Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Defisit APBN Maret 2026 Capai Rp240,1 Triliun, Pemerintah Jaga Batas 3 Persen dari PDB

Defisit APBN Maret 2026 Capai Rp240,1 Triliun, Pemerintah Jaga Batas 3 Persen dari PDB

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Nilai tersebut setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan defisit terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan.

“Defisit mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).

Secara rinci, pendapatan negara tercatat sebesar Rp574,9 triliun atau sekitar 18,2 persen dari target APBN. Angka ini tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penerimaan perpajakan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp462,7 triliun atau tumbuh 14,2 persen yoy. Rinciannya, penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun (tumbuh 20,7 persen yoy), sedangkan kepabeanan dan cukai sebesar Rp67,9 triliun yang mengalami kontraksi 12,6 persen yoy. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp112,1 triliun atau 24,4 persen dari target APBN.

Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp815 triliun atau 21,2 persen dari pagu APBN, tumbuh 31,4 persen yoy. Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp610,3 triliun, sedangkan transfer ke daerah mencapai Rp204,8 triliun. Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer tercatat defisit Rp95,8 triliun.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit APBN tetap terkendali hingga akhir tahun. Presiden Prabowo Subianto menargetkan defisit tidak melampaui 3 persen dari PDB.

Selain itu, rasio utang pemerintah juga dijaga di kisaran 40 persen, jauh di bawah batas maksimal yang diatur undang-undang sebesar 60 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut berbagai indikator ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi yang stabil, termasuk indeks keyakinan konsumen, cadangan devisa, dan kinerja sektor manufaktur. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen, ditopang oleh kinerja penerimaan negara dan aktivitas ekonomi yang tetap ekspansif.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • ESDM Ungkap Alasan RKAB 2026 Perusahaan Tambang Belum Terbit

    ESDM Ungkap Alasan RKAB 2026 Perusahaan Tambang Belum Terbit

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga kini masih memproses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 bagi perusahaan mineral dan batu bara (minerba). Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa sambil menunggu proses persetujuan rampung, pemerintah telah menerbitkan surat edaran sebagai dasar operasional sementara bagi […]

  • Gaji PPPK Jadi Beban APBD Jambi, Benarkah? Ini Data Terbarunya

    Gaji PPPK Jadi Beban APBD Jambi, Benarkah? Ini Data Terbarunya

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Beban pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi salah satu persoalan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah di Provinsi Jambi. Besarnya kebutuhan belanja pegawai membuat sejumlah daerah harus mengatur ulang ruang fiskalnya, terutama setelah jumlah PPPK meningkat. Di tingkat Provinsi Jambi, pemerintah daerah bahkan memperkirakan pengalihan pembiayaan gaji PPPK ke pemerintah pusat dapat […]

  • Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Seluruh kendaraan Geely di Indonesia masih dirakit di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang menjadi mitra perakitan resmi. Namun, Geely tak menutup kemungkinan untuk memiliki fasilitas produksi mandiri jika volume penjualan dan portofolio model terus berkembang. Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori, mengatakan, saat ini Geely masih dirakit di pabrik milik PT […]

  • Samai Rekor Messi, Mbappe Menggila!

    Samai Rekor Messi, Mbappe Menggila!

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kylian Mbappe kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Di tengah ketatnya persaingan fase gugur Piala Dunia 2026, penyerang Prancis itu tampil luar biasa dengan mencetak dua gol untuk membawa Les Bleus membungkam Swedia 3-0 sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar. Penampilan gemilang Mbappe tak hanya mengantar Prancis melanjutkan perburuan […]

  • Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Besarnya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kini menjadi ujian berat bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Danantara mengelola beban keuangan proyek strategis nasional ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. “Masalah persepsi negatif akan muncul ketika Danantara tidak mampu mengatasi utang […]

  • Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap

    Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jaringan minuman asal China, Mixue, menutup ratusan gerai di pasar internasional sepanjang 2025. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat penurunan sebanyak 428 gerai di luar negeri, termasuk di Indonesia dan Vietnam. Langkah ini menandai perubahan strategi perusahaan yang sebelumnya agresif berekspansi, kini beralih pada konsolidasi bisnis. Manajemen menyatakan fokus utama diarahkan pada optimalisasi […]

expand_less