Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara
- account_circle say say
- calendar_month 8 jam yang lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji penerapan windfall tax pada komoditas nikel untuk meningkatkan penerimaan negara dan menekan kebocoran ekspor. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A)
JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengkaji penerapan pajak durian runtuh atau windfall tax terhadap komoditas nikel. Kebijakan ini ditujukan untuk menangkap tambahan keuntungan perusahaan yang muncul akibat lonjakan harga komoditas di pasar global.
Purbaya mengatakan skema pajak tersebut masih dalam pembahasan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah juga tengah menghitung besaran tarif yang akan dikenakan kepada pelaku usaha nikel.
“Masih didiskusikan dengan Menteri ESDM. Nanti ada,” kata Purbaya di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Windfall tax merupakan pungutan tambahan atas keuntungan yang diperoleh bukan dari peningkatan kinerja perusahaan, melainkan akibat faktor eksternal seperti kenaikan harga komoditas.
Menurut Purbaya, kebijakan ini berpotensi meningkatkan penerimaan negara sekaligus membantu menutup beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif untuk mendorong hilirisasi nikel, terutama dalam pengembangan industri baterai. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.
“Nikel adalah bahan baku baterai. Kita dorong industri baterai supaya berkembang di dalam negeri,” ujarnya.
Selain wacana windfall tax, pemerintah juga mempertimbangkan pengenaan bea keluar untuk komoditas nikel dan batu bara. Kebijakan ini dinilai penting untuk memperkuat pengawasan ekspor.
Purbaya menyoroti lemahnya pengawasan akibat tidak adanya bea keluar, yang membuka celah praktik under-invoicing dan ekspor ilegal. Dengan adanya pungutan tersebut, Bea Cukai dapat melakukan pemeriksaan sebelum barang dikirim ke luar negeri.
“Kalau ada bea keluar, kita bisa periksa sebelum ekspor. Jadi kebocoran bisa dikendalikan,” kata dia.
- Penulis: say say


