Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp17.695
- account_circle -
- calendar_month 39 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Nilai tukar rupiah dan perdagangan hari ini rupiah kembali perkasa terhadap dolar AS.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali perkasa pada pembukaan perdagangan Rabu (26/8/2026). Setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kini kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Antara, rupiah dibuka di level Rp17.695 per dolar AS, menguat 28 poin atau 0,16 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.723 per dolar AS.
Penguatan rupiah tersebut mendapat tanggapan dari analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong. Ia mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi penurunan harga minyak mentah dunia seiring harapan perdamaian di Timur Tengah.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, menyusul laporan bahwa Iran dan Oman membahas pembentukan ‘koridor maritim gabungan sementara’ di Selat Hormuz,” katanya.
Mengutip Xinhua, Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi dan Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi membahas upaya untuk memulihkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.
Kedua menteri membahas perkembangan terkait pelayaran melalui jalur perairan strategis itu dan menekankan perlunya melanjutkan pembicaraan untuk mencapai kesepahaman praktis yang dapat memfasilitasi kelanjutan dan kelancaran arus pelayaran, sekaligus mendukung keamanan dan stabilitas kawasan.
Mereka juga meninjau perkembangan terbaru di kawasan dan berbagai upaya untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan dimulainya kembali dialog dan perundingan guna mempersempit perbedaan dan mencapai penyelesaian damai atas berbagai persoalan yang masih belum terselesaikan.
Berdasarkan dinamika geopolitik Timur Tengah, Anadolu melaporkan harga minyak mentah Brent anjlok ke kisaran 86,2 dolar AS per barel, melanjutkan penurunan 2,4 persen pada sesi sebelumnya. Begitu pula dengan West Texas Intermediate (WTI) juga turun 5,5 persen menjadi 80,40 dolar AS per barel.
Untuk sentimen domestik, Lukman menilai tidak ada sentimen signifikan yang mempengaruhi kurs rupiah. “Namun, investor akan mewaspadai dan mencermati demo besok (Kamis 27/8)”.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.650-Rp17.750 per dolar AS.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
