Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Regional » Rp6,59 Triliun Belum Bergerak, Bendungan Merangin Masih Sebatas Rencana

Rp6,59 Triliun Belum Bergerak, Bendungan Merangin Masih Sebatas Rencana

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Di atas kertas, Bendungan Merangin merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar yang pernah direncanakan di Provinsi Jambi. Nilai investasinya mencapai Rp6,59 triliun, menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta diproyeksikan menjadi bendungan multiguna yang mampu mengendalikan banjir, mengairi ribuan hektare sawah, menyediakan air baku, hingga menghasilkan listrik.

Namun hingga pertengahan 2026, megaproyek yang dirancang sejak beberapa tahun lalu itu masih belum memasuki tahap pembangunan fisik. Status proyek masih berada pada tahapan penyiapan dan proses pengadaan melalui skema KPBU.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kapan proyek benar-benar dimulai, mengingat manfaat ekonomi yang dijanjikan sangat besar bagi Kabupaten Merangin maupun Provinsi Jambi.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Bendungan Merangin berada di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

Proyek ini menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintenance and Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi 36 tahun. Nilai investasi indikatif mencapai Rp6,59 triliun, sedangkan nilai konstruksinya diperkirakan sekitar Rp5,14 triliun. Skema pengembalian investasi dilakukan melalui Availability Payment (AP) dari pemerintah.

Artinya, pemerintah tidak membayar seluruh pembangunan di awal. Badan usaha terlebih dahulu membangun dan mengoperasikan infrastruktur, kemudian pemerintah melakukan pembayaran sesuai tingkat layanan yang diberikan.

Pemerintah merancang Bendungan Merangin bukan sekadar sebagai tampungan air. Dalam dokumen proyek, bendungan tersebut diproyeksikan memiliki berbagai fungsi strategis, antara lain:

  • Mengurangi risiko banjir di wilayah Merangin
  • Menyediakan air irigasi sekitar 5.244 hektare lahan pertanian (sejumlah dokumen awal menyebut hingga 12.000 hektare berdasarkan desain awal)
  • Menyediakan air baku bagi sistem penyediaan air minum
  • Mendukung pembangunan PLTA berkapasitas sekitar 95–107 MW
  • Mengembangkan kawasan wisata dan budidaya perikanan air tawar

Apabila seluruh manfaat tersebut terealisasi, Bendungan Merangin diperkirakan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Provinsi Jambi.

Meski telah lama masuk daftar proyek prioritas KPBU nasional, perkembangan di lapangan belum menunjukkan dimulainya konstruksi.

Dokumen resmi Simpul KPBU mencatat proyek telah melalui berbagai tahapan studi kelayakan, penyusunan Final Business Case, hingga persiapan transaksi. Namun target-target awal yang pernah dipasang, seperti konstruksi mulai 2025, belum tampak terealisasi. Status proyek pada portal KPBU pemerintah masih menunjukkan proses penyiapan dan transaksi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Merangin mengungkapkan bahwa sejumlah pekerjaan pendahuluan harus diselesaikan terlebih dahulu, mulai dari penetapan lokasi (penlok), penyelesaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga pengadaan lahan bagi area bendungan dan wilayah terdampak genangan.

Berbeda dengan bendungan yang sepenuhnya dibiayai APBN, Bendungan Merangin mengandalkan skema KPBU.

Skema ini memungkinkan pemerintah menggandeng investor swasta untuk membiayai pembangunan. Namun prosesnya jauh lebih kompleks karena harus melalui studi kelayakan, penjaminan pemerintah, penyusunan dokumen transaksi, pemilihan badan usaha, financial close, hingga kepastian pembiayaan.

Dalam proyek ini, pemerintah juga menyiapkan berbagai bentuk dukungan, antara lain fasilitasi pengadaan tanah melalui LMAN, penjaminan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), serta pendampingan Project Development Facility (PDF) dari Kementerian Keuangan bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Selain meningkatkan produktivitas pertanian melalui pasokan air irigasi, bendungan juga berpotensi menyediakan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), memperkuat ketahanan air bersih, mengurangi risiko banjir tahunan, hingga membuka peluang sektor pariwisata dan perikanan.

Bagi Kabupaten Merangin yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan, keberadaan bendungan tersebut diyakini dapat menjadi infrastruktur pengungkit pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

 

Sumber: Simpul KPBU Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Kementerian Pekerjaan Umum

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Google

    Simak Tren Pencarian di Google 2025, Kamu Mungkin Pernah Mencarinya

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah fenomena yang terjadi di tanah air tercermin pula di mesin pencari Google. Tren pencarian di berbagai bidang itu kemarin (4/12) dirilis oleh Google Indonesia. Simak listnya, sepertinya kamu juga pernah mencari kata tersebut di search engine Google. Melalui laporan tahunan Year in Search 2025, setidaknya ada empat pola tren pencarian terbesar. Dan […]

  • Rp 161 Miliar Dana Korban Scam Dikembalikan

    Rp 161 Miliar Dana Korban Scam Dikembalikan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan Rp161 miliar yang merupakan dana dari 1.070 masyarakat korban scam/penipuan digital yang berhasil diblokir IASC dari 14 bank yang digunakan pelaku kejahatan penipuan. Data merupakan catatan sejak IASC mulai beroperasi, 22 November 2024 hingga 12 Januari 2026. Penyerahan pengembalian dana korban scam secara simbolis digelar Otoritas Jasa […]

  • Jessica Pegula Juara WTA 1000 Dubai 2026, Kunci Gelar Keempat di Level Elite

    Jessica Pegula Juara WTA 1000 Dubai 2026, Kunci Gelar Keempat di Level Elite

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Petenis tunggal putri Amerika Serikat Jessica Pegula menorehkan pencapaian penting dalam kariernya setelah menjuarai Dubai Duty Free Tennis Championships 2026. Pegula keluar sebagai juara usai menundukkan petenis Ukraina Elina Svitolina dengan skor 6-2, 6-4 pada laga final yang digelar Sabtu (21/2) malam waktu setempat. Gelar tersebut menjadi titel keempat Pegula di level WTA […]

  • Menkeu Purbaya Targetkan Revisi PMK Kredit Kopdes Merah Putih Rampung Pekan Depan

    Menkeu Purbaya Targetkan Revisi PMK Kredit Kopdes Merah Putih Rampung Pekan Depan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 terkait skema kredit untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) akan diselesaikan paling lambat pekan depan. Revisi aturan tersebut menjadi kunci agar pencairan pembiayaan dan pembangunan fasilitas Kopdes dapat dipercepat. “Harusnya sudah selesai dari kemarin. Saya nggak tahu kenapa […]

  • BCA Tutup Anak Usaha di Hong Kong

    BCA Tutup Anak Usaha di Hong Kong

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi menutup salah satu anak usahanya yang beroperasi di Hong Kong. Anak perusahaan tersebut adalah BCA Finance Limited, yang selama ini bergerak di bidang layanan remitansi dan pembiayaan (money lending). Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 5 Januari 2026, Sekretaris Perusahaan BCA I Ketut Alam Wangsawijaya menyampaikan bahwa BCA […]

  • Menjelang Tahun Baru 2026, Bursa Asia Mixed, Nikkei Melemah Kospi Menguat

    Menjelang Tahun Baru 2026, Bursa Asia Mixed, Nikkei Melemah Kospi Menguat

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/12/2025), menandai awal pekan terakhir perdagangan sepanjang tahun 2025. Minimnya katalis ekonomi utama serta sikap kehati-hatian investor menjelang pergantian tahun membuat pasar cenderung bergerak terbatas. Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 tercatat melemah 0,55 persen, sementara Topix turun 0,26 persen. Pelemahan ini terjadi di tengah […]

expand_less