Jumat, 17 Apr 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Geopolitik Timur Tengah Memanas, Diplomasi Energi Jadi Kunci Indonesia Jaga Ketahanan Nasional

Geopolitik Timur Tengah Memanas, Diplomasi Energi Jadi Kunci Indonesia Jaga Ketahanan Nasional

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menguji ketahanan energi global, termasuk Indonesia. Di tengah ancaman gangguan pasokan minyak dunia, diplomasi energi dinilai menjadi senjata utama untuk menjaga stabilitas nasional.

Pakar energi Arcandra Tahar menegaskan, diplomasi energi bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pendekatan antarnegara dinilai mampu membuka akses langsung ke sumber energi vital.

“Diplomasi energi merupakan pintu pembuka bagi keamanan energi suatu negara. Melalui hubungan government-to-government, Indonesia bisa mengamankan akses terhadap aset energi strategis di luar negeri,” ujar Arcandra, Jumat (17/4/2026).

Ketegangan di kawasan Teluk Arab, yang dipicu konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah mengguncang rantai pasok energi global. Jalur distribusi utama seperti Selat Hormuz kembali menjadi sorotan karena perannya yang krusial dalam perdagangan minyak dunia.

Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati jalur tersebut. Gangguan sekecil apa pun berpotensi memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan biaya impor bagi negara-negara pengimpor, termasuk Indonesia.

Dalam kondisi ini, Indonesia dituntut bergerak cepat namun tetap terukur. Strategi diplomasi energi harus dijalankan secara cermat dengan memanfaatkan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tanpa terjebak dalam tarik-menarik kepentingan global.

Pendekatan ini memberi ruang bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan berbagai negara produsen energi, sekaligus menjaga keseimbangan hubungan di tengah rivalitas geopolitik yang semakin tajam.

Tak hanya itu, kepastian politik juga menjadi faktor penting dalam menarik investasi sektor energi di luar negeri. Dengan hubungan bilateral yang kuat, peluang kerja sama produksi jangka panjang dinilai semakin terbuka.

Di sisi lain, transparansi pemerintah juga menjadi sorotan. Komunikasi yang jelas kepada publik terkait dampak gejolak global dinilai penting agar masyarakat memahami situasi dan tidak terjebak dalam ekspektasi yang keliru.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mensos Janjikan Bantuan Rp8,05 Juta per Keluarga Korban Bencana di Sumatera

    Mensos Janjikan Bantuan Rp8,05 Juta per Keluarga Korban Bencana di Sumatera

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Sosial menjanjikan bantuan senilai Rp8,05 juta bagi setiap keluarga korban bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini disiapkan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, bantuan tersebut mencakup jaminan hidup (jadup), bantuan pengisian perabotan rumah, serta program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga […]

  • Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 26,4 Persen di September 2025

    Laba Bersih United Tractors (UNTR) Turun 26,4 Persen di September 2025

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha Grup Astra di sektor alat berat dan pertambangan, melaporkan penurunan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp11,47 triliun, turun 26,4 persen […]

  • Bursa Asia Menguat, Indeks Nikkei 225 Tembus Rekor 50.000 Poin Didorong Harapan Dagang AS–China

    Bursa Asia Menguat, Indeks Nikkei 225 Tembus Rekor 50.000 Poin Didorong Harapan Dagang AS–China

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Senin (27/10/2025). Penguatan dipimpin oleh indeks Nikkei 225 Jepang yang untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus level 50.000 poin. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap kemajuan perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta dukungan sentimen positif dari Wall Street. Mengutip CNBC, indeks […]

  • Harga Emas di Pegadaian  Kompak Naik, Cek Harga UBS dan Galeri24 Disini

    Harga Emas di Pegadaian Kompak Naik, Cek Harga UBS dan Galeri24 Disini

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dari produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian kompak naik pagi ini. Kenaikan ini membuat para kolektor dan investor logam mulia di Jambi harus merogoh kocek sedikit lebih dalam. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (10/2/2026), harga emas UBS kini berada di angka Rp2.993.000 per gram dan Galeri24 di harga Rp2.979.000 […]

  • IHSG Dibuka Menguat 49 Poin ke Level 8.189

    IHSG Dibuka Menguat 49 Poin ke Level 8.189

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menghijau pada perdagangan hari ini, Selasa (7/10/2025). IHSG dibuka menguat 0,61% atau bertambah 49 poin ke level 8.189,44. Mayoritas indeks sektoral di BEI menyokong kenaikan IHSG. Sejumlah sektor yang menguat paling tinggi adalah barang baku, energi, infrastruktur, perindustrian, transportasi, Keuangan, Kesehatan, properti dan […]

  • Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

    Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perusahaan pesawat raksasa asal Amerika Serikat, Boeing Co, kembali mencatat kerugian besar pada kuartal ketiga 2025. Dalam laporan keuangannya, Boeing mengalami kerugian hingga USD 5,4 miliar atau sekitar Rp89,84 triliun (kurs Rp16.640 per USD). Kerugian tersebut terjadi akibat penundaan pengiriman pesawat jet berbadan lebar 777X, yang kini diperkirakan baru akan dikirimkan pada tahun […]

expand_less