Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks ketahanan energi Indonesia pada 2025 tercatat meningkat dan masuk kategori tangguh. Namun, capaian itu belum sepenuhnya mencerminkan kemandirian energi nasional.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyebut indeks ketahanan energi Indonesia berada di angka 7,13 atau naik 0,39 dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan produksi dan cadangan gas bumi serta pemanfaatan energi domestik.

“Cadangan dan produksi gas meningkat, dan pemanfaatannya untuk kebutuhan dalam negeri juga semakin baik,” ujar Satya dalam forum energi, Selasa, 12 Mei 2026.

Meski begitu, persoalan mendasar masih membayangi. Indonesia masih sangat bergantung pada impor energi, terutama LPG dan bahan bakar minyak (BBM).

Data menunjukkan impor minyak mentah mencapai sekitar 38 persen, impor BBM 34 persen, dan impor LPG bahkan menembus 80 persen. Angka ini mencerminkan lemahnya kemandirian energi nasional.

Tak hanya itu, cadangan energi nasional juga dinilai belum memadai. Saat ini, cadangan operasional energi hanya cukup untuk sekitar 21 hingga 23 hari. Padahal, standar ideal minimal mencapai 31 hari.

“Kalau impor satu juta barel per hari, maka cadangan harus setara 31 juta barel. Ini tantangan besar,” kata Satya.

Di sisi lain, target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 dipastikan meleset. Hingga kini, realisasinya baru mencapai sekitar 15,6 persen.

Pemerintah pun merevisi target tersebut menjadi 17 hingga 19 persen pada 2030.

Untuk memperkuat ketahanan energi, DEN menyiapkan enam langkah strategis. Di antaranya pembangunan dan modernisasi kilang, peningkatan produksi minyak, penguatan cadangan energi, serta percepatan transisi ke energi baru terbarukan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong substitusi LPG, pengurangan disparitas harga energi, hingga percepatan elektrifikasi transportasi.

Satya menegaskan, ketahanan energi bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga kemandirian. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, ketergantungan impor justru menjadi titik rawan.

“Negara yang berdaulat energinya adalah negara yang mampu mengendalikan masa depannya sendiri,” ujarnya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    PPATK Bongkar Modus Kredit Fiktif: Libatkan Orang Dalam hingga Aliran Dana ke Luar Negeri

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkap praktik kredit fiktif di sektor perbankan masih menjadi ancaman serius bagi sistem keuangan nasional. Modus yang digunakan tidak hanya melibatkan manipulasi data, tetapi juga peran orang dalam hingga aliran dana ke luar negeri. Dalam talkshow edukasi publik, PPATK menegaskan bahwa kasus kredit fiktif umumnya baru terdeteksi […]

  • Turnamen Catur Bulanan Non Master Pengprov Percasi Jambi VI Pecahkan Rekor, 160 Pecatur Siap Bertanding di Paviliun JBC

    Turnamen Catur Bulanan Non Master Pengprov Percasi Jambi VI Pecahkan Rekor, 160 Pecatur Siap Bertanding di Paviliun JBC

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Turnamen Catur Bulanan Non Master Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi seri ke-6 mencatat sejarah baru. Sebanyak 160 pecatur dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi dipastikan ambil bagian dalam kompetisi yang akan digelar di Paviliun Jambi Business Center (JBC). Jumlah tersebut menjadi rekor peserta terbanyak sejak program Turnamen […]

  • Prabowo Kucurkan Rp101 Triliun untuk Selamatkan Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Tenaga Kerja

    Prabowo Kucurkan Rp101 Triliun untuk Selamatkan Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Tenaga Kerja

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan dana sekitar Rp101 triliun untuk melindungi dan memperkuat industri tekstil nasional. Langkah ini diambil guna menjaga keberlangsungan sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja serta menghadapi tekanan global dan persaingan industri internasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dana tersebut setara dengan […]

  • Danantara Buka Lelang Proyek Sampah jadi Listrik di 7 Kota per 6 November

    Danantara Buka Lelang Proyek Sampah jadi Listrik di 7 Kota per 6 November

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Danantara Investment Management (Persero) atau Danantara akan mulai melaksanakan lelang proyek pengolahan sampah menjadi listrik (waste to energy/WtE) di tujuh kota dan kabupaten di Indonesia pada 6 November 2025 mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur energi terbarukan berbasis sampah perkotaan sesuai dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 […]

  • Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Tembus Rp60.000 per Kg

    Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Tembus Rp60.000 per Kg

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Rakyat Talang Banjar terpantau relatif stabil pada Selasa (21/4/2026). Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan meskipun beberapa bahan pangan masih berada di level cukup tinggi. Untuk komoditas beras, harga beras medium seperti Beras Belido dan Beras Naruto […]

  • Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

    Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah RI melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal kuat bahwa insentif kendaraan listrik tidak akan dilanjutkan pada 2026. Kebijakan tersebut dinilai telah mencapai tujuan awalnya, yaitu mendorong produsen otomotif untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri. Meski demikian, ketiadaan insentif bukan berarti pengembangan industri otomotif dihentikan, melainkan akan mengalihkan fokus […]

expand_less