Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Wajah Ekonomi Jambi 2026: Ekonomi Tumbuh, Pengangguran Turun, Tapi UMKM Masih Hadapi Tantangan Daya Beli

Wajah Ekonomi Jambi 2026: Ekonomi Tumbuh, Pengangguran Turun, Tapi UMKM Masih Hadapi Tantangan Daya Beli

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perekonomian Provinsi Jambi memasuki 2026 dengan sejumlah indikator yang menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi meningkat sepanjang 2025, pengangguran menurun, kemiskinan berkurang dan kualitas pembangunan manusia terus membaik.

Namun, di tengah tren positif tersebut, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih menghadapi tantangan. Kenaikan harga barang dan biaya operasional membuat pertumbuhan ekonomi belum tentu langsung terasa dalam bentuk peningkatan omzet setiap pelaku usaha.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jambi pada 2024 tumbuh 4,51 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 4,93 persen pada 2025. Memasuki 2026, ekonomi masih tumbuh 4,33 persen secara tahunan pada Triwulan I.

Pada Triwulan I 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jambi atas dasar harga berlaku mencapai Rp88,80 triliun. Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada sektor pengadaan listrik dan gas yang mencapai 13,54 persen.

Kinerja tersebut menjadi modal penting bagi dunia usaha. Semakin tinggi aktivitas ekonomi, semakin besar pula peluang terjadinya transaksi di sektor perdagangan, kuliner, jasa, transportasi dan usaha rumah tangga.

Inflasi Provinsi Jambi pada Juni 2026 tercatat 3,85 persen secara tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Muara Bungo sebesar 4,72 persen, sedangkan Kota Jambi mencapai 3,60 persen. Secara bulanan, Jambi mengalami inflasi 0,52 persen pada Juni 2026.

Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM harus menghadapi dua sisi sekaligus. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi membuka peluang pasar. Namun di sisi lain, kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan rumah tangga dapat membuat konsumen lebih selektif membelanjakan uangnya.

Bagi usaha kuliner misalnya, kenaikan harga bahan pangan dapat meningkatkan biaya produksi. Jika harga jual dinaikkan, konsumen berpotensi mengurangi pembelian. Jika harga ditahan, margin keuntungan pelaku usaha bisa tertekan. Karena itu, indikator yang paling terasa bagi UMKM bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga jumlah pelanggan, frekuensi transaksi dan omzet harian.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2026 tercatat 3,99 persen, turun 0,50 persen poin dibandingkan Februari 2025. Jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 mencapai 1,87 juta orang, sementara penduduk yang bekerja sebanyak 1,80 juta orang.

Menariknya, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat peningkatan jumlah pekerja sebesar 19,38 ribu orang. Sektor ini memiliki hubungan langsung dengan aktivitas UMKM, terutama usaha kuliner, kedai, restoran, penginapan dan usaha jasa pendukung pariwisata.

Sementara data Agustus 2025 menunjukkan TPAK Jambi berada pada 68,37 persen. Struktur pekerjaan masih didominasi pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 43,36 persen. Sebanyak 57,27 persen pekerja berada di sektor informal. Besarnya sektor informal menunjukkan UMKM dan usaha mandiri masih menjadi bagian penting dalam menopang mata pencaharian masyarakat Jambi.

Pada Maret 2024, persentase penduduk miskin Jambi tercatat 7,10 persen. Pada Maret 2025 angkanya menjadi 7,19 persen, sebelum kembali turun menjadi 6,89 persen pada September 2025.

Angka September 2025 tersebut turun 0,37 persen poin dibandingkan September 2024. Penurunan kemiskinan merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah karena menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berada di atas garis kemiskinan.

Namun, bagi UMKM, tantangannya adalah bagaimana peningkatan kondisi sosial tersebut diterjemahkan menjadi peningkatan konsumsi. Ketika daya beli membaik, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk berbelanja makanan, pakaian, jasa, kebutuhan rumah tangga maupun produk lokal.

IPM Jambi meningkat dari 74,36 pada 2024 menjadi 75,13 pada 2025. BPS menyebut angka tersebut naik 0,77 poin atau 1,04 persen dan menempatkan Jambi dalam kategori pembangunan manusia tinggi.

Kenaikan IPM juga terlihat dari sejumlah komponennya. Usia harapan hidup meningkat, begitu pula harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan juga mengalami peningkatan.

Peningkatan kualitas manusia penting bagi dunia usaha karena tenaga kerja dengan pendidikan dan keterampilan lebih baik memiliki peluang produktivitas yang lebih tinggi. Data BPS yang sudah dirilis sepanjang 2026 menunjukkan fondasi ekonomi Jambi masih cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi Triwulan I mencapai 4,33 persen, TPT Februari turun menjadi 3,99 persen, sementara inflasi Juni berada di 3,85 persen.

Sementara itu, indikator kemiskinan dan IPM terbaru yang tersedia pada 2026 masih menggambarkan kondisi 2025. BPS memang telah menerbitkan berbagai publikasi 2026, tetapi bukan berarti seluruh indikator sosial sudah memiliki angka kondisi 2026.

Dengan demikian, wajah ekonomi Jambi 2026 bisa dikatakan berada dalam fase pertumbuhan dengan tantangan daya beli.

Ekonomi tumbuh, pengangguran menurun dan pembangunan manusia membaik. Pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar terasa di tingkat masyarakat.

Bagi UMKM, ukuran keberhasilannya sederhana: toko semakin ramai, pelanggan bertambah, transaksi meningkat dan omzet naik.

Jika pertumbuhan ekonomi Jambi mampu mendorong konsumsi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga, maka 2026 berpeluang menjadi tahun yang lebih baik bagi pelaku UMKM. Sebaliknya, jika tekanan biaya terus meningkat sementara daya beli tertahan, pertumbuhan ekonomi belum tentu otomatis membuat omzet UMKM ikut melesat.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Anjlok 7,34% Usai MSCI Bekukan Rebalancing

    IHSG Anjlok 7,34% Usai MSCI Bekukan Rebalancing

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar saham Indonesia mengalami guncangan hebat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sejumlah perubahan indeks terkait kebijakan free float. Dampaknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam 7,34% pada perdagangan Rabu (28/1/2026) dan memicu kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia […]

  • OJK Rilis Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Co-Payment Ditetapkan 5%

    OJK Rilis Aturan Baru Asuransi Kesehatan, Co-Payment Ditetapkan 5%

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan. Aturan ini akan mulai berlaku pada 22 Maret 2026 dan mengatur sejumlah ketentuan baru, termasuk skema co-payment sebesar 5 persen. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi mengatakan, aturan tersebut disusun […]

  • Logan Paul Jual Kartu Pokémon Langka Rp 278 Miliar, Pecahkan Rekor Dunia

    Logan Paul Jual Kartu Pokémon Langka Rp 278 Miliar, Pecahkan Rekor Dunia

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – YouTuber sekaligus pengusaha asal Amerika Serikat, Logan Paul, kembali mencatatkan rekor dunia setelah berhasil menjual satu kartu Pokémon langka dengan nilai fantastis. Kartu tersebut terjual seharga USD 16,49 juta atau setara Rp 278 miliar, menjadikannya kartu trading termahal yang pernah dilepas ke publik. Kartu yang dijual merupakan Pikachu Illustrator, salah satu kartu Pokémon […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Cabai Turun 11,76 Persen

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Stabil, Cabai Turun 11,76 Persen

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil berdasarkan data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Mayoritas komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging tidak mengalami perubahan harga signifikan. Stabilitas ini menunjukkan pasokan yang masih terjaga di tingkat pedagang. Untuk komoditas beras, harga masih bertahan […]

  • Penandatanganan terkait Participating Interest

    Terkait Hak Partisipasi Migas, PT JII dan PetroChina Teken Perjanjian

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hak Provinsi Jambi berupa Participating Interest (PI) atau hak partisipasi migas 10 persen kian mendekati kenyataan. Keinginan Provinsi Jambi sejak lama ini menujukkan progres positif. Rabu (12/11/2025) pekan lalu BUMD PT Jambi Indoguna Internasional (JII) resmi mengambil peran strategis di Wilayah Kerja (WK) Jabung melalui alokasi Participating Interest (PI) maksimum 10 persen. Proses […]

  • Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Seluruh kendaraan Geely di Indonesia masih dirakit di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang menjadi mitra perakitan resmi. Namun, Geely tak menutup kemungkinan untuk memiliki fasilitas produksi mandiri jika volume penjualan dan portofolio model terus berkembang. Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori, mengatakan, saat ini Geely masih dirakit di pabrik milik PT […]

expand_less