Noviardi Ferzi: Inflasi Lebih Berbahaya dari Kurs Dolar, Ancam Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi RI
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ekonom Noviardi Ferzi menilai inflasi memiliki dampak lebih besar terhadap ketahanan ekonomi dibandingkan fluktuasi kurs dolar, karena langsung memengaruhi daya beli masyarakat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Noviardi Ferzi menilai inflasi memiliki dampak yang jauh lebih menentukan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan fluktuasi kurs dolar Amerika Serikat.
Di tengah tekanan global dan penguatan dolar, ekonomi Indonesia justru mencatat pertumbuhan 5,61 persen pada triwulan I 2026. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih menjadi penopang utama.
Namun, menurut Noviardi, fokus berlebihan pada nilai tukar justru menyesatkan.
“Banyak yang terlalu melihat dolar sebagai indikator utama. Padahal dampak paling nyata ke masyarakat itu dari inflasi,” kata Noviardi, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kenaikan kurs dolar memang memengaruhi sektor impor dan industri tertentu. Namun dampaknya tidak merata.
Sebaliknya, inflasi langsung menekan seluruh lapisan masyarakat. Harga kebutuhan pokok meningkat, biaya produksi melonjak, dan pada akhirnya menggerus daya beli.
“Kalau inflasi naik, semua kena. Dari rumah tangga sampai pelaku usaha. Itu yang paling berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Noviardi menambahkan, struktur ekonomi Indonesia yang berbasis konsumsi domestik membuat stabilitas harga menjadi kunci utama. Selama konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah tetap terjaga, pertumbuhan ekonomi dinilai masih relatif aman.
Ia juga menilai pelemahan rupiah di kisaran Rp17 ribu per dolar AS belum menjadi ancaman serius dalam jangka pendek.
Namun, jika inflasi tidak terkendali, efeknya bisa lebih luas dan sistemik.
“Ketahanan ekonomi itu bukan soal kuatnya rupiah semata, tapi seberapa stabil harga di dalam negeri dan seberapa kuat daya beli masyarakat,” kata dia.
- Penulis: say say
