Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

Boeing Rugi Rp89,8 Triliun, Akibat Penundaan Pesawat 777X hingga 2027 dan Denda Jumbo

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perusahaan pesawat raksasa asal Amerika Serikat, Boeing Co, kembali mencatat kerugian besar pada kuartal ketiga 2025. Dalam laporan keuangannya, Boeing mengalami kerugian hingga USD 5,4 miliar atau sekitar Rp89,84 triliun (kurs Rp16.640 per USD). Kerugian tersebut terjadi akibat penundaan pengiriman pesawat jet berbadan lebar 777X, yang kini diperkirakan baru akan dikirimkan pada tahun 2027. Selain itu, Boeing juga harus menanggung denda dan kompensasi kepada pelanggan atas keterlambatan tersebut.

Pesawat Boeing 777X merupakan proyek andalan yang diharapkan mampu menjadi penerus kesuksesan seri 777 sebelumnya. Namun, pengembangan pesawat ini terus terhambat sejak penerbangan perdananya pada tahun 2020. Awalnya, pengiriman 777X dijadwalkan pada 2021. Namun, proses sertifikasi yang rumit serta masalah teknis membuat jadwal itu terus mundur. Kini, Boeing memastikan pengiriman baru akan dimulai pada 2027, enam tahun lebih lambat dari rencana awal.

Menurut laporan DW pada Kamis (30/10/2025), penundaan tersebut berimbas besar terhadap kondisi keuangan perusahaan. Boeing harus membayar denda hingga USD 5 miliar (sekitar Rp83,18 triliun) dan mengalami tambahan biaya produksi. CEO Boeing, Kelly Ortberg, dalam keterangan resminya mengatakan perusahaan masih berupaya menyelesaikan proses sertifikasi dan pemulihan keuangan.

“Pesawat 777X menunjukkan performa baik dalam uji terbang. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pengembangan pesawat ini dan memastikan keselamatan serta kualitas terbaik bagi pelanggan,” ujar Ortberg dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, prioritas utama Boeing saat ini adalah menstabilkan rantai pasok, memperbaiki sistem produksi, dan mengembalikan kepercayaan publik setelah serangkaian masalah yang melanda perusahaan beberapa tahun terakhir.

Selain penundaan 777X, Boeing juga masih berjuang memulihkan reputasinya setelah insiden jatuhnya pesawat 737 MAX pada 2018 dan 2019 yang menewaskan ratusan orang. Kasus tersebut membuat Boeing menghadapi berbagai gugatan hukum dan sanksi denda dari regulator penerbangan global.

Perusahaan bahkan sempat menghentikan produksi 737 MAX selama lebih dari setahun, menyebabkan kerugian puluhan miliar dolar AS. Hingga kini, sebagian besar maskapai dunia masih berhati-hati dalam menerima pengiriman pesawat baru dari Boeing.

Dalam laporan keuangan kuartal III 2025, pendapatan Boeing tercatat turun 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investor juga menunjukkan reaksi negatif. Saham Boeing di bursa New York (NYSE: BA) anjlok hampir 8 persen setelah laporan kerugian diumumkan.

Analis menilai, jika penundaan 777X terus berlanjut, Boeing berisiko kehilangan pangsa pasar di segmen pesawat wide-body yang kini mulai dikuasai oleh Airbus A350 dari Eropa.

“Setiap penundaan berarti kehilangan peluang kontrak miliaran dolar. Airbus kini selangkah lebih depan dalam inovasi dan pengiriman tepat waktu,” kata analis penerbangan dari AeroDynamic Advisory, Richard Aboulafia.

Boeing 777X merupakan pesawat berbadan lebar terbesar di dunia, dengan kapasitas hingga 426 penumpang dan jangkauan terbang mencapai 14.000 km tanpa henti. Pesawat ini menggabungkan efisiensi bahan bakar 12 persen lebih baik dibandingkan pendahulunya dan dilengkapi sayap lipat pertama di dunia untuk pesawat komersial.

Proyek ini semula digadang-gadang menjadi “penyelamat” Boeing pascapandemi COVID-19. Namun, masalah sertifikasi dan pengujian struktur membuat produksinya terus tertunda.

Pemerintah Amerika Serikat disebut mulai memberikan perhatian serius terhadap kondisi keuangan Boeing.
Sebagai salah satu kontraktor pertahanan terbesar AS, stabilitas Boeing dinilai penting tidak hanya bagi sektor sipil, tapi juga industri militer dan luar angkasa. Namun, analis memperingatkan bahwa tanpa reformasi besar di internal, Boeing berisiko kehilangan posisi strategisnya di pasar global.

“Masalah utama Boeing bukan hanya penundaan, tapi juga kultur manajemen yang lambat beradaptasi,” tulis The Wall Street Journal.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian masih Stabil

    Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian masih Stabil

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk UBS dan Galeri24 di Pegadaian menunjukkan pergerakan yang stabil pada awal pekan ini. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (9/3/2026), harga emas Galeri24 dan UBS tidak mengalami perubahan dibandingkan harga kemarin. Harga emas UBS dan Galeri24 stabil, masing-masing di angka Rp3.105.000 dan Rp3.091.000 per gram. Harga jual emas […]

  • Saham DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus, Melonjak 2.150% Sepanjang Tahun

    Saham DADA Resmi Keluar dari Papan Pemantauan Khusus, Melonjak 2.150% Sepanjang Tahun

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Emiten properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) resmi keluar dari papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA) per Jumat (10/10/2025). Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Teuku Fahmi Ariandar, mengatakan setelah keluar dari FCA, saham DADA kini dipindahkan ke papan pengembangan. “Pemindahan ini dilakukan karena saham DADA […]

  • PLN Indonesia Power Resmikan Sekolah Lapang Kopi Liberika di Tanjab Barat

    PLN Indonesia Power Resmikan Sekolah Lapang Kopi Liberika di Tanjab Barat

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jambi kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, perusahaan meresmikan Program Sekolah Lapang Kopi Liberika di Kelompok Tani Sri Utomo 2, Kecamatan Betara, pada 16 Juli 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas […]

  • Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini

    Ditutup Melemah, Segini Posisi Rupiah Hari Ini

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga penutupan perdagangan hari ini, Senin (22/12/2025). Rupiah ditutup di level Rp 16.777 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia ini melemah 0,16 persen atau 27 poin dibanding dari sebelumnya Rp16.750 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia yang menguat. […]

  • Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Serangan besar-besaran Iran ke negara-negara Arab memicu tanda tanya global. Mengapa Teheran justru menghantam kawasan Teluk, bukan langsung fokus ke Israel atau Amerika Serikat sebagai musuh utamanya? Sejumlah analis menilai langkah ini bukan salah sasaran, melainkan strategi militer dan politik yang disengaja. 1. Target Utama: Pangkalan AS di Negara Arab Iran sebenarnya membidik aset […]

  • 47 PLTU di Indonesia Sudah Terapkan Cofiring Biomassa hingga Oktober 2025

    47 PLTU di Indonesia Sudah Terapkan Cofiring Biomassa hingga Oktober 2025

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa sebanyak 47 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia kini telah menerapkan teknologi co-firing biomassa sebagai upaya menekan emisi karbon dan mempercepat transisi ke energi bersih. Jumlah ini melonjak pesat dibandingkan tahun 2020 yang hanya mencatat enam PLTU. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, […]

expand_less