Senin, 6 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional telah bangkit dan tidak lagi berstatus sebagai “sunset industry” atau industri yang menurun. Sempat dianggap mati suri, kini industri tekstil Indonesia justru kembali menorehkan catatan pertumbuhan positif. Modernisasi pabrik, efisiensi energi, dan dukungan pemerintah menjadi kunci kebangkitan sektor padat karya ini.

Dalam sambutannya saat membuka konferensi tahunan International Textile Manufacturers Federation (ITMF) dan International Apparel Federation (IAF) World Fashion Convention 2025 di Yogyakarta, Jumat (24/10), Agus menyebut bahwa sektor TPT mencatat pertumbuhan 5,39 persen dalam satu tahun terakhir, atau sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan II 2025.

“Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terus tumbuh dan tidak lagi berstatus ‘sunset industry’,” ujar Agus dikutip Sabtu (25/10).

Kontribusi sektor TPT terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga mencapai 0,98 persen, menandakan peran strategisnya dalam menopang ekonomi nasional di tengah tantangan global. Pemerintah, kata Agus, terus menjaga momentum pertumbuhan tersebut melalui modernisasi industri tekstil, salah satunya lewat program restrukturisasi mesin dan peralatan.

Program ini terbukti meningkatkan kapasitas produksi hingga 21,75 persen, efisiensi energi sebesar 11,86 persen, serta menciptakan tambahan lapangan kerja sebesar 3,96 persen. Selain itu, penyederhanaan perizinan investasi berbasis risiko melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 turut mempercepat masuknya investasi baru ke sektor manufaktur padat karya.

Menperin juga memaparkan bahwa pemerintah telah menyalurkan Kredit Industri Padat Karya senilai Rp 20 triliun pada 2025. Skema pembiayaan ini menyasar 2.000–10.000 perusahaan tekstil dan apparel guna mendukung ekspansi usaha, menjaga serapan tenaga kerja, dan memperkuat ketahanan industri nasional.

Selain itu, sektor ini juga mendapat dukungan melalui fasilitas masterlist untuk impor barang modal dan insentif fiskal berupa tax holiday, tax allowance, investment allowance, hingga super deduction tax untuk perusahaan yang aktif dalam riset dan pendidikan vokasi.

“Dalam kondisi ini, industri TPT tetap menjadi pilar strategis manufaktur Indonesia yang menopang pertumbuhan inklusif, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi nasional,” kata Agus.

Kinerja ekspor juga menunjukkan tren positif. Produk tekstil Indonesia dengan kode HS 61 (pakaian dan aksesori rajutan) kini menjadi komoditas surplus perdagangan terbesar kedua di pasar Amerika Serikat, dengan nilai mencapai USD 1,86 miliar, mengungguli produk alas kaki (HS 64) senilai USD 1,85 miliar. Pencapaian ini menegaskan bahwa daya saing industri tekstil Indonesia di pasar global semakin kuat, terutama pada kategori produk bernilai tambah tinggi.

Menurut data Kemenperin, Indonesia kini masuk lima besar negara produsen tekstil paling efisien di dunia. Subsektor pemintalan benang: biaya produksi hanya USD 2,71 per kilogram, lebih efisien dibandingkan India, Tiongkok, dan Turki.

  • Subsektor pertenunan: biaya produksi USD 8,84 per meter.
  • Fabric finishing: hanya USD 1,16 per meter, termasuk yang terendah secara global.

“Angka-angka tersebut menjadi bukti nyata daya saing global Indonesia dan bisa menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan masa depan,” tutur Agus.

Menperin menegaskan bahwa sektor TPT akan tetap menjadi pilar utama industri manufaktur Indonesia, seiring dengan peningkatan efisiensi, adopsi teknologi baru, dan transformasi hijau.

Pemerintah juga tengah mendorong pengembangan fashion berkelanjutan, penggunaan serat ramah lingkungan, dan digitalisasi rantai pasok untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta rantai nilai global.

“Kita ingin industri tekstil Indonesia bukan hanya menjadi besar, tapi juga berkelas dunia — efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Prakirakan Kinerja Penjualan Eceran Meningkat di Oktober 2025

    BI Prakirakan Kinerja Penjualan Eceran Meningkat di Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) melalui Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada Oktober 2025 meningkat. Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan September 2025. “Indeks Penjualan Riil (IPR) Oktober 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,7 […]

  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Mandek, UBS-Antam-Galeri24 Tak Bergerak

    Harga Emas Pegadaian Hari Ini Mandek, UBS-Antam-Galeri24 Tak Bergerak

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau stagnan pada perdagangan Senin (15/6/2026). Tiga produk logam mulia yang dijual, yakni Emas UBS, Emas Antam, dan Emas Galeri24, kompak tidak bergerak. Harganya sama seperti sehari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS bertahan di angka Rp2.709.000 per gram. Sementara itu, emas Antam masih […]

  • Mobil Nasional Bangkit Lagi: Prabowo Janjikan Produksi 3 Tahun Lagi

    Mobil Nasional Bangkit Lagi: Prabowo Janjikan Produksi 3 Tahun Lagi

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    Gaung mobil nasional kembali menggema! Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya untuk mewujudkan mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun mendatang  sebuah mimpi lama yang pernah coba diwujudkan lewat Timor, Bimantara, Maleo, hingga Esemka. “Belum merupakan prestasi, tapi kita sudah mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang,” ujar Prabowo saat […]

  • Prabowo Jamin Nelayan Dapat Kelonggaran Kredit 10-12 Tahun dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih

    Prabowo Jamin Nelayan Dapat Kelonggaran Kredit 10-12 Tahun dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menjamin nelayan akan memperoleh kelonggaran tenor kredit lebih dari 10 tahun dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ia menegaskan, kebijakan itu diberikan agar beban pengembalian investasi tidak memberatkan nelayan yang tergabung dalam koperasi pengelola program. […]

  • Studi Terbaru Ungkap Vaksin COVID Turunkan Risiko Kematian di Usia Muda

    Studi Terbaru Ungkap Vaksin COVID Turunkan Risiko Kematian di Usia Muda

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar positif datang dari dunia kesehatan. Sebuah studi berskala besar menunjukkan bahwa individu yang pernah menerima vaksin COVID-19 memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sama sekali tidak divaksin. Penelitian tersebut menyoroti manfaat jangka panjang vaksin COVID-19, khususnya vaksin berbasis mRNA, dalam menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyebab. Efek perlindungan ini […]

  • Cuaca Jambi Didominasi Hujan dan Petir Sepekan ke Depan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

    Cuaca Jambi Didominasi Hujan dan Petir Sepekan ke Depan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Jambi selama sepekan ke depan menunjukkan kondisi yang didominasi hujan ringan, hujan petir, serta potensi petir di hampir seluruh kabupaten dan kota. Data terbaru dari prakiraan cuaca harian menampilkan pola cuaca yang dinamis, dengan kelembapan tinggi dan rentang suhu yang relatif stabil. Kerinci: Didominasi Udara Kabur dan Berawan […]

expand_less