Bukan Cuma Jumlah Usaha, Infrastruktur Desa Jadi Kunci Membaca Potensi Bisnis Jambi 2026
- account_circle say say
- calendar_month 36 menit yang lalu
- print Cetak

Data ekonomi makro menunjukkan perekonomian Jambi masih bergerak positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jambi tumbuh 4,33 persen secara tahunan, dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp88,80 triliun. Dari sisi produksi, sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,54 persen.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Membaca potensi bisnis desa di Jambi pada 2026 tidak cukup hanya melihat jumlah pelaku usaha. Infrastruktur, akses pasar, konektivitas dan karakter ekonomi wilayah menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana aktivitas bisnis dapat berkembang.
Hal ini semakin relevan seiring pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Jambi. BPS Jambi resmi mencanangkan SE2026 pada 26 Juni 2026. Pendataan tersebut ditujukan untuk menghasilkan gambaran aktivitas ekonomi yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan kebijakan pembangunan.
Pada 2026, BPS juga melakukan supervisi pendataan langsung di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, misalnya, supervisi SE2026 dilakukan pada 17 Juni untuk memastikan proses pendataan pelaku usaha berjalan sesuai standar dan menghasilkan data yang berkualitas.
Data ekonomi makro menunjukkan perekonomian Jambi masih bergerak positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jambi tumbuh 4,33 persen secara tahunan, dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp88,80 triliun. Dari sisi produksi, sektor Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,54 persen.
Namun, angka provinsi belum menjelaskan secara detail bagaimana ekonomi bergerak di setiap desa.
Di tingkat desa, faktor seperti akses jalan, transportasi, komunikasi, fasilitas perdagangan dan kedekatan dengan pusat aktivitas ekonomi dapat menentukan bagaimana produk lokal mencapai konsumen.
Karena itu, membaca potensi bisnis desa pada 2026 perlu menggunakan tiga indikator: apa yang diproduksi, siapa pasarnya dan seberapa mudah produk tersebut terhubung dengan pasar.
Data SE2026 nantinya dapat menjadi bagian penting dalam memetakan aktivitas ekonomi tersebut secara lebih rinci. Dengan demikian, peta bisnis Jambi tidak berhenti di provinsi, kabupaten atau kecamatan. Desa juga menjadi bagian penting untuk membaca dari mana aktivitas ekonomi tumbuh, bagaimana barang dan jasa bergerak, serta di mana peluang bisnis berikutnya muncul.
- Penulis: say say
