Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Regional » Noviardi Ferzi: Inflasi Lebih Berbahaya dari Kurs Dolar, Ancam Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi RI

Noviardi Ferzi: Inflasi Lebih Berbahaya dari Kurs Dolar, Ancam Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi RI

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Noviardi Ferzi menilai inflasi memiliki dampak yang jauh lebih menentukan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan fluktuasi kurs dolar Amerika Serikat.

Di tengah tekanan global dan penguatan dolar, ekonomi Indonesia justru mencatat pertumbuhan 5,61 persen pada triwulan I 2026. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih menjadi penopang utama.

Namun, menurut Noviardi, fokus berlebihan pada nilai tukar justru menyesatkan.

“Banyak yang terlalu melihat dolar sebagai indikator utama. Padahal dampak paling nyata ke masyarakat itu dari inflasi,” kata Noviardi, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan kurs dolar memang memengaruhi sektor impor dan industri tertentu. Namun dampaknya tidak merata.

Sebaliknya, inflasi langsung menekan seluruh lapisan masyarakat. Harga kebutuhan pokok meningkat, biaya produksi melonjak, dan pada akhirnya menggerus daya beli.

“Kalau inflasi naik, semua kena. Dari rumah tangga sampai pelaku usaha. Itu yang paling berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Noviardi menambahkan, struktur ekonomi Indonesia yang berbasis konsumsi domestik membuat stabilitas harga menjadi kunci utama. Selama konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah tetap terjaga, pertumbuhan ekonomi dinilai masih relatif aman.

Ia juga menilai pelemahan rupiah di kisaran Rp17 ribu per dolar AS belum menjadi ancaman serius dalam jangka pendek.

Namun, jika inflasi tidak terkendali, efeknya bisa lebih luas dan sistemik.

“Ketahanan ekonomi itu bukan soal kuatnya rupiah semata, tapi seberapa stabil harga di dalam negeri dan seberapa kuat daya beli masyarakat,” kata dia.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setoran Freeport ke Kas Negara Terselamatkan Naiknya Harga Emas-Tembaga

    Setoran Freeport ke Kas Negara Terselamatkan Naiknya Harga Emas-Tembaga

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadapi penurunan signifikan pada produksi tembaga dan emas sepanjang 2025 akibat dua insiden besar di fasilitas smelter Gresik dan tambang Grasberg Block Cave. Meski demikian, setoran kepada negara diperkirakan tetap meningkat seiring lonjakan harga emas dan tembaga di pasar global. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan volume penjualan tembaga […]

  • Lonjakkan Harga 824%, BEI Suspensi Perdagangan Saham INET untuk Cooling Down

    Lonjakkan Harga 824%, BEI Suspensi Perdagangan Saham INET untuk Cooling Down

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyusul lonjakan harga yang sangat tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Suspensi ini mulai berlaku pada sesi I perdagangan Selasa (25/11/2025), sebagaimana mengacu pada Pengumuman Bursa Peng-SPT-00366/BEI.WAS/11-2025. Langkah penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme cooling down untuk […]

  • Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Insentif Pajak untuk Aksi Korporasi BUMN

    Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Ada Insentif Pajak untuk Aksi Korporasi BUMN

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan memberikan insentif pajak untuk aksi korporasi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk dalam proses merger dan konsolidasi perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025). Ia menilai permintaan insentif pajak untuk aksi […]

  • Lebih dari 1,15 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan hingga 2 Februari 2026

    Lebih dari 1,15 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan hingga 2 Februari 2026

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat lebih dari 1,15 juta wajib pajak telah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025 hingga 2 Februari 2026. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli mengatakan, hingga Senin (2/2/2026) pukul 06.00 WIB, total SPT Tahunan yang telah masuk mencapai 1.150.414 laporan. […]

  • Menkop: Keuangan Syariah dan Sektor Riil Akan Tumbuh Saling Menguatkan

    Menkop: Keuangan Syariah dan Sektor Riil Akan Tumbuh Saling Menguatkan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keuangan syariah dan sektor riil di Indonesia akan berkembang secara berdampingan dan saling memperkuat. Hal tersebut disampaikan dalam agenda Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Menurut Ferry, penguatan keuangan syariah tidak bisa dilepaskan dari aktivitas ekonomi riil, […]

  • Lawan Dolar AS, Rupiah Melempem ke Rp16.716 Pagi Ini

    Lawan Dolar AS, Rupiah Melempem ke Rp16.716 Pagi Ini

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melempem pagi ini. Rupiah dibuka melemah sebesar 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.716 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,09% ke 99,53. Pada pembukaan Rabu (12/11/2025) ini mata uang negara Asia lainnya dibuka bervariasi. Yen Jepang dibuka melemah […]

expand_less