Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional telah bangkit dan tidak lagi berstatus sebagai “sunset industry” atau industri yang menurun. Sempat dianggap mati suri, kini industri tekstil Indonesia justru kembali menorehkan catatan pertumbuhan positif. Modernisasi pabrik, efisiensi energi, dan dukungan pemerintah menjadi kunci kebangkitan sektor padat karya ini.

Dalam sambutannya saat membuka konferensi tahunan International Textile Manufacturers Federation (ITMF) dan International Apparel Federation (IAF) World Fashion Convention 2025 di Yogyakarta, Jumat (24/10), Agus menyebut bahwa sektor TPT mencatat pertumbuhan 5,39 persen dalam satu tahun terakhir, atau sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan II 2025.

“Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terus tumbuh dan tidak lagi berstatus ‘sunset industry’,” ujar Agus dikutip Sabtu (25/10).

Kontribusi sektor TPT terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga mencapai 0,98 persen, menandakan peran strategisnya dalam menopang ekonomi nasional di tengah tantangan global. Pemerintah, kata Agus, terus menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui modernisasi industri tekstil, salah satunya lewat program restrukturisasi mesin dan peralatan.

Program ini terbukti meningkatkan kapasitas produksi hingga 21,75 persen, efisiensi energi sebesar 11,86 persen, serta menciptakan tambahan lapangan kerja sebesar 3,96 persen. Selain itu, penyederhanaan perizinan investasi berbasis risiko melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 turut mempercepat masuknya investasi baru ke sektor manufaktur padat karya.

Menperin juga memaparkan bahwa pemerintah telah menyalurkan Kredit Industri Padat Karya senilai Rp 20 triliun pada 2025. Skema pembiayaan ini menyasar 2.000–10.000 perusahaan tekstil dan apparel guna mendukung ekspansi usaha, menjaga serapan tenaga kerja, dan memperkuat ketahanan industri nasional.

Selain itu, sektor ini juga mendapat dukungan melalui fasilitas masterlist untuk impor barang modal dan insentif fiskal berupa tax holiday, tax allowance, investment allowance, hingga super deduction tax untuk perusahaan yang aktif dalam riset dan pendidikan vokasi.

“Dalam kondisi ini, industri TPT tetap menjadi pilar strategis manufaktur Indonesia yang menopang pertumbuhan inklusif, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi nasional,” kata Agus.

Kinerja ekspor juga menunjukkan tren positif. Produk tekstil Indonesia dengan kode HS 61 (pakaian dan aksesori rajutan) kini menjadi komoditas surplus perdagangan terbesar kedua di pasar Amerika Serikat, dengan nilai mencapai USD 1,86 miliar, mengungguli produk alas kaki (HS 64) senilai USD 1,85 miliar. Pencapaian ini menegaskan bahwa daya saing industri tekstil Indonesia di pasar global semakin kuat, terutama pada kategori produk bernilai tambah tinggi.

Menurut data Kemenperin, Indonesia kini masuk lima besar negara produsen tekstil paling efisien di dunia. Subsektor pemintalan benang: biaya produksi hanya USD 2,71 per kilogram, lebih efisien dibandingkan India, Tiongkok, dan Turki.

  • Subsektor pertenunan: biaya produksi USD 8,84 per meter.
  • Fabric finishing: hanya USD 1,16 per meter, termasuk yang terendah secara global.

“Angka-angka tersebut menjadi bukti nyata daya saing global Indonesia dan bisa menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan masa depan,” tutur Agus.

Menperin menegaskan bahwa sektor TPT akan tetap menjadi pilar utama industri manufaktur Indonesia, seiring dengan peningkatan efisiensi, adopsi teknologi baru, dan transformasi hijau.

Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan fashion berkelanjutan, penggunaan serat ramah lingkungan, dan digitalisasi rantai pasok untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta rantai nilai global.

“Kita ingin industri tekstil Indonesia bukan hanya menjadi besar, tapi juga berkelas dunia — efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Berpotensi Naik, Ini Pilihan Sahamnya

    IHSG Berpotensi Naik, Ini Pilihan Sahamnya

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (9/12/2025), meski tetap membuka peluang koreksi minor ke kisaran 8.565–8.680. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG menguat 0,90 persen ke level 8.710 disertai volume pembelian yang meningkat. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai IHSG masih tertahan oleh area resistance […]

  • Bos Krakatau Steel Minta Negara Hadir Jamin Persaingan Usaha yang Adil di Industri Baja

    Bos Krakatau Steel Minta Negara Hadir Jamin Persaingan Usaha yang Adil di Industri Baja

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Akbar Djohan, meminta negara hadir secara aktif untuk menjamin persaingan usaha yang adil guna memulihkan fundamental industri baja nasional. Menurut Akbar, keberhasilan industri strategis seperti baja tidak hanya ditentukan oleh efisiensi korporasi, tetapi juga oleh kepastian regulasi serta penegakan hukum yang konsisten. Hal tersebut dinilai […]

  • Warga Jambi Waspada! Harga Emas Antam Anjlok Rp30 Ribu per Gram

    Warga Jambi Waspada! Harga Emas Antam Anjlok Rp30 Ribu per Gram

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Kabar kurang menggembirakan datang dari pasar logam mulia. Harga emas Antam pada perdagangan Rabu (29/4/2026) tercatat mengalami penurunan cukup tajam. Harga emas Antam berdasarkan data yang dikutip Jambisnis.com dari laman logam mulia, turun sebesar Rp30.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.814.000 menjadi Rp2.784.000 per gram. Penurunan ini menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama yang aktif […]

  • Melonjak Tajam, Harga Emas Antam Jadi Rp2.305.000 per Gram

    Melonjak Tajam, Harga Emas Antam Jadi Rp2.305.000 per Gram

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak tajam pada perdagangan hari ini, Jumat (31/10/2025). Harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 42.000 menjadi Rp 2.305.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam termahal kini telah mencapai Rp2,24 miliar. Harga beli kembali atau buyback emas Antam juga terkerek atas kenaikan harga tersebut. […]

  • ITDC Terapkan Lampu Pintar Hemat Listrik untuk Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Dua

    ITDC Terapkan Lampu Pintar Hemat Listrik untuk Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Dua

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) melakukan efisiensi konsumsi listrik melalui sistem pencahayaan pintar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Direktur Operasional ITDC, Troy Waroka, mengatakan upaya ini dimulai dari kawasan The Nusa Dua, Bali, dan akan diperluas ke kawasan lain di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kami harus kreatif termasuk dalam […]

  • Bank Tanah dan Kejagung Kawal Pengelolaan Lahan Koperasi Merah Putih di Lampung

    Bank Tanah dan Kejagung Kawal Pengelolaan Lahan Koperasi Merah Putih di Lampung

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Bank Tanah (BBT) menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengawal penyediaan dan pengelolaan lahan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Provinsi Lampung. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BBT dan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) di Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Rabu (12/11/2025). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala […]

expand_less