumda Tirta Mayang Kota Jambi. Pada Juli lalu, Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Arianto mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah teknis untuk menghadapi potensi penurunan debit Sungai Batanghari akibat musim kemarau.

Tirta Mayang saat itu menyebut memiliki sekitar 108.000 pelanggan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengeruk sedimentasi di area intake. Ketika permukaan sungai turun, endapan lumpur berpotensi meningkat dan menghambat proses pengambilan air baku.

Perusahaan juga memindahkan sejumlah titik pipa penyedot air baku ke lokasi yang memiliki debit lebih besar.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penurunan muka air Batanghari telah menjadi bagian dari skenario mitigasi pelayanan air bersih Kota Jambi.

Kualitas air baku juga dapat menjadi tantangan tersendiri ketika kondisi sungai berubah.

Perumda Tirta Mayang sebelumnya pernah menghadapi lonjakan kekeruhan air baku Batanghari hingga lebih dari 1.000 NTU. Dalam kondisi seperti itu, perusahaan harus menyesuaikan produksi dan distribusi agar kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjaga.

Karena itu, kondisi Batanghari selama puncak kemarau menjadi salah satu faktor penting yang perlu terus dipantau.

Tekanan lebih nyata dilaporkan terjadi di Kota Sungai Penuh. Perumda Tirta Khayangan menyebut debit air baku turun sekitar 40 persen dibandingkan kondisi normal akibat musim kemarau.

Penurunan debit tersebut berdampak terhadap pola distribusi air bersih kepada masyarakat. Sejumlah wilayah pelayanan harus mendapatkan penyesuaian distribusi agar pasokan yang tersedia dapat dibagi secara merata.

Kondisi ini menjadi gambaran bahwa dampak kemarau tidak hanya dirasakan wilayah perkotaan yang bergantung pada sungai besar seperti Batanghari, tetapi juga daerah yang mengandalkan sumber air baku lokal.

BPBD Muaro Jambi pada akhir Juli 2026 menetapkan 45 desa yang tersebar di sembilan kecamatan sebagai wilayah rawan kekeringan.

Sembilan kecamatan tersebut yakni Mestong, Bahar Selatan, Bahar Utara, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, Kumpeh, Taman Rajo, Maro Sebo dan Jambi Luar Kota.

Pemetaan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar pemerintah dapat bergerak cepat apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

BPBD Muaro Jambi juga menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki apabila kondisi di lapangan mulai menunjukkan adanya krisis air bersih.

Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan segera melapor apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air.

Kemarau panjang di Jambi juga membawa persoalan lain, yakni meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

BMKG sebelumnya mengingatkan bahwa rendahnya curah hujan dapat membuat kondisi lahan, terutama kawasan gambut, semakin mudah terbakar.

Dalam pemantauan BMKG, Muaro Jambi menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus terkait kondisi gambut. Sejumlah stasiun pemantauan menunjukkan tinggi muka air tanah berada pada kategori rawan hingga bahaya. Artinya, kemarau memiliki efek berantai.

Ketika hujan berkurang, debit sungai dapat turun. Ketika sumber air menyusut, kebutuhan air masyarakat meningkat. Pada saat bersamaan, lahan yang semakin kering meningkatkan potensi karhutla. Jika tidak diantisipasi, tekanan terhadap sumber daya air dapat semakin besar.

Kondisi di Kota Jambi, Sungai Penuh dan Muaro Jambi menjadi peringatan bahwa persoalan air bersih harus diantisipasi sebelum berubah menjadi krisis.

Perumda air minum perlu memastikan sumber air baku tetap dapat diakses selama debit sungai menurun. Pemerintah daerah juga perlu menyiapkan distribusi air tangki untuk wilayah yang mulai mengalami kekeringan.

Di sisi lain, masyarakat memiliki peran penting dengan menghemat penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia.

Ancaman kemarau tahun ini juga perlu dilihat sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan air Jambi.

Sebab, ketika hujan berkurang, sungai menyusut dan kebutuhan air tetap meningkat, setiap tetes air menjadi semakin berharga.

BMKG sendiri telah memberikan sinyal kewaspadaan terhadap kondisi kemarau dan pengaruh El Nino. Dengan puncak kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Jambi sejak Juli, pemerintah dan masyarakat tidak bisa hanya menunggu hujan turun.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Gelombang, Mobil Pribadi Masih Dominan

    Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Gelombang, Mobil Pribadi Masih Dominan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memprediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua gelombang. Lonjakan mobilitas masyarakat diperkirakan cukup tinggi dengan jumlah perjalanan mencapai 143,9 juta. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, angka tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. “Diperkirakan ada sekitar 143,9 juta […]

  • Perak Antam Naik Tipis, Kini Harganya Rp43.200 per Gram

    Perak Antam Naik Tipis, Kini Harganya Rp43.200 per Gram

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam terpantau menguat tipis pada perdagangan Senin (22/6/2026). Logam mulia yang kerap menjadi alternatif investasi selain emas itu masih menunjukkan pergerakan terbatas. Mengutip dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini naik Rp50 menjadi berada di level Rp43.200 per gram. Tak hanya dalam satuan gram, harga perak batangan […]

  • 12 Ide Jualan Ramadhan Modal Rp200 Ribu, Laris dan Untung Besar

    12 Ide Jualan Ramadhan Modal Rp200 Ribu, Laris dan Untung Besar

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan peluang usaha musiman yang menjanjikan. Dengan modal relatif kecil, sekitar Rp200.000, masyarakat sudah bisa memulai bisnis takjil dan makanan berbuka yang berpotensi laris manis. Meningkatnya kebutuhan makanan dan minuman saat menjelang berbuka puasa membuat perputaran uang cenderung cepat. Kuncinya terletak pada pemilihan produk yang diminati, harga terjangkau, serta strategi […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Melemah, Cek Harga Terbarunya

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Melemah, Cek Harga Terbarunya

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian mengalami penurunan pada Rabu (18/2/2026) pagi. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, menunjukkan harga emas UBS berada di Rp2.958.000 per gram. Sedangkan Galeri24 di Rp2.943.000 per gram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya. Sehari sebelumnya, emas UBS dipatok Rp2.988.000 per gram dan Galeri24 Rp2.971.000 per gram. […]

  • Pluit Junction Disulap Jadi Pusat Kendaraan Listrik Pertama di Jakarta

    Pluit Junction Disulap Jadi Pusat Kendaraan Listrik Pertama di Jakarta

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Jakarta Propertindo (Jakpro) akan memulai langkah transformasi besar dengan mengubah Mall Pluit Junction menjadi Electric Vehicle (EV) Indonesia Center, pusat kendaraan listrik pertama di Jakarta. Pembangunan direncanakan dimulai pada kuartal keempat (Q4) tahun 2025, sejalan dengan target pemerintah memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional dan mencapai 2 juta unit kendaraan EV pada tahun […]

  • Lawan Bulgaria, Timnas Indonesia Harus Tampil Berani

    Lawan Bulgaria, Timnas Indonesia Harus Tampil Berani

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Indonesia akan menghadapi ujian besar saat berduel melawan Timnas Bulgaria di final FIFA Series 2026. Laga pembuktian bagi skuad Garuda di bawah asuhan pelatih anyar John Herdman ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026) pukul 20.00 WIB. Pertandingan ini menyajikan duel menarik antara dua tim dengan […]

expand_less