Investasi Jambi Tembus Rp4,22 Triliun pada Semester I 2026, PMDN Masih Mendominasi
- account_circle say say
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

Perkembangan investasi Jambi menjadi salah satu indikator penting untuk melihat semakin luasnya aktivitas ekonomi dan peluang bisnis daerah, terutama ketika investasi mulai menciptakan permintaan baru terhadap kawasan komersial, perdagangan, jasa, dan properti.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Realisasi investasi di Provinsi Jambi terus menunjukkan aktivitas positif. Hingga semester I 2026, nilai investasi yang masuk ke Jambi mencapai Rp4,228 triliun, dengan kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 75,99 persen dan Penanaman Modal Asing (PMA) 24,01 persen.
Data tersebut menunjukkan peran investor domestik masih lebih besar dalam menopang arus modal di Provinsi Jambi. Realisasi investasi itu tersebar di seluruh 11 kabupaten/kota, dengan Kabupaten Muaro Jambi menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar.
Tren tersebut melanjutkan peningkatan investasi domestik yang terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, realisasi PMDN meningkat dari Rp6,20 triliun pada 2021 menjadi Rp8,88 triliun pada 2022, kemudian Rp8,94 triliun pada 2023 dan Rp9,99 triliun pada 2024. Pada 2025, nilainya melonjak menjadi Rp16,02 triliun.
Jumlah proyek PMDN juga meningkat signifikan, dari 1.582 proyek pada 2021 menjadi 14.362 proyek pada 2025. Data BPS bersumber dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jambi.
Sementara itu, investasi asing juga mengalami perkembangan. Jumlah proyek PMA meningkat dari 131 proyek pada 2021 menjadi 966 proyek pada 2025. Nilai investasinya tercatat Rp742,53 miliar pada 2021, Rp562,55 miliar pada 2022, Rp667,20 miliar pada 2023, Rp1,58 triliun pada 2024, dan Rp1,25 triliun pada 2025.
Pada semester I 2026, investasi Jambi tidak hanya terkonsentrasi pada satu wilayah. Pemerintah Provinsi Jambi mencatat investasi telah tersebar di seluruh kabupaten/kota. Dari sisi sektor, investasi terbesar masih mengalir ke tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan, sejalan dengan karakteristik ekonomi Jambi yang memiliki basis agribisnis kuat.
Investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap tenaga kerja. Hingga semester I 2026, realisasi investasi di Jambi tercatat menyerap 8.090 tenaga kerja Indonesia dan 11 tenaga kerja asing. Investor asing yang masuk antara lain berasal dari China, Prancis, Malaysia, Amerika Serikat, dan India.
Secara nasional, realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan.
Dengan capaian tersebut, perkembangan investasi Jambi menjadi salah satu indikator penting untuk melihat semakin luasnya aktivitas ekonomi dan peluang bisnis daerah, terutama ketika investasi mulai menciptakan permintaan baru terhadap kawasan komersial, perdagangan, jasa, dan properti.
- Penulis: say say
