Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Defisit APBN Maret 2026 Capai Rp240,1 Triliun, Pemerintah Jaga Batas 3 Persen dari PDB

Defisit APBN Maret 2026 Capai Rp240,1 Triliun, Pemerintah Jaga Batas 3 Persen dari PDB

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Nilai tersebut setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan defisit terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan.

“Defisit mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).

Secara rinci, pendapatan negara tercatat sebesar Rp574,9 triliun atau sekitar 18,2 persen dari target APBN. Angka ini tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penerimaan perpajakan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp462,7 triliun atau tumbuh 14,2 persen yoy. Rinciannya, penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun (tumbuh 20,7 persen yoy), sedangkan kepabeanan dan cukai sebesar Rp67,9 triliun yang mengalami kontraksi 12,6 persen yoy. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp112,1 triliun atau 24,4 persen dari target APBN.

Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp815 triliun atau 21,2 persen dari pagu APBN, tumbuh 31,4 persen yoy. Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp610,3 triliun, sedangkan transfer ke daerah mencapai Rp204,8 triliun. Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer tercatat defisit Rp95,8 triliun.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit APBN tetap terkendali hingga akhir tahun. Presiden Prabowo Subianto menargetkan defisit tidak melampaui 3 persen dari PDB.

Selain itu, rasio utang pemerintah juga dijaga di kisaran 40 persen, jauh di bawah batas maksimal yang diatur undang-undang sebesar 60 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut berbagai indikator ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi yang stabil, termasuk indeks keyakinan konsumen, cadangan devisa, dan kinerja sektor manufaktur. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen, ditopang oleh kinerja penerimaan negara dan aktivitas ekonomi yang tetap ekspansif.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bill Gates Rekrut Sri Mulyani Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Tugas dan Wewenangnya

    Bill Gates Rekrut Sri Mulyani Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Tugas dan Wewenangnya

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendiri Microsoft sekaligus filantrop dunia Bill Gates merekrut Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) Gates Foundation. Penunjukan ini menambah daftar tokoh global yang dipercaya mengarahkan strategi yayasan filantropi terbesar di dunia tersebut. Gates Foundation menilai rekam jejak Sri Mulyani sebagai ekonom global dan reformis kebijakan publik memberikan kontribusi penting bagi […]

  • Menkeu Purbaya Siapkan Legalisasi Rokok Ilegal, Target Berlaku Mei 2026

    Menkeu Purbaya Siapkan Legalisasi Rokok Ilegal, Target Berlaku Mei 2026

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan kebijakan baru untuk menekan peredaran rokok ilegal sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai. Purbaya mengungkapkan, pemerintah telah merampungkan skema legalisasi rokok ilegal yang bertujuan mendorong pelaku usaha masuk ke dalam sistem resmi dan membayar cukai sesuai ketentuan. “Pelaku usaha harus masuk ke sistem […]

  • Mahal Lagi! Naik Rp16.000, Kini Emas Antam Jadi Rp3,028 Juta per Gram

    Mahal Lagi! Naik Rp16.000, Kini Emas Antam Jadi Rp3,028 Juta per Gram

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Senin (23/2/2026). Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia yang kembali menguat di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi global. Dikutip dari laman Logam Mulia, harga emas Antam melonjak sebesar Rp16.000, membawa harga dasar ke level Rp3.028.000 per gram dari sebelumnya Rp3.012.000 per gram. Kenaikan […]

  • IHSG Dibuka Naik 0,3% Hari Ini, Kembali Dekati Level 9.000 Didukung Sentimen APBN

    IHSG Dibuka Naik 0,3% Hari Ini, Kembali Dekati Level 9.000 Didukung Sentimen APBN

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (9/1/2026). Pada awal sesi, IHSG naik 27,15 poin atau 0,3% ke level 8.952,62, kembali mendekati area psikologis 9.000. Penguatan IHSG pagi ini ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 358 saham menguat, 140 saham melemah, sementara 460 saham stagnan. […]

  • Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian masih Stabil

    Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian masih Stabil

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk UBS dan Galeri24 di Pegadaian menunjukkan pergerakan yang stabil pada awal pekan ini. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (9/3/2026), harga emas Galeri24 dan UBS tidak mengalami perubahan dibandingkan harga kemarin. Harga emas UBS dan Galeri24 stabil, masing-masing di angka Rp3.105.000 dan Rp3.091.000 per gram. Harga jual emas […]

  • Ekonomi Iran Porak Poranda: Inflasi Tinggi, Nilai Tukar Rial Anjlok, Harga Pangan Melonjak

    Ekonomi Iran Porak Poranda: Inflasi Tinggi, Nilai Tukar Rial Anjlok, Harga Pangan Melonjak

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kondisi ekonomi Iran kian memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Tingginya inflasi, anjloknya nilai tukar mata uang rial, serta melonjaknya harga kebutuhan pokok membuat daya beli masyarakat tertekan dan memicu gelombang protes di berbagai kota. Tekanan ekonomi tersebut diperparah oleh kejatuhan nilai tukar rial yang sangat drastis. Data menunjukkan, pada pertengahan Desember 2025, nilai […]

expand_less