Rabu, 20 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perusahaan pesawat raksasa asal Amerika Serikat, Boeing Co, kembali mencatat kerugian besar pada kuartal ketiga 2025. Dalam laporan keuangannya, Boeing mengalami kerugian hingga USD 5,4 miliar atau sekitar Rp89,84 triliun (kurs Rp16.640 per USD). Kerugian tersebut terjadi akibat penundaan pengiriman pesawat jet berbadan lebar 777X, yang kini diperkirakan baru akan dikirimkan pada tahun 2027. Selain itu, Boeing juga harus menanggung denda dan kompensasi kepada pelanggan atas keterlambatan tersebut.

Pesawat Boeing 777X merupakan proyek andalan yang diharapkan mampu menjadi penerus kesuksesan seri 777 sebelumnya. Namun, pengembangan pesawat ini terus terhambat sejak penerbangan perdananya pada tahun 2020. Awalnya, pengiriman 777X dijadwalkan pada 2021. Namun, proses sertifikasi yang rumit serta masalah teknis membuat jadwal itu terus mundur. Kini, Boeing memastikan pengiriman baru akan dimulai pada 2027, enam tahun lebih lambat dari rencana awal.

Menurut laporan DW pada Kamis (30/10/2025), penundaan tersebut berimbas besar terhadap kondisi keuangan perusahaan. Boeing harus membayar denda hingga USD 5 miliar (sekitar Rp83,18 triliun) dan mengalami tambahan biaya produksi. CEO Boeing, Kelly Ortberg, dalam keterangan resminya mengatakan perusahaan masih berupaya menyelesaikan proses sertifikasi dan pemulihan keuangan.

“Pesawat 777X menunjukkan performa baik dalam uji terbang. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pengembangan pesawat ini dan memastikan keselamatan serta kualitas terbaik bagi pelanggan,” ujar Ortberg dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, prioritas utama Boeing saat ini adalah menstabilkan rantai pasok, memperbaiki sistem produksi, dan mengembalikan kepercayaan publik setelah serangkaian masalah yang melanda perusahaan beberapa tahun terakhir.

Selain penundaan 777X, Boeing juga masih berjuang memulihkan reputasinya setelah insiden jatuhnya pesawat 737 MAX pada 2018 dan 2019 yang menewaskan ratusan orang. Kasus tersebut membuat Boeing menghadapi berbagai gugatan hukum dan sanksi denda dari regulator penerbangan global.

Perusahaan bahkan sempat menghentikan produksi 737 MAX selama lebih dari setahun, menyebabkan kerugian puluhan miliar dolar AS. Hingga kini, sebagian besar maskapai dunia masih berhati-hati dalam menerima pengiriman pesawat baru dari Boeing.

Dalam laporan keuangan kuartal III 2025, pendapatan Boeing tercatat turun 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investor juga menunjukkan reaksi negatif. Saham Boeing di bursa New York (NYSE: BA) anjlok hampir 8 persen setelah laporan kerugian diumumkan.

Analis menilai, jika penundaan 777X terus berlanjut, Boeing berisiko kehilangan pangsa pasar di segmen pesawat wide-body yang kini mulai dikuasai oleh Airbus A350 dari Eropa.

“Setiap penundaan berarti kehilangan peluang kontrak miliaran dolar. Airbus kini selangkah lebih depan dalam inovasi dan pengiriman tepat waktu,” kata analis penerbangan dari AeroDynamic Advisory, Richard Aboulafia.

Boeing 777X merupakan pesawat berbadan lebar terbesar di dunia, dengan kapasitas hingga 426 penumpang dan jangkauan terbang mencapai 14.000 km tanpa henti. Pesawat ini menggabungkan efisiensi bahan bakar 12 persen lebih baik dibandingkan pendahulunya dan dilengkapi sayap lipat pertama di dunia untuk pesawat komersial.

Proyek ini semula digadang-gadang menjadi “penyelamat” Boeing pascapandemi COVID-19. Namun, masalah sertifikasi dan pengujian struktur membuat produksinya terus tertunda.

Pemerintah Amerika Serikat disebut mulai memberikan perhatian serius terhadap kondisi keuangan Boeing.
Sebagai salah satu kontraktor pertahanan terbesar AS, stabilitas Boeing dinilai penting tidak hanya bagi sektor sipil, tapi juga industri militer dan luar angkasa. Namun, analis memperingatkan bahwa tanpa reformasi besar di internal, Boeing berisiko kehilangan posisi strategisnya di pasar global.

“Masalah utama Boeing bukan hanya penundaan, tapi juga kultur manajemen yang lambat beradaptasi,” tulis The Wall Street Journal.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditangkap Pasukan Elite AS, Ini Rekam Jejak Nicolas Maduro hingga Jadi Presiden Venezuela

    Ditangkap Pasukan Elite AS, Ini Rekam Jejak Nicolas Maduro hingga Jadi Presiden Venezuela

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap oleh pasukan elite Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Penangkapan tersebut dilakukan oleh Delta Force, unit misi khusus tertinggi militer AS, sebagaimana diungkap sejumlah pejabat Amerika Serikat kepada CBS News. Maduro dikenal sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh sekaligus kontroversial di Venezuela dalam dua dekade […]

  • Pemesanan Obligasi BTN Tembus Rp 4,57 Triliun, Lampaui Target Emisi Dua Kali Lipat

    Pemesanan Obligasi BTN Tembus Rp 4,57 Triliun, Lampaui Target Emisi Dua Kali Lipat

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN membukukan pemesanan obligasi hingga Rp 4,57 triliun dalam penawaran umum berkelanjutan (PUB). Jumlah tersebut melampaui target emisi awal Rp 2,3 triliun, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap instrumen surat utang BTN. Penerbitan ini mencakup obligasi subordinasi dan obligasi berwawasan sosial (social bond). Produk tersebut diterbitkan BTN […]

  • Hari Kartini, Harga Cabai Rawit di Pasar Angso Duo Capai Rp60.000 per Kg

    Hari Kartini, Harga Cabai Rawit di Pasar Angso Duo Capai Rp60.000 per Kg

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo terpantau relatif stabil pada Selasa (21/4/2026). Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Sejumlah bahan pokok utama seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih berada pada kisaran harga normal. Untuk komoditas […]

  • Harga emas Galeri24 dan UBS Kompak Naik

    Harga emas Galeri24 dan UBS Kompak Naik

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua produk emas yang dijual di Pegadaian kompak menguat hari ini. Baik Galeri24 maupun UBS terpantau naik. Dikutip laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (16/12/2025), harga emas Galeri24 kini berada di angka Rp2.501.000 per gram, naik Rp10.000 dibanding hari sebelumnya yang dibanderol Rp2.491.000 per gram. Sementara itu, emas UBS dijual Rp2.548.000 per gram, naik […]

  • Jutaan Jamaah Umrah Tertahan di Arab Saudi akibat Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

    Jutaan Jamaah Umrah Tertahan di Arab Saudi akibat Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jutaan jamaah umrah dari berbagai negara dilaporkan tertahan di Arab Saudi menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah setelah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat sebanyak 58.873 jamaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi hingga […]

  • Gantikan Pakaian Impor Bekas, Pemerintah Siapkan 1.300 Merek Lokal

    Gantikan Pakaian Impor Bekas, Pemerintah Siapkan 1.300 Merek Lokal

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan langkah tegas dalam memberantas masuknya pakaian impor bekas. Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa sekitar 1.300 merek lokal telah disiapkan untuk mengisi pasar yang selama ini didominasi barang bekas impor, terutama pakaian. Ia menegaskan, aturan yang tercantum dalam Permendag Nomor 40 Tahun 2022 menjadi dasar pemerintah […]

expand_less