Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » PLN Luncurkan Proyek PLTS 1,22 GW Lewat Skema Giga One, Dorong Transisi Energi

PLN Luncurkan Proyek PLTS 1,22 GW Lewat Skema Giga One, Dorong Transisi Energi

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PLN meluncurkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar melalui skema tender terintegrasi bertajuk Giga One. Proyek ini diberi nama PLTS Mentari Nusantara I dengan kapasitas mencapai 1,225 gigawatt (GW), menjadikannya salah satu pengembangan energi surya terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa skema Giga One merupakan inovasi dalam pengadaan proyek energi terbarukan. Melalui pendekatan ini, sejumlah proyek digabungkan dalam satu paket untuk meningkatkan efisiensi serta menarik minat investor.

“Pendekatan ini membuat proyek lebih bankable dan memberikan kepastian dari sisi pengadaan hingga konstruksi,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi.

PLN menegaskan, proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan pembangkit listrik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri energi surya nasional.

Direktur Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyebut proyek tersebut dirancang untuk mendorong pengembangan industri dari hulu hingga hilir. Selain itu, proyek ini juga mendukung target pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk membangun PLTS dengan kapasitas hingga 100 GW.

PLTS Mentari Nusantara I akan dibangun di berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, serta Maluku dan Papua. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2029.

Meski demikian, PLN belum merinci nilai investasi, skema tarif, maupun struktur kontrak dalam proyek tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia, Eka Satria, menilai proyek ini berpotensi menarik minat investor, khususnya produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP).

Menurut dia, skala proyek yang besar serta dukungan dari PLN menjadi daya tarik utama. Namun, investor tetap akan mencermati sejumlah aspek penting, seperti kejelasan perjanjian jual beli listrik (PPA), struktur tarif, serta pembagian risiko.

“Bankability proyek akan menjadi faktor utama. Investor akan melihat kepastian dari sisi pembayaran dan risiko,” kata Eka.

Selain itu, sejumlah aspek teknis juga menjadi perhatian, seperti kesiapan lahan, kapasitas jaringan listrik, potensi pembatasan produksi listrik (curtailment), hingga kewajiban penggunaan sistem penyimpanan energi baterai (BESS).

Sementara itu, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Andry Satrio Nugroho, menilai proyek ini dapat menjadi langkah penting dalam percepatan transisi energi di Indonesia.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada eksekusi di lapangan.

“Jika berhasil, proyek ini bisa menjadi pemicu bagi pengembangan energi terbarukan lainnya. Sebaliknya, jika gagal, dapat menjadi preseden yang kurang baik,” ujarnya.

Andry juga menekankan pentingnya dukungan terhadap industri dalam negeri. Tanpa kebijakan yang memadai, produsen panel surya lokal berpotensi menghadapi persaingan ketat dari produk impor yang lebih murah.

Di sisi lain, pengembangan energi surya dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis diesel yang selama ini membebani anggaran subsidi energi.

Program penggantian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan PLTS yang dilengkapi sistem penyimpanan energi disebut sebagai salah satu langkah strategis yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperluas pasar industri domestik.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Tembus USD 107 per Barel

    Harga Minyak Dunia Tembus USD 107 per Barel

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Minyak mentah acuan internasional jenis Brent Crude Oil tercatat menembus level USD 107 per barel setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi, terutama dari kawasan Timur Tengah […]

  • Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

    Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menyempitnya ruang fiskal pemerintah akibat pelebaran defisit APBN 2025 membuat peran Bank Indonesia (BI) semakin krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Dengan keterbatasan stimulus fiskal, kebijakan moneter dinilai menjadi instrumen utama untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Pemerintah mencatat defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik […]

  • Harga Cabai dan Bawang Kompak Turun di Pasar Angso Duo, Beras Belido Justru Naik

    Harga Cabai dan Bawang Kompak Turun di Pasar Angso Duo, Beras Belido Justru Naik

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Selasa (14/7/2026) menunjukkan tren yang relatif stabil. Namun, beberapa komoditas strategis mengalami perubahan harga, terutama cabai dan bawang yang turun, sementara Beras Belido justru mengalami kenaikan. Berdasarkan data SIHARKO Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Jambi, harga Cabe Merah Besar turun 8,57 […]

  • Rupiah Melemah ke Level Rp16.848 per Dolar AS Jelang Pidato Trump

    Rupiah Melemah ke Level Rp16.848 per Dolar AS Jelang Pidato Trump

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (25/2/2026). Berdasarkan data pasar spot, rupiah hari ini melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.848 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp16.829 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu sentimen geopolitik global dan faktor domestik, di tengah penguatan tipis indeks […]

  • IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

    IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia, OECD, dan Japan Credit Rating Agency (JCR) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5 persen, lebih rendah dari target pemerintah yang menargetkan pertumbuhan minimal di angka tersebut. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian perdagangan, tarif impor Amerika Serikat, dan lemahnya permintaan ekspor […]

  • Yusril Tegaskan WNI Masuk Militer Asing Tak Langsung Kehilangan Status Warga Negara

    Yusril Tegaskan WNI Masuk Militer Asing Tak Langsung Kehilangan Status Warga Negara

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan dinas militer negara asing tidak otomatis kehilangan status kewarganegaraan Republik Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menyusul munculnya pemberitaan terkait sejumlah WNI yang dikabarkan menjadi anggota militer asing. Di antaranya adalah […]

expand_less