Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perusahaan pesawat raksasa asal Amerika Serikat, Boeing Co, kembali mencatat kerugian besar pada kuartal ketiga 2025. Dalam laporan keuangannya, Boeing mengalami kerugian hingga USD 5,4 miliar atau sekitar Rp89,84 triliun (kurs Rp16.640 per USD). Kerugian tersebut terjadi akibat penundaan pengiriman pesawat jet berbadan lebar 777X, yang kini diperkirakan baru akan dikirimkan pada tahun 2027. Selain itu, Boeing juga harus menanggung denda dan kompensasi kepada pelanggan atas keterlambatan tersebut.

Pesawat Boeing 777X merupakan proyek andalan yang diharapkan mampu menjadi penerus kesuksesan seri 777 sebelumnya. Namun, pengembangan pesawat ini terus terhambat sejak penerbangan perdananya pada tahun 2020. Awalnya, pengiriman 777X dijadwalkan pada 2021. Namun, proses sertifikasi yang rumit serta masalah teknis membuat jadwal itu terus mundur. Kini, Boeing memastikan pengiriman baru akan dimulai pada 2027, enam tahun lebih lambat dari rencana awal.

Menurut laporan DW pada Kamis (30/10/2025), penundaan tersebut berimbas besar terhadap kondisi keuangan perusahaan. Boeing harus membayar denda hingga USD 5 miliar (sekitar Rp83,18 triliun) dan mengalami tambahan biaya produksi. CEO Boeing, Kelly Ortberg, dalam keterangan resminya mengatakan perusahaan masih berupaya menyelesaikan proses sertifikasi dan pemulihan keuangan.

“Pesawat 777X menunjukkan performa baik dalam uji terbang. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pengembangan pesawat ini dan memastikan keselamatan serta kualitas terbaik bagi pelanggan,” ujar Ortberg dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, prioritas utama Boeing saat ini adalah menstabilkan rantai pasok, memperbaiki sistem produksi, dan mengembalikan kepercayaan publik setelah serangkaian masalah yang melanda perusahaan beberapa tahun terakhir.

Selain penundaan 777X, Boeing juga masih berjuang memulihkan reputasinya setelah insiden jatuhnya pesawat 737 MAX pada 2018 dan 2019 yang menewaskan ratusan orang. Kasus tersebut membuat Boeing menghadapi berbagai gugatan hukum dan sanksi denda dari regulator penerbangan global.

Perusahaan bahkan sempat menghentikan produksi 737 MAX selama lebih dari setahun, menyebabkan kerugian puluhan miliar dolar AS. Hingga kini, sebagian besar maskapai dunia masih berhati-hati dalam menerima pengiriman pesawat baru dari Boeing.

Dalam laporan keuangan kuartal III 2025, pendapatan Boeing tercatat turun 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investor juga menunjukkan reaksi negatif. Saham Boeing di bursa New York (NYSE: BA) anjlok hampir 8 persen setelah laporan kerugian diumumkan.

Analis menilai, jika penundaan 777X terus berlanjut, Boeing berisiko kehilangan pangsa pasar di segmen pesawat wide-body yang kini mulai dikuasai oleh Airbus A350 dari Eropa.

“Setiap penundaan berarti kehilangan peluang kontrak miliaran dolar. Airbus kini selangkah lebih depan dalam inovasi dan pengiriman tepat waktu,” kata analis penerbangan dari AeroDynamic Advisory, Richard Aboulafia.

Boeing 777X merupakan pesawat berbadan lebar terbesar di dunia, dengan kapasitas hingga 426 penumpang dan jangkauan terbang mencapai 14.000 km tanpa henti. Pesawat ini menggabungkan efisiensi bahan bakar 12 persen lebih baik dibandingkan pendahulunya dan dilengkapi sayap lipat pertama di dunia untuk pesawat komersial.

Proyek ini semula digadang-gadang menjadi “penyelamat” Boeing pascapandemi COVID-19. Namun, masalah sertifikasi dan pengujian struktur membuat produksinya terus tertunda.

Pemerintah Amerika Serikat disebut mulai memberikan perhatian serius terhadap kondisi keuangan Boeing.
Sebagai salah satu kontraktor pertahanan terbesar AS, stabilitas Boeing dinilai penting tidak hanya bagi sektor sipil, tapi juga industri militer dan luar angkasa. Namun, analis memperingatkan bahwa tanpa reformasi besar di internal, Boeing berisiko kehilangan posisi strategisnya di pasar global.

“Masalah utama Boeing bukan hanya penundaan, tapi juga kultur manajemen yang lambat beradaptasi,” tulis The Wall Street Journal.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    Bapanas Ungkap Penjualan Beras SPHP Turun Gara-Gara Program Gerakan Pangan Murah TNI/Polri

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap bahwa minat masyarakat untuk membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mengalami penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh TNI dan Polri dengan harga jual lebih rendah. Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menjelaskan bahwa para mitra penyalur seperti […]

  • Harga Cabai Turun, Ayam Broiler Naik di Pasar Talang Banjar Jambi per 15 Januari 2026

    Harga Cabai Turun, Ayam Broiler Naik di Pasar Talang Banjar Jambi per 15 Januari 2026

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, menunjukkan pergerakan yang beragam pada Kamis (15/1/2026). Penurunan harga paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, sementara sebagian besar komoditas lainnya terpantau stabil. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai merah besar turun 12 persen menjadi Rp 22.000 per kilogram. […]

  • Benjamin Netanyahu Muncul Santai di Kedai Kopi: “Mau Hitung Jari Saya?”

    Benjamin Netanyahu Muncul Santai di Kedai Kopi: “Mau Hitung Jari Saya?”

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akhirnya muncul ke publik setelah beredar rumor di media sosial yang menyebut dirinya tewas akibat serangan Iran. Dalam video yang diunggah di akun media sosial X miliknya, Netanyahu terlihat santai membeli kopi di sebuah kedai. Video berdurasi sekitar satu menit itu sekaligus menjadi bantahan langsung terhadap kabar yang menyebut […]

  • Nissan X-Trail Hybrid 2027 Resmi Meluncur, Andalkan Teknologi e-Power

    Nissan X-Trail Hybrid 2027 Resmi Meluncur, Andalkan Teknologi e-Power

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nissan resmi meluncurkan generasi terbaru Nissan X-Trail Hybrid 2027 dalam konferensi strategi global yang digelar di Yokohama, Jepang. Model ini disiapkan sebagai tulang punggung penjualan perusahaan di pasar global. SUV terbaru ini mengusung teknologi hybrid e-Power, yakni sistem di mana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk menyuplai tenaga ke motor listrik, bukan langsung […]

  • Naik Rp250, Perak Antam Tembus Rp46.850 per Gram

    Naik Rp250, Perak Antam Tembus Rp46.850 per Gram

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produksi Antam kembali melesat pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Harga logam mulia ini naik sebesar Rp250 menjadi Rp46.850 per gram. Kenaikan ini turut mengerek harga perak dalam berbagai ukuran. Untuk perak batangan Antam seberat 250 gram, kini dibanderol Rp12.112.500. Jika sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen, harganya mencapai Rp13.444.875. […]

  • Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Ini Strategi Solikin M Juhro

    Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Ini Strategi Solikin M Juhro

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Kompleks Parlemen, Jumat (23/1/2026). Uji kelayakan dan kepatutan tersebut dimulai dari Asisten Gubernur BI, Solikin M Juhro. Dihadapan anggota Komisi XI, Solikin mengusung delapan strategi yang disingkat dengan istilah “Semangka”. Ia kemudian […]

expand_less