Bunga KUR Jambi 2026 Tetap 6 Persen, UMKM Masih Bisa Akses Modal hingga Rp100 Juta
- account_circle say say
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi Foto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jambi masih memiliki akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen per tahun. Hingga Agustus 2026, belum ada informasi resmi yang menunjukkan adanya kenaikan bunga KUR secara umum di Jambi.
KUR merupakan program pembiayaan pemerintah yang ditujukan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha. Dalam daftar resmi penyalur KUR pemerintah, BPD Jambi atau Bank Jambi tercatat sebagai salah satu lembaga penyalur.
Di tingkat Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi sebelumnya mempublikasikan skema KUR yang disalurkan melalui Bank Jambi dan BTN. Dalam skema tersebut, pinjaman tersedia dengan plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta, bunga 6 persen per tahun, serta jangka waktu pembiayaan hingga lima tahun.
KUR mendapatkan dukungan kebijakan pemerintah sehingga tingkat bunga yang dibayar debitur dapat lebih rendah dibandingkan sebagian kredit komersial. Karena itu, perubahan suku bunga acuan atau bunga kredit perbankan tidak otomatis berarti bunga KUR ikut naik.
Dengan bunga 6 persen, pelaku UMKM masih mempunyai pilihan pembiayaan dengan biaya yang relatif terjangkau untuk menambah modal kerja, membeli peralatan, meningkatkan kapasitas produksi maupun mengembangkan usaha.
Namun, besaran cicilan yang harus dibayar tetap bergantung pada jumlah pinjaman, tenor dan skema pembiayaan yang disepakati dengan bank penyalur.
Bank Jambi tercatat dalam daftar resmi pihak penyalur KUR pemerintah. Posisi tersebut membuat Bank Jambi menjadi salah satu kanal pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM di Provinsi Jambi.
Pemkot Jambi juga mendorong pengusaha UMKM memanfaatkan akses pembiayaan perbankan. Dalam program yang dipublikasikan pemerintah daerah, Bank Jambi menyiapkan alokasi Rp75 miliar, sementara BTN menyiapkan Rp45 miliar untuk mendukung pembiayaan UMKM melalui program Banharkat.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk pencairan modal. UMKM yang menjadi peserta juga mendapatkan pendampingan dan bimbingan teknis melalui program inkubasi keuangan.
Bagi pelaku UMKM Jambi, akses modal dengan bunga 6 persen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga arus kas usaha.
Terlebih, pelaku usaha menghadapi berbagai tekanan biaya, mulai dari harga bahan baku, distribusi hingga daya beli masyarakat. Pembiayaan dengan bunga yang relatif rendah dapat membantu pelaku usaha memperoleh tambahan modal tanpa menanggung beban bunga setinggi kredit komersial tertentu.
Meski demikian, calon debitur tetap perlu memperhatikan kemampuan membayar sebelum mengajukan KUR. Plafon pinjaman sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan kemampuan arus kas.
Jadi, apakah bunga KUR Jambi naik? Berdasarkan data resmi yang tersedia hingga Agustus 2026, belum ada kenaikan bunga KUR secara umum dan skema yang dipublikasikan Pemkot Jambi masih berada di level 6 persen per tahun.
Pelaku UMKM disarankan mengecek langsung ketentuan terbaru kepada bank penyalur karena plafon, tenor, persyaratan dan ketentuan administrasi dapat berbeda sesuai produk pembiayaan.
- Penulis: say say
