CNG Digadang Gantikan LPG, Pemerintah Uji Coba Tabung 3 Kg untuk Tekan Impor Energi
- account_circle say say
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
- print Cetak

Uji coba penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif LPG tengah dilakukan pemerintah untuk mengurangi impor energi dan menekan beban subsidi nasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah mulai menguji penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) guna menekan ketergantungan impor energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan uji coba difokuskan pada pengembangan tabung CNG berukuran 3 kilogram, setara dengan LPG subsidi yang digunakan masyarakat luas.
“CNG ini untuk 3 kilogram, masih kita lakukan uji coba terhadap tabungnya,” kata Bahlil.
Langkah tersebut diambil seiring tingginya impor LPG nasional yang mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Nilai devisa yang dikeluarkan pun diperkirakan menyentuh Rp120 triliun hingga Rp150 triliun per tahun, tergantung harga minyak dunia.
Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai penggunaan CNG berpotensi mengurangi hingga 50 persen ketergantungan impor LPG.
Menurut Fahmy, Indonesia memiliki cadangan gas alam yang melimpah sehingga secara pasokan relatif aman untuk mendukung transisi energi tersebut.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan utama terletak pada teknologi pengemasan gas bertekanan tinggi ke dalam tabung kecil, khususnya ukuran 3 kilogram.
“Masalahnya tinggal teknologi high pressure injection agar bisa dikemas dalam tabung kecil,” ujarnya.
Saat ini, pemanfaatan CNG sudah diterapkan untuk sektor industri dan komersial dengan ukuran tabung lebih besar, seperti 12 kilogram hingga 20 kilogram. Penggunaannya dinilai lebih efisien dibanding LPG.
Meski demikian, penerapan untuk rumah tangga dinilai lebih kompleks. Selain faktor keamanan, aspek kenyamanan dan distribusi juga menjadi perhatian pemerintah.
Pengembangan CNG disebut menjadi salah satu strategi diversifikasi energi nasional. Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi batu bara sebagai alternatif lain pengganti LPG.
- Penulis: say say
- Editor: Syaiful Amri

