Kamis, 6 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026. Capaian ini dinilai tidak lepas dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun. Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyebut kebijakan percepatan belanja atau front-loading menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada awal 2026.

“Pertumbuhan 5,61 persen ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang melakukan percepatan belanja di awal tahun,” ujar Rahma, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, strategi tersebut efektif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara agregat, tetapi dampaknya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Rahma menilai, belanja pemerintah lebih banyak dialokasikan untuk proyek besar dan sektor tertentu sehingga belum langsung mendorong daya beli masyarakat secara luas.

Ia juga menyoroti adanya ketidaksinkronan antara angka pertumbuhan ekonomi dengan kondisi riil di lapangan. Daya beli masyarakat disebut masih tertekan oleh berbagai faktor global.

“Manfaat pertumbuhan belum terdistribusi merata ke sektor riil. Masyarakat masih merasakan tekanan ekonomi,” katanya.

Selain itu, Rahma melihat adanya kesenjangan antara sektor keuangan dan sektor riil. Kinerja sektor keuangan yang kuat belum sepenuhnya diikuti oleh penyaluran kredit yang merata ke pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa nilai PDB Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp3.447,7 triliun atas dasar harga konstan.

“Secara year on year, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen,” ujar Amalia.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan. Pada kuartal I 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,87 persen. Namun demikian, secara triwulanan (quarter to quarter/qtq), ekonomi Indonesia tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen.

Di tengah capaian tersebut, risiko global masih menjadi perhatian. Tekanan berasal dari gejolak harga energi dan suku bunga global yang berdampak pada daya beli masyarakat. Meski begitu, pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat terjaga seiring berbagai indikator makro yang masih menunjukkan tren positif.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

    OJK Perkuat Keuangan Berkelanjutan dan Pasar Karbon, Dorong Transisi Ekonomi Rendah Karbon

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor jasa keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penguatan keuangan berkelanjutan dan implementasi nilai ekonomi karbon. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, saat menghadiri rangkaian London Climate Action Week (LCAW) 2026 yang berlangsung pada 22–25 Juni 2026 di […]

  • UMP 2026 Belum Jelas, Indeks Penghitungan Dinilai Terlalu Kecil

    UMP 2026 Belum Jelas, Indeks Penghitungan Dinilai Terlalu Kecil

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jelang pengumuman upah minimum provinsi atau UMP 2026, beredar kabar ada perubahan nilai indeks dalam penghitungan rumus UMP. Indeks yang disebut dengan indeks tertentu tersebut sejatinya merupakan hak prerogatif Presiden. “Indeks tertentu adalah hak prerogatif presiden, bukan diputuskan oleh sekumpulan orang di luar mandat konstitusi. Jika indeks tertentu diturunkan, artinya Menaker justru melindungi […]

  • IHSG Melonjak Tajam Menjadi 8.175: Menguat 1,07 Persen

    IHSG Melonjak Tajam Menjadi 8.175: Menguat 1,07 Persen

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa di awal perdagangan hari ini. Selasa (21/10/2025). IHSG menguat 86,615 poin atau 1,07 persen ke 8.175,593. Mengutip Kontan, penguatan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Properti dan Real Estate yang menguat 2,46% di awal sesi pertama. Berikutnya ada IDX Sektor […]

  • Kementerian UMKM Terapkan WFH Setiap Jumat, Sebagian Pegawai Tetap WFO Sesuai Kebutuhan

    Kementerian UMKM Terapkan WFH Setiap Jumat, Sebagian Pegawai Tetap WFO Sesuai Kebutuhan

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi pegawai setiap hari Jumat. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Nomor 3 Tahun 2026. Menurut dia, […]

  • Produksi Batu Bara RI Diprediksi Turun 100 Juta Ton, Ini Penyebabnya

    Produksi Batu Bara RI Diprediksi Turun 100 Juta Ton, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan produksi batu bara nasional pada 2025 bakal turun signifikan hingga mendekati 100 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan dari negara tujuan ekspor utama seperti China dan India. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa produksi batu […]

  • Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

    Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengusaha Amerika Serikat (AS) Elon Musk menjadi orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya melampaui US$ 700 miliar atau sekitar Rp 12,53 kuadriliun. Hal itu berdasarkan laporan majalah Forbes. Menurut laporan yang dirilis Minggu (21/12/2025) tersebut, kekayaan Elon Musk meningkat setelah Mahkamah Agung Delaware di AS membatalkan putusan pengadilan tingkat lebih rendah yang sebelumnya […]

expand_less