Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perusahaan pesawat raksasa asal Amerika Serikat, Boeing Co, kembali mencatat kerugian besar pada kuartal ketiga 2025. Dalam laporan keuangannya, Boeing mengalami kerugian hingga USD 5,4 miliar atau sekitar Rp89,84 triliun (kurs Rp16.640 per USD). Kerugian tersebut terjadi akibat penundaan pengiriman pesawat jet berbadan lebar 777X, yang kini diperkirakan baru akan dikirimkan pada tahun 2027. Selain itu, Boeing juga harus menanggung denda dan kompensasi kepada pelanggan atas keterlambatan tersebut.

Pesawat Boeing 777X merupakan proyek andalan yang diharapkan mampu menjadi penerus kesuksesan seri 777 sebelumnya. Namun, pengembangan pesawat ini terus terhambat sejak penerbangan perdananya pada tahun 2020. Awalnya, pengiriman 777X dijadwalkan pada 2021. Namun, proses sertifikasi yang rumit serta masalah teknis membuat jadwal itu terus mundur. Kini, Boeing memastikan pengiriman baru akan dimulai pada 2027, enam tahun lebih lambat dari rencana awal.

Menurut laporan DW pada Kamis (30/10/2025), penundaan tersebut berimbas besar terhadap kondisi keuangan perusahaan. Boeing harus membayar denda hingga USD 5 miliar (sekitar Rp83,18 triliun) dan mengalami tambahan biaya produksi. CEO Boeing, Kelly Ortberg, dalam keterangan resminya mengatakan perusahaan masih berupaya menyelesaikan proses sertifikasi dan pemulihan keuangan.

“Pesawat 777X menunjukkan performa baik dalam uji terbang. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pengembangan pesawat ini dan memastikan keselamatan serta kualitas terbaik bagi pelanggan,” ujar Ortberg dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, prioritas utama Boeing saat ini adalah menstabilkan rantai pasok, memperbaiki sistem produksi, dan mengembalikan kepercayaan publik setelah serangkaian masalah yang melanda perusahaan beberapa tahun terakhir.

Selain penundaan 777X, Boeing juga masih berjuang memulihkan reputasinya setelah insiden jatuhnya pesawat 737 MAX pada 2018 dan 2019 yang menewaskan ratusan orang. Kasus tersebut membuat Boeing menghadapi berbagai gugatan hukum dan sanksi denda dari regulator penerbangan global.

Perusahaan bahkan sempat menghentikan produksi 737 MAX selama lebih dari setahun, menyebabkan kerugian puluhan miliar dolar AS. Hingga kini, sebagian besar maskapai dunia masih berhati-hati dalam menerima pengiriman pesawat baru dari Boeing.

Dalam laporan keuangan kuartal III 2025, pendapatan Boeing tercatat turun 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investor juga menunjukkan reaksi negatif. Saham Boeing di bursa New York (NYSE: BA) anjlok hampir 8 persen setelah laporan kerugian diumumkan.

Analis menilai, jika penundaan 777X terus berlanjut, Boeing berisiko kehilangan pangsa pasar di segmen pesawat wide-body yang kini mulai dikuasai oleh Airbus A350 dari Eropa.

“Setiap penundaan berarti kehilangan peluang kontrak miliaran dolar. Airbus kini selangkah lebih depan dalam inovasi dan pengiriman tepat waktu,” kata analis penerbangan dari AeroDynamic Advisory, Richard Aboulafia.

Boeing 777X merupakan pesawat berbadan lebar terbesar di dunia, dengan kapasitas hingga 426 penumpang dan jangkauan terbang mencapai 14.000 km tanpa henti. Pesawat ini menggabungkan efisiensi bahan bakar 12 persen lebih baik dibandingkan pendahulunya dan dilengkapi sayap lipat pertama di dunia untuk pesawat komersial.

Proyek ini semula digadang-gadang menjadi “penyelamat” Boeing pascapandemi COVID-19. Namun, masalah sertifikasi dan pengujian struktur membuat produksinya terus tertunda.

Pemerintah Amerika Serikat disebut mulai memberikan perhatian serius terhadap kondisi keuangan Boeing.
Sebagai salah satu kontraktor pertahanan terbesar AS, stabilitas Boeing dinilai penting tidak hanya bagi sektor sipil, tapi juga industri militer dan luar angkasa. Namun, analis memperingatkan bahwa tanpa reformasi besar di internal, Boeing berisiko kehilangan posisi strategisnya di pasar global.

“Masalah utama Boeing bukan hanya penundaan, tapi juga kultur manajemen yang lambat beradaptasi,” tulis The Wall Street Journal.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Sentuh Rp48.850 per Gram

    Harga Perak Antam Sentuh Rp48.850 per Gram

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Harga perak hari ini tercatat naik signifikan sebesar Rp500 menjadi Rp48.850 per gram. Hal itu diketahui dari daftar harga perak yang tertera dari laman logam mulia yang sebagai acuan Jambisnis.com. Pergerakan harga perak Antam ini mengikuti harga perak dunia. Kenaikan ini terjadi […]

  • Belum Didata Sensus Ekonomi 2026? BPS Jambi Buka Layanan Mandiri hingga 15 September

    Belum Didata Sensus Ekonomi 2026? BPS Jambi Buka Layanan Mandiri hingga 15 September

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Jambi memperpanjang pendataan Sensus Ekonomi 2026 hingga 15 September. Warga yang belum didatangi petugas kini dapat melaporkan diri melalui layanan call center maupun pengisian data secara mandiri. Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha mengatakan masyarakat yang belum terdata tidak perlu menunggu petugas datang. BPS menyediakan tautan pengisian […]

  • Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS

    Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.669 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (12/12/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS. Sejumlah mata uang di Asia juga mengalami penguatan. Dolar Taiwan mencatat penguatan terbesar yakni 0,14%, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,10%. dolar Singapura […]

  • Harga Sawit Tak Boleh Dipermainkan, Bupati Merangin Minta PKS Patuh Aturan

    Harga Sawit Tak Boleh Dipermainkan, Bupati Merangin Minta PKS Patuh Aturan

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bupati Merangin M. Syukur melontarkan peringatan tegas kepada perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) agar tidak memainkan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) yang berpotensi merugikan petani. Penegasan itu disampaikan dalam rapat bersama pimpinan tujuh PKS di Kabupaten Merangin, Kamis (4/6/2026). Dalam forum tersebut, Syukur menilai masih adanya praktik ketidaksinkronan harga antar perusahaan yang […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Terjun Bebas! Kini Rp2,645 Juta

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Terjun Bebas! Kini Rp2,645 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren penguatan harga emas Antam berakhir. Harga logam mulia produksi Antam kembali merososot tajam pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Penurunan kali ini cukup dalam. Harga emas Antam anjlok Rp50.000 per gram, sekaligus membuat harganya semakin menjauh dari level psikologis Rp2,7 juta per gram. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dipatok […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Tak Bergerak, Rp2,69 Juta per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Tak Bergerak, Rp2,69 Juta per Gram

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam terpantau stagnan pada perdagangan Senin (10/8/2026). Logam mulia yang selama ini jadi primadona investasi masyarakat itu masih bertahan di level Rp2.690.000 per gram. Angka tersebut tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Sebelumnya, pada Sabtu (8/8/2026), harga emas Antam sempat melesat tajam Rp40.000 dan bertahan di posisi saat ini. Kondisi ini […]

expand_less